Gizmo

Warisan Steve Jobs dan Jony Ive di Apple, “Cara Hasilkan Banyak Uang”

Sigit Nugraha
Share

Telset.id – Steve Jobs dan Jony Ive disebut-sebut sebagai sosok sentral di Apple. Kedua sosok tersebut berjasa mengangkat nama Apple seperti sekarang. Meski keduanya kini sudah tidak di Apple, namuan Steve Jobs dan Jony Ive meninggalkan warisan sangat penting buat Apple. Apa itu?

Agustus 2014, Chief Design Officer Apple, Jony Ive, terbang ke New York menggunakan pesawat berisi Apple Watch. Ia berencana merilis produk baru di Carlyle Hotel di Upper East Side.

Apple Watch adalah produk baru Apple setelah kematian sang CEO, Steve Jobs, pada 2011. Apple Watch menggemakan evolusi iPhone. Apple Watch digadang lebih dari sekadar mainan teknologi.

Baca juga: Apple akan Bekali iPhone Lipat dengan Teknologi E Ink?

Apple Watch hadir untuk menjawab pertanyaan di benak semua orang setelah kematian Jobs. Apple berkaca kepada kasus Walt Disney yang ditinggalkan oleh sang maestero, Walter Elias Disney.

Ketika kembali ke Apple pada 1997, setelah dikeluarkan pada 1985, Steve Jobs benar-benar tidak mau membuang-buang waktu untuk mempromosikan Jony Ive yang masih berusia sekira 30 tahun.

Dari hanya anggota tim desain lainnya, Ive naik pangkat menjadi Wakil Presiden Senior Desain Apple. Di internal Apple, Steve Jobs adalah John Lennon, sedangkan Jony Ive adalah Paul McCartney.

Jony Ive diberi kekuatan operasional lebih dari siapapun di Apple. Steve Jobs kali pertama menugasi Ive untuk membuat komputer yang tidak hanya berfungsi, tetapi juga menyenangkan dipakai.

Niat Steve Jobs dan Jony Ive adalah membuat komputer yang tampak seperti berasal dari episode kartun “The Jetsons”: futuristik tapi familiar. Tim Jony Ive akhirnya melahirkan iMac pada 1998.

Ternyata, permintaannya luar biasa. Apple menjual kira-kira satu iMac setiap detik antara 1998 hingga 2001. Alhasil, iMac menjadi komputer terlaris dengan penjualan tercepat di Amerika Serikat.

Tumbuh di pinggiran kota London, Jony Ive muda didorong oleh sang ayah yang bekerja sebagai guru desain sekolah menengah untuk membongkar barang-barang elektronik seperti radio dan jam alarm.

Tujuannya satu, yakni melihat cara kerja alat-alat itu. Keingintahuan Jony Ive terhadap peranti elektronik membuatnya meluncurkan Tangerine, sebuah agensi desain startup berbasis di London, Inggris.

Tangerine merancang segalanya, mulai sikat gigi hingga toilet. Pada 1992, Ive pindah ke Silicon Valley dan menjadi anggota tetap tim desain Apple. Steve Jobs lterpikat kali pertama melihatnya.

Steve Jobs mendorong tim desainer untuk merangkul naluri perfeksionismenya. Selama sesi rapat pada 2011 dengan tim insinyur, Steve Jobs hanya menulis satu kata di papan tulis: jam tangan pintar.

Baca juga: Apple Watch Bakal Punya Fitur Cek Tekanan Darah Tahun 2024

Dan Tim Cook, CEO Apple sejak kematian Steve Jobs, akhirnya secara resmi meluncurkan Apple Watch di Cupertino pada 9 September 2014. Apple Watch hadir sebagai sebuah komputer modis.

Semua berkat tangan dingin Ive. Namun, pada 2019, ia memutuskan pergi dari Apple. Lantas, apakah Apple mengalami kemunduran sepeninggal Steve Jobs dan Jony Ive? Jawabannya tidak.

Pada 2022, Apple mempunyai nilai pasar USD 3 triliun. Ternyata, dikutip Telset dari New York Post, Senin (23/5/2022), Steve Jobs dan Jony Ive telah mewarisi Apple cara menghasilkan banyak uang. [SN/HBS]

Leave a Comment