Masuk Amerika, Xiaomi Targetkan Jual 100 Juta Ponsel

laporan keuangan Xiaomi

Telset.id, Jakarta – Mengandalkan Mi Mix 2S yang berspesifikasi unggulan tetapi berharga terjangkau, Xiaomi berharap bisa menjual 100 juta ponsel pada tahun ini. Jumlah itu naik 43 persen ketimbang tahun lalu yang sebesar 70 juta unit.

Untuk bisa memenuhi targetnya tersebut, pada akhir 2018 atau paling lambat awal 2019, Xiaomi dikabarkan akan memasuki pasar Amerika Serikat (AS).

Mengutip Phone Arena, pihak perusahaan dilaporkan telah bertemu dengan operator untuk mendiskusikan penjualan ponsel andalan Xiaomi di AS.

Meski perang dagang bergejolak serta Huawei dan ZTE dirundung persoalan larangan menerima pasokan komponen maupun menjual produk di AS, Xiaomi sejauh ini tak jauh dari problem negatif. Niat Xiaomi berjualan di AS pun sepertinya tak mengalami kendala.

Seperti diketahui, Huawei dan ZTE dituduh memiliki hubungan dekat dengan pemerintah China. Pemerintah AS mengklaim bahwa Huawei dan ZTE terlibat dalam spionase atas nama Beijing. Keduanya pun terlibat persoalan pelik dengan pemerintah AS.

Baru-baru ini, sebuah laporan menunjukkan bahwa pada tahun ini ponsel buatan China mengalami penurunan penjualan di negeri sendiri.

Firma Canalys menyebut bahwa pada kuartal I-2018, penurunan penjualan ponsel buatan China di negaranya sendiri mencapai angka 91 juta unit.

Padahal, sejak lima tahun lalu atau 2013, penjualan ponsel lokal di Negeri Tirai Bambu sangat tinggi, mencapai lebih dari 100 juta unit setiap kuartal.

Analis Canalys, Mo Jia, menyatakan, penyebab distribusi ponsel di China turun adalah keluarnya produk baru tanpa henti dari masing-masing vendor.

Baca juga: Kamera Xiaomi Mi Mix 2s Setara iPhone X 

Tak hanya merek lokal, ponsel Samsung pun terkena imbas. Demikian halnya Meizu, Oppo dan Vivo. Penjualan ponsel Meizu dan Samsung di China turun menjadi kurang dari setengah. Pengiriman perangkat Vivo melorot ke 15 juta unit, sementara Oppo turun menjadi 18 juta.

Menurut Canalys, Xiaomi justru mencatatkan peningkatan penjualan di pasar China. Perusahaan besutan Lei Jun tersebut meningkat menjadi 12 juta unit pada kuartal I-2018. Jumlah itu melonjak 37 persen dari tahun sebelumnya, didorong oleh popularitas Redmi Note 5 Pro.

Sumber: PhoneArena

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here