Ilustrasi pengaturan privasi grup WhatsApp di layar smartphone untuk keluar dari grup tak dikenal

Cara Keluar dari Grup WhatsApp Tak Dikenal dan Lindungi Privasi

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:2 April 2026
⏱️2 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Pengguna WhatsApp kini dapat secara otomatis keluar dari grup yang diundang oleh kontak tak dikenal, berkat fitur keamanan baru yang diumumkan Meta. Fitur ini dirancang untuk melindungi privasi dan mengurangi gangguan dari spam undangan grup.

Fitur tersebut mulai diroll out secara global dan memungkinkan pengguna mengatur preferensi untuk secara otomatis menolak undangan grup dari orang yang tidak ada di buku kontak. Sebelumnya, pengguna yang diundang ke grup oleh nomor tak dikenal akan tetap masuk ke grup tersebut kecuali secara manual memilih untuk keluar.

Menurut pengumuman resmi dari Meta, pemilik akun WhatsApp dapat mengaktifkan opsi ini melalui pengaturan privasi. “Dengan pembaruan ini, Anda dapat memilih siapa yang dapat menambahkan Anda ke grup. Jika seseorang di luar kontak Anda mencoba menambahkan Anda, Anda akan menerima undangan privat yang dapat Anda terima atau tolak dalam waktu 72 jam,” bunyi pernyataan perusahaan.

Ilustrasi pengaturan privasi grup WhatsApp di smartphone

Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan WhatsApp untuk meningkatkan keamanan pengguna. Platform pesan instan yang dimiliki Meta tersebut telah menghadapi kritik terkait penyebaran spam dan informasi palsu melalui grup, yang sering kali diinisiasi oleh akur-akur tak dikenal.

Untuk mengaktifkan fitur pelindung ini, pengguna perlu membuka aplikasi WhatsApp, masuk ke Settings > Privacy > Groups. Di sana, tersedia tiga opsi: “Everyone”, “My Contacts”, dan “My Contacts Except…”. Memilih “My Contacts” akan memastikan hanya kontak yang tersimpan yang dapat menambahkan pengguna ke grup. Jika ada yang di luar daftar kontak mencoba mengundang, pengguna akan menerima undangan privat yang berlaku selama tiga hari.

Fitur ini sangat relevan mengingat maraknya penipuan dan penyebaran hoaks yang berawal dari grup WhatsApp. Dengan mengendalikan siapa yang bisa mengundang, pengguna memiliki kendali lebih besar atas lingkungan digital mereka. Ini juga mencegah nomor telepon pengguna dibagikan secara luas di grup- grup yang tidak diinginkan.

Selain fitur keamanan grup, WhatsApp juga terus mengembangkan berbagai pembaruan untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Ekspensi fitur-fitur serupa juga terlihat di platform pesan lain seperti Signal, yang dikabarkan sedang mengembangkan fitur Stories mengikuti jejak Instagram dan WhatsApp.

Peningkatan keamanan di aplikasi pesan instan menjadi semakin krusial seiring dengan tingginya penetrasi smartphone di Indonesia. Pengguna perangkat harga terjangkau pun kini dapat lebih terlindungi dari ancaman digital. Perlindungan proaktif seperti ini juga selaras dengan tren platform seperti Play Store yang semakin fokus pada manajemen keamanan aplikasi.

Dengan diterapkannya fitur ini, diharapkan dapat mengurangi jumlah pengguna yang tanpa sengaja tergabung dalam grup yang berpotensi membahayakan atau mengganggu. Pengguna disarankan untuk segera mengecek dan menyesuaikan pengaturan privasi grup di aplikasi WhatsApp mereka untuk mendapatkan perlindungan maksimal.