Telset.id – Startup semikonduktor yang didirikan oleh arsitek chip Jim Keller dan pionir DIY fabrication Sam Zeloof, Atomic Semi, resmi berganti nama menjadi Fab2 dan memindahkan operasinya ke Texas. Langkah ini menandai perubahan strategi besar dalam upaya memperluas kapasitas pembuatan chip di Amerika Serikat.
Rebranding ini diumumkan melalui situs resmi perusahaan di fab2.com. Nama baru Fab2 mencerminkan visi perusahaan untuk menciptakan apa yang mereka sebut sebagai “fab fab,” yaitu pabrik yang memproduksi secara massal pabrik semikonduktor kecil beserta peralatan di dalamnya.
Fab2 mendesain dan membangun sendiri setiap alat yang digunakan di fabrikasinya, mulai dari pompa, katup, saluran gas, hingga litografi dan ruang vakum. Perusahaan kemudian merakit komponen-komponen tersebut menjadi mesin, lalu mesin-mesin itu menjadi pabrik yang utuh dan siap diproduksi massal.
Peralatan keras ini dipasangkan dengan Studio, sebuah alat EDA (Electronic Design Automation) berbasis browser yang bersifat kolaboratif untuk desain tata letak, skema, dan simulasi. Studio sebelumnya dikenal dengan merek Atomic Studio.
Alih-alih memproses wafer 300mm melalui jalur produksi raksasa, Fab2 menargetkan pabrik kecil yang dikendalikan perangkat lunak. Pabrik ini mampu membuat chip jauh lebih kecil dari wafer utuh dan menyelesaikan prototipe dalam hitungan jam.
Konsep ini pertama kali dibuktikan oleh Zeloof saat masih remaja. Ia berhasil membuat chip litografi di garasi orang tuanya dengan fitur hingga sekitar 300nm sebelum akhirnya mendirikan perusahaan ini bersama Keller pada tahun 2022.
Metode ini memiliki kendala utama, yaitu throughput. Litografi berkas elektron (electron-beam lithography) menulis pola secara langsung tanpa proyeksi melalui mask, sehingga prosesnya lambat. Satu langkah patterning pada chip kecil bisa memakan waktu jauh lebih lama dibandingkan scanner EUV yang mengekspos seluruh wafer 300mm. Ini merupakan trade-off besar yang hanya cocok untuk pembuatan prototipe dan produksi volume rendah, bukan produksi volume tinggi di foundry komersial.
Fab2 kini mengoperasikan tiga lokasi. Fasilitas seluas 120.000 kaki persegi di Austin menjadi kantor pusat baru untuk riset dan produksi. Situs seluas 30.000 kaki persegi di Lockhart menampung “fab fab” itu sendiri. Sementara itu, “garage fab” asli seluas 25.000 kaki persegi tetap berada di San Francisco.
Fab2 menyatakan bahwa mereka mengalihkan fokus perekrutan ke Texas setelah empat tahun berada di California. Berdasarkan data Tracxn per Mei 2026, perusahaan ini memiliki sekitar 84 karyawan.
Startup ini dilaporkan mengumpulkan pendanaan seed round sebesar $15 juta pada tahun 2023, dipimpin oleh OpenAI Startup Fund, dengan valuasi sekitar $100 juta. Dukungan juga datang dari angel investor seperti Naval Ravikant, Nat Friedman, dan Fred Ehrsam.
Dengan pindah ke Texas, model Fab2 yang mengusung banyak pabrik kecil dan dapat dicetak kini berada di dekat Tesla dan SpaceX. Kedua perusahaan tersebut mengumumkan Terafab pada bulan Maret lalu, sebuah megafab tunggal di Austin yang menargetkan komputasi satu terawatt per tahun dengan biaya mencapai $119 miliar.
Kedua bisnis ini jelas bukan pesaing. Fab2 menjual pabrik kecil dan kecepatan pembuatan prototipe, sementara Terafab dibangun untuk produksi AI volume tinggi. Namun, keduanya mewakili jawaban yang bersaing atas pertanyaan yang sama: bagaimana Amerika Serikat harus memperluas kapasitas pembuatan chipnya — mengkonsolidasikan semuanya di kampus manufaktur raksasa, atau mendistribusikan produksi ke banyak pabrik kecil yang dapat direplikasi?
Langkah Fab2 ini menjadi sinyal penting bagi industri semikonduktor. Pendekatan pabrik kecil yang fleksibel bisa menjadi solusi alternatif di tengah dominasi megafab yang membutuhkan investasi triliunan rupiah. Inovasi semikonduktor semacam ini membuka peluang baru bagi pengembangan chip yang lebih cepat dan terjangkau.
Dengan kehadiran Jim Keller — arsitek chip legendaris yang pernah bekerja di Apple, AMD, dan Tesla — Fab2 memiliki kredibilitas teknis yang kuat. Keller dikenal karena kemampuannya merancang arsitektur prosesor yang efisien dan berkinerja tinggi. Pengalamannya di berbagai perusahaan semikonduktor besar menjadi aset berharga bagi Fab2.
Sementara itu, Sam Zeloof membawa pendekatan DIY yang inovatif. Prestasinya membuat chip di garasi orang tua saat remaja menunjukkan bahwa pembuatan semikonduktor tidak selalu membutuhkan fasilitas raksasa. Kombinasi antara pengalaman industri Keller dan kreativitas Zeloof menciptakan sinergi unik di Fab2.
Pemindahan operasi ke Texas juga memiliki implikasi strategis. Negara bagian ini telah menjadi pusat pertumbuhan industri semikonduktor di AS, dengan berbagai insentif pajak dan dukungan pemerintah. Kehadiran Tesla dan SpaceX di Austin juga menciptakan ekosistem teknologi yang dinamis.
Fab2 menargetkan pasar yang berbeda dari foundry tradisional. Perusahaan ini fokus pada prototyping cepat dan produksi volume rendah, yang sangat dibutuhkan oleh startup dan perusahaan kecil yang ingin mengembangkan chip khusus tanpa harus memesan dalam jumlah besar.
Pendekatan ini juga relevan untuk aplikasi militer dan aerospace, di mana kebutuhan chip khusus dengan volume terbatas sering muncul. Kemampuan Fab2 untuk memproduksi prototipe dalam hitungan jam menjadi nilai jual utama.
Meskipun demikian, tantangan tetap ada. Keterbatasan throughput litografi berkas elektron menjadi hambatan untuk produksi massal. Namun, untuk pasar yang dituju, trade-off ini masih dapat diterima.
Fab2 juga menghadapi persaingan dari berbagai pendekatan alternatif dalam pembuatan chip. Beberapa perusahaan mengembangkan teknologi cetak 3D untuk semikonduktor, sementara yang lain fokus pada fabrikasi berbasis graphene. Namun, pendekatan Fab2 yang menggabungkan desain in-house dengan produksi terdistribusi menawarkan keunggulan unik.
Dengan pendanaan yang solid dan tim yang kuat, Fab2 memiliki potensi untuk menjadi pemain penting dalam industri semikonduktor. Keberhasilan model bisnis ini akan bergantung pada kemampuan perusahaan untuk memproduksi pabrik kecil secara massal dengan biaya yang kompetitif.
Langkah Fab2 juga menjadi sorotan di tengah upaya AS untuk mengurangi ketergantungan pada rantai pasok semikonduktor Asia. Dengan memproduksi pabrik di dalam negeri, perusahaan ini berkontribusi pada kemandirian teknologi AS.
Ke depannya, Fab2 berencana untuk terus mengembangkan teknologi fabrikasinya. Perusahaan ini juga membuka peluang kemitraan dengan berbagai pihak yang membutuhkan solusi pembuatan chip cepat dan fleksibel. Perkembangan teknologi semacam ini patut dicermati oleh para pelaku industri.
Bagi para penggemar teknologi, langkah Fab2 menjadi bukti bahwa inovasi dalam industri semikonduktor tidak selalu harus datang dari perusahaan raksasa. Startup dengan visi yang jelas dan tim yang tepat bisa memberikan dampak signifikan.
Dengan rebranding dan relokasi ini, Fab2 menegaskan komitmennya untuk menjadi pemimpin dalam fabrikasi semikonduktor terdistribusi. Keamanan dan keandalan menjadi fokus utama dalam pengembangan produk mereka.
Industri semikonduktor global kini menanti langkah selanjutnya dari Fab2. Apakah model pabrik kecil ini akan menjadi tren baru atau hanya solusi niche, waktu yang akan menjawab. Namun yang jelas, Fab2 telah membuka diskusi baru tentang cara terbaik memproduksi chip di era modern.
Dengan kombinasi antara keahlian teknis Jim Keller, inovasi Sam Zeloof, dan dukungan investor terkemuka, Fab2 berada di posisi yang kuat untuk mewujudkan visinya. Perusahaan ini siap menjadi bagian dari solusi untuk memperkuat industri semikonduktor AS.
Kehadiran Fab2 di Texas juga memberikan dampak ekonomi positif bagi wilayah tersebut. Penciptaan lapangan kerja baru di sektor teknologi tinggi menjadi salah satu kontribusi nyata perusahaan ini.
Bagi para pengamat industri, perjalanan Fab2 akan menjadi studi kasus menarik tentang bagaimana startup semikonduktor dapat bersaing dengan pemain mapan. Pendekatan yang berbeda dan fokus pada pasar spesifik menjadi kunci strategi mereka.
Dengan segala potensi dan tantangannya, Fab2 kini memasuki babak baru dalam sejarahnya. Rebranding dan relokasi ke Texas menjadi langkah awal menuju ambisi yang lebih besar: mendemokratisasi akses terhadap fabrikasi semikonduktor.
Fab2 membuktikan bahwa inovasi dalam industri semikonduktor tidak selalu identik dengan skala raksasa. Terkadang, solusi terbaik justru datang dari pendekatan yang lebih kecil, lebih fleksibel, dan lebih cerdas.





Komentar
Belum ada komentar.