Telset.id – China Daily mempertanyakan seruan pendiri Anthropic, Dario Amodei, untuk “pace the frontier” dalam pengembangan AI. Media resmi Partai Komunis China itu menilai langkah tersebut, yang didukung CEO OpenAI Sam Altman dan Elon Musk dari SpaceXAI, bukan semata soal keselamatan umat manusia, melainkan respons terhadap kompetisi China dan tekanan regulasi dari Washington.
Dalam pemberitaannya, China Daily menyebut laporan dan “aliansi” korporasi yang menyusul setelahnya sebagai langkah terkoordinasi. Publikasi itu menyatakan ada tiga tujuan di baliknya: menahan laju kemajuan AI China, memenangkan lingkungan kebijakan yang menguntungkan di dalam negeri, serta menjaga antusiasme investor terhadap AI Amerika Serikat. Seruan Amodei sendiri sebelumnya juga diangkat dalam pemberitaan soal regulasi AI yang mendapat dukungan Altman dan Musk.
China Daily secara khusus menyoroti fokus Amodei yang mengecualikan China dari proposalnya. Menurut publikasi tersebut, langkah itu dinilai bertujuan memperlebar jarak teknologi antara kedua rival di bidang AI dan memberi ruang bagi laboratorium AI Amerika untuk “pace the frontier”. China Daily juga menilai hal ini mengungkap bagaimana Washington memandang AI China sebagai ancaman eksistensial.
Kritik lain diarahkan pada konsep koordinasi itu sendiri. “Koordinasi yang diusulkan di antara ketiga perusahaan itu terdengar seperti klub yang aturan keanggotaannya disusun sebelum daftar tamunya diumumkan. Kerangka keselamatan AI global yang mengecualikan China tidaklah benar-benar global,” tulis China Daily.
China Daily juga menyoroti upaya Amerika Serikat dalam menghambat kemajuan AI China, baik lewat perangkat keras dengan memblokir akses Beijing ke chip Nvidia terbaru, maupun lewat perangkat lunak melalui berbagai tuduhan Amodei soal distilasi ilegal Claude oleh laboratorium AI China. Menurut China Daily, upaya-upaya tersebut tampaknya gagal.
Publikasi itu mengutip keberhasilan model DeepSeek dan Kimi K3 yang dinilai tampil cukup baik namun dengan biaya jauh lebih murah. Ketersediaan model-model tersebut membuat banyak pengguna AI mengalihkan permintaan ke token yang lebih murah, seperti Kimi K3 (low) dan DeepSeek V4 Pro, dibanding model frontier yang mahal seperti Fable 5.1, GPT 5.6 Sol, Grok 4.6, dan Kimi K3 (max).
Baca Juga:
Meski mengkritik keras, China Daily mengakui bahwa kebijakan China sendiri turut memperhatikan sebagian risiko yang disampaikan Amodei. Standardization Administration of China bersama Cyberspace Administration of China menyatakan pengembangan teknologi AI harus diawasi karena berpotensi melampaui kendali manusia. Pernyataan ini menunjukkan bahwa isu aturan deepfake AI dan pengawasan teknologi memang menjadi perhatian di Beijing.
“Memperlakukan perlombaan AI sebagai permainan zero-sum membuat kerja sama yang dibutuhkan untuk mengelola risiko tersebut jadi lebih sulit. China dan AS harus bekerja sama di area yang konsekuensinya tidak bisa dikelola sendiri oleh salah satu pihak,” tulis media resmi China itu. China Daily menambahkan bahwa dialog keselamatan AI yang direncanakan antara kedua pihak serta pertukaran tingkat tinggi di masa depan membuka peluang keterlibatan praktis. “Janji AI terletak pada melayani kebaikan bersama umat manusia, bukan untuk dijadikan senjata demi keuntungan geopolitik atau diinstrumentalisasi untuk keuntungan pribadi,” tulisnya.
Isu ini menjadi bagian dari ketegangan yang lebih luas di sektor AI, termasuk ketika para pemimpin industri AI berselisih soal kekhawatiran keselamatan menyusul pernyataan whistleblower Anthropic bahwa AI bisa “membunuh kita semua” pada 2030. Di sisi lain, CEO rival Anthropic asal China sempat memberi tahu Elon Musk bahwa China akan memiliki model AI kelas Fable 5 sebelum tahun depan, sementara model terbaru Z.ai asal China memuncaki tangga peringkat AI di tengah pelarangan Fable 5 dari Anthropic.
Dinamika ini juga menyentuh sisi infrastruktur. Moonshot AI asal China dilaporkan menggunakan chip Nvidia Blackwell untuk pelatihan Kimi K3, sementara Jensen Huang berargumen perusahaan Amerika seharusnya diizinkan memakai model AI China. Administrasi Trump dilaporkan menghidupkan kembali dorongan untuk melarang model AI China setelah peluncuran Kimi K3 dengan alasan keamanan siber.
Di tingkat kebijakan, Taiwan menindak bisnis teknologi dengan kepemilikan China ilegal, kontrol ekspor baru AS dilaporkan menyasar akses China ke server AI jarak jauh, dan X membongkar bot farm China beranggotakan 200.000 akun. Administrasi Trump juga disebut mempertimbangkan perluasan tarif chip ke laptop, konsol, dan server, sementara H200 akhirnya mencapai China lewat lisensi impor kasus per kasus. Beberapa pengamat di forum menilai seruan Amodei lebih berkaitan dengan penghapusan kompetisi open source serta regulasi dan pengawasan pemerintah yang dibarengi pendanaan publik, bukan semata soal China.
[ META_DESCRIPTION]
China Daily menantang seruan Dario Amodei untuk “pace the frontier” AI, menilainya sebagai respons atas kompetisi China dan tekanan regulasi Washington.




Komentar
Belum ada komentar.