Nokia 210 4G dengan tombol AI di bagian tengah bodi depan

Nokia 210 4G dan Tiga Ponsel Fitur Lainnya Dibekali Tombol AI

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • HMD Global meluncurkan empat ponsel fitur Nokia baru: 210 4G, 215 4G 2nd Edition, 235 4G 2nd Edition, dan 200 4G.
  • Semua ponsel dibekali tombol AI khusus yang didukung aplikasi Sikey AI untuk tugas dasar seperti panggilan, senter, alarm, dan pengingat.
  • Asisten AI gratis selama 180 hari, biaya setelahnya belum diumumkan.
  • Ponsel tetap memiliki fitur klasik: jack 3,5mm, microSD, dan radio FM (kecuali Nokia 200 4G).
  • Respons komunitas di Reddit sebagian besar negatif, menganggap tombol AI tidak relevan untuk ponsel fitur.
  • Harga dan ketersediaan masih dirahasiakan.

Telset.id – HMD Global baru saja meluncurkan empat ponsel fitur terbaru bermerek Nokia yang membawa kejutan: tombol AI khusus di bagian depan perangkat. Langkah ini menjadi sorotan karena mencoba menggabungkan fungsi dasar ponsel dengan kecerdasan buatan, meskipun menuai respons beragam dari komunitas teknologi.

Keempat ponsel yang dimaksud adalah Nokia 210 4G, Nokia 215 4G 2nd Edition, Nokia 235 4G 2nd Edition, dan Nokia 200 4G. Perangkat-perangkat ini merupakan peningkatan dari seri ponsel fitur Nokia sebelumnya yang dirilis dalam beberapa tahun terakhir. Namun, yang membedakan adalah kehadiran tombol AI yang terletak di bagian tengah bodi depan ponsel.

Tombol AI tersebut didukung oleh aplikasi bernama Sikey AI. Fungsinya cukup mendasar, seperti melakukan panggilan telepon atau menyalakan senter. Fitur ini tidak dirancang untuk mengakses model kecerdasan buatan generatif canggih, melainkan untuk membantu tugas-tugas sederhana sehari-hari.

Meski detail teknis cara kerja AI ini masih terbatas, HMD melalui Nokia menjelaskan bahwa pengguna dapat menggunakan tombol tersebut untuk mengatur alarm, membuka kamera, dan menambahkan pengingat. Fitur ini juga bisa menjawab pertanyaan dasar, seperti memberikan resep masakan sederhana atau menyediakan contoh frasa dalam bahasa asing.

Kemampuan tersebut mengindikasikan bahwa ponsel ini memiliki akses ke model AI terbatas, kemungkinan melalui konektivitas cloud yang juga ditambahkan oleh Nokia. Namun, ada catatan penting: asisten AI ini hanya gratis selama 180 hari. Belum ada informasi resmi mengenai biaya berlangganan setelah masa percobaan tersebut berakhir.

Selain fitur AI, keempat ponsel ini tetap mempertahankan elemen klasik yang menjadi ciri khas ponsel fitur Nokia. Semua perangkat dibekali jack headphone 3,5 mm dan dukungan kartu microSD. Kecuali Nokia 200 4G, tiga model lainnya juga dilengkapi radio FM. Panggilan video dan pesan suara juga dapat dilakukan melalui platform Xpress Chat.

Hingga saat ini, HMD Global belum mengumumkan harga resmi dan ketersediaan keempat ponsel tersebut di pasar. Informasi lebih lanjut mengenai harga dan wilayah pemasaran masih dinantikan.

Kombinasi antara fungsi dasar ponsel dan kecerdasan buatan ini rupanya tidak disambut hangat oleh komunitas di Reddit. Sejumlah pengguna menyebut penambahan tombol AI sebagai “konyol”, “tidak relevan”, dan “tidak berguna” bagi target pengguna ponsel fitur. Mereka menilai bahwa pengguna yang tertarik dengan ponsel fitur biasanya mencari kesederhanaan, bukan fitur tambahan seperti AI.

Langkah HMD ini menunjukkan upaya untuk menghadirkan inovasi di segmen ponsel fitur yang mulai ditinggalkan. Namun, respons awal dari publik menunjukkan bahwa pendekatan ini mungkin perlu dikaji ulang agar sesuai dengan ekspektasi pengguna setia ponsel Nokia.

Dengan kehadiran tombol AI, HMD mencoba menjembatani kesenjangan antara fungsionalitas dasar dan teknologi modern. Namun, pertanyaan mendasar tetap ada: apakah pengguna ponsel fitur benar-benar membutuhkan AI? Jawabannya mungkin akan terlihat dari respons pasar saat ponsel ini resmi dijual.

Bagi pengguna yang lebih menyukai ponsel fitur dengan fitur terbatas, kehadiran tombol AI mungkin terasa berlebihan. Namun, bagi mereka yang ingin mencoba teknologi AI tanpa harus beralih ke smartphone, ponsel ini bisa menjadi opsi yang menarik. Semua tergantung pada kebutuhan dan preferensi masing-masing pengguna.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.