Telset.id – Startup aerospace asal Perancis, Celeste Ecoflyers, memperkenalkan drone inflatable (mengembang) bernama daS10 yang mampu terbang selama lebih dari 10 jam. Yang lebih menarik, drone sepanjang 24 kaki atau sekitar 8 meter ini bisa dikempiskan dan dimasukkan ke dalam mobil biasa.
Drone daS10 menggunakan sayap pneumatik berbahan tekstil bertekanan yang menggantikan sebagian besar struktur pesawat konvensional. Dengan pendekatan ini, bobot drone menjadi jauh lebih ringan sehingga konsumsi energi lebih efisien dan durasi terbang bisa diperpanjang secara signifikan.
Dalam pengujian awal yang baru saja diselesaikan, drone ini menunjukkan kemampuannya menempuh jarak sekitar 500 mil atau sekitar 800 kilometer dalam satu arah. Angka ini jelas melampaui kemampuan drone konsumen pada umumnya yang hanya mampu terbang sekitar 50 menit, seperti DJI Mavic 4 Pro.
Pendekatan ringan pada daS10 memungkinkan drone ini tetap di udara untuk misi yang membutuhkan cakupan udara persisten, seperti inspeksi, pengawasan, dan logistik jarak jauh. Celeste Ecoflyers menyebut daS10 sebagai kelas baru sistem udara yang dirancang untuk membuat cakupan persisten lebih ringan, lebih aman, dan lebih mudah digunakan.
Namun, perusahaan belum mengungkapkan semua spesifikasi operasional yang diperlukan untuk menilai klaim tersebut secara independen. Performa nyata drone ini akan sangat bergantung pada pengujian penerbangan lebih lanjut, kapasitas muatan, toleransi cuaca, dan ketahanan struktur tekstilnya.
Transportasi Ringkas untuk Operasi Jarak Jauh
Salah satu keunggulan utama daS10 adalah kemampuannya dikempiskan saat tidak digunakan. Saat kempis, drone ini bisa muat di dalam mobil biasa dengan kursi dilipat, memberikan opsi transportasi yang tidak biasa bagi operator. Ini berarti tim tidak memerlukan trailer khusus atau peralatan darat khusus untuk membawa drone besar ke lokasi misi.
Setelah tiba di lokasi, operator cukup mengembangkan struktur drone sebelum mempersiapkannya untuk misi. Desain ini sangat cocok untuk operasi di daerah terpencil di mana ruang penyimpanan dan akses transportasi terbatas.
Misi potensial untuk daS10 termasuk menginspeksi jaringan pipa panjang, mensurvei zona bencana, dan memantau area di mana mengirim pesawat berawak akan menimbulkan risiko yang tidak perlu. Dengan jangkauan 500 mil dalam satu arah, drone ini dapat menempuh jarak yang cukup jauh sebelum kembali ke area peluncurannya.

Dibandingkan dengan platform sayap tetap tradisional dan pesawat lepas landas vertikal, drone inflatable seperti daS10 menawarkan biaya pengadaan, transportasi, dan operasional yang lebih rendah. Celeste Ecoflyers berharap inovasi ini dapat mengisi celah pasar untuk kebutuhan pengawasan udara jangka panjang yang selama ini sulit dipenuhi oleh drone konvensional.
Drone daS10 masih merupakan konsep pesawat yang sedang berkembang. Performa dunia nyatanya akan bergantung pada pengujian penerbangan, kapasitas muatan, toleransi cuaca, dan daya tahan struktur tekstilnya. Namun, kemampuan menggabungkan daya tahan lama dengan transportasi ringkas bisa membuat desain ini berguna bagi operator yang membutuhkan cakupan diperpanjang tanpa infrastruktur pesawat besar konvensional.
Teknologi drone inflatable ini membuka peluang baru dalam industri penerbangan tanpa awak. Operator yang selama ini terkendala biaya dan logistik kini memiliki alternatif yang lebih praktis untuk melakukan misi pengawasan dan pemantauan jarak jauh.
Dengan tren yang terus berkembang, kita mungkin akan melihat lebih banyak inovasi serupa di masa depan. Perkembangan ini tentu menarik untuk diikuti, terutama bagi para pegiat teknologi dan industri yang membutuhkan solusi pengawasan udara yang efisien dan terjangkau.





Komentar
Belum ada komentar.