📑 Daftar Isi

Ilustrasi pabrik DRAM Huawei yang disebut-sebut menjadi pesaing Samsung di pasar memori global

Huawei Bangun Pabrik DRAM, Siap Tantang Samsung

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Huawei dikabarkan membangun pabrik DRAM melalui joint venture dengan SwaySure
  • Langkah ini bagian dari jaringan 11 pabrik semikonduktor yang dioperasikan Huawei
  • Tujuan utama mengamankan pasokan HBM untuk chip AI Ascend
  • Huawei mendapat dukungan dana negara US$30-75 miliar dari pemerintah China
  • Samsung masih unggul 3-4 tahun di sektor HBM
  • Huawei berpotensi jadi pesaing langsung Samsung sebagai produsen chip dan memori
  • Sanksi AS menjadi pendorong utama kemandirian semikonduktor Huawei
  • Produk Huawei bersaing dengan Apple, Intel, dan Nvidia di berbagai sektor

Telset.id – Huawei dikabarkan tengah membangun dan mengoperasikan pabrik fabrikasi DRAM (Dynamic Random Access Memory) di China melalui perusahaan patungan dengan SwaySure. Langkah strategis ini berpotensi menempatkan Huawei sebagai pesaing langsung Samsung di pasar memori global.

Laporan dari Block & Files, yang dikutip oleh TechRadar, mengungkapkan bahwa Huawei disebut-sebut mengoperasikan setidaknya 11 pabrik semikonduktor di kawasan tersebut. Meskipun Huawei membantah klaim ini, bukti yang berkembang menunjukkan perusahaan tengah berupaya mengamankan pasokan HBM (High Bandwidth Memory) untuk chip AI Ascend mereka.

Langkah ini merupakan respons terhadap sanksi AS yang membatasi akses Huawei terhadap teknologi silikon mutakhir. Sanksi tersebut mendorong Huawei untuk membangun kemandirian di sektor semikonduktor, mirip dengan pendekatan yang sebelumnya digunakan untuk mengembangkan CPU dan chip AI.

Huawei

Dorongan di Balik Langkah Huawei

Keputusan Huawei untuk terjun ke produksi DRAM tidak terjadi dalam ruang hampa. Perusahaan China ini memiliki kebutuhan yang sangat besar akan HBM untuk chip AI Ascend mereka. Sanksi dari Washington membuat Huawei tidak bisa mendapatkan pasokan memori secara langsung dari pemasok internasional.

Pemerintah China secara agresif mendukung Huawei, baik secara terbuka maupun terselubung. Semiconductor Industry Association memperkirakan Huawei menerima dana negara sebesar US$30 miliar dari pemerintah pusat dan Shenzhen untuk membangun jaringan chipnya. Bahkan, estimasi lain pada 2019 menyebutkan total dukungan negara mencapai US$75 miliar.

Pemerintah China juga secara efektif melarang raksasa teknologinya membeli chip AI dari AMD dan Nvidia. Langkah ini sekaligus mendorong lini Ascend milik Huawei menjadi standar de facto di pasar China, menjamin pendapatan yang seharusnya harus diperebutkan Huawei.

Di sisi lain, China juga mentolerir jaringan pabrik bayangan yang secara formal tidak terkait langsung dengan Huawei. Jaringan ini, pada praktiknya, merupakan bagian dari raksasa teknologi tersebut. Opasitas ini membuat arah dan skala ambisi Huawei di bidang memori sulit diidentifikasi.

Implikasi Persaingan dengan Samsung

Jika laporan ini benar, Huawei berpotensi menjadi perusahaan pertama yang menantang posisi Samsung sebagai perancang chip, fabrikator, dan pemasok memori dalam satu entitas. Saat ini, tidak ada perusahaan sebesar Apple, Intel, atau Nvidia yang memproduksi memorinya sendiri.

Namun, Huawei masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk bisa bersaing dengan Samsung. Samsung memimpin dengan keunggulan 3-4 tahun di sektor HBM dibandingkan CXMT China. Sementara itu, ketertinggalan DRAM China jauh lebih tipis dan menutup dengan cepat.

Produsen China telah mencapai paritas relatif di NAND flash yang digunakan dalam SSD. Meski demikian, Huawei masih bergantung pada SMIC untuk fabrikasi CPU dan GPU, sebuah proses yang tertinggal sekitar dua node dari pemimpin industri TSMC.

Huawei Vice President Chen Lin speaking at the 2026 Huawei Cloud INSPIRE Innovators Conference

Produk Huawei bersaing dengan Apple di segmen smartphone, dengan penawaran CPU server Intel, dan dengan chip AI Nvidia. Langkah ini tampaknya menargetkan posisi Samsung di Barat sambil membangun kemandirian dari pemasok yang bisa terkena sanksi Washington.

Sinyal penguat terkuat justru datang dari musuh Huawei, yaitu pemerintah AS. Daftar Entity List yang dirilis Washington menunjukkan bahwa Biro Industri dan Keamanan (BIS) menyimpulkan perusahaan-perusahaan tersebut berfungsi sebagai satu jaringan. Ini adalah konfirmasi resmi yang paling mendekati kebenaran saat ini.

The Imec logo displayed on one of its cleanrooms

Meskipun Huawei yang memfabrikasi DRAM sendiri merupakan lompatan signifikan, perusahaan ini mungkin lebih berpotensi menjadi pemasok masa depan bagi Apple daripada pesaing langsung. Apple sendiri tengah mempertimbangkan untuk membeli memori dari produsen China guna mengatasi masalah pasokan mereka sendiri.

Langkah Huawei ini menunjukkan bahwa persaingan di industri semikonduktor global semakin memanas. Dengan dukungan penuh dari pemerintah China, Huawei berpotensi menjadi pemain utama yang patut diperhitungkan di pasar memori global.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.