📑 Daftar Isi

Halliday G2 smart glasses tanpa kamera dengan desain profesional untuk meeting

Halliday G2 Smart Glasses Tanpa Kamera, Fokus Meeting Profesional

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️6 menit membaca
Bagikan:
  • Halliday luncurkan G2 smart glasses generasi kedua tanpa kamera
  • Fokus sebagai alat profesional untuk meeting dan lingkungan kerja sensitif
  • Harga USD 599, pengiriman perdana September 2026
  • Fitur AI Meeting Flow untuk transkripsi dan ringkasan meeting
  • Mendukung 45 bahasa untuk penerjemahan real-time
  • Mode Stealth dan Cheatsheet untuk produktivitas
  • Langganan AI mulai USD 10-99 per bulan, gratis 120 menit
  • Target pengguna: founder, CEO, dan profesional berkinerja tinggi
  • Pesaing: Even Realities G2 dengan nama serupa
  • Tidak ada lampu indikator perekaman audio

Telset.id – Halliday resmi meluncurkan smart glasses G2 generasi kedua yang sepenuhnya menghilangkan kamera, menjadikannya alat profesional untuk meeting dan lingkungan kerja yang sensitif terhadap perekaman. Dengan banderol harga USD 599 atau sekitar Rp 9,7 juta, kacamata pintar ini dikirimkan perdana pada September 2026 dan menargetkan pengguna seperti founder, CEO, dan profesional berkinerja tinggi.

Keputusan Halliday untuk tidak menyertakan kamera pada G2 merupakan respons langsung terhadap stigma negatif yang melekat pada smart glasses berkamera, terutama setelah Meta’s Ray-Ban mendapat julukan “pervert glasses” karena penyalahgunaan kamera untuk merekam orang tanpa izin. Halliday justru ingin menjadikan G2 sebagai “alat profesional untuk lingkungan kerja dan sosial nyata,” sebagaimana tertulis dalam siaran pers resmi perusahaan.

Kacamata ini dirancang agar tampak normal dan menyatu dengan lingkungan profesional. Microphone tertanam di bingkai untuk menangkap audio di sekitar, namun tidak ada lampu indikator atau metode lain yang memberi tahu orang lain bahwa kacamata sedang merekam. Seorang kontak media Halliday menyatakan kepada WIRED bahwa “pengguna harus memberi tahu ruangan bahwa perekaman sedang berlangsung, sebagaimana diwajibkan oleh perangkat perekam lainnya.”

Fitur Unggulan Halliday G2 untuk Meeting dan Produktivitas

Halliday G2 mengusung layar kecil di bagian atas lensa, memungkinkan pengguna melihat teks dengan cara mendongak ke atas. Microphone yang tertanam mendengarkan percakapan di sekitar dan dapat menerjemahkan bahasa lisan menjadi teks subtitel langsung di bidang pandang pengguna. Fitur ini mendukung 45 bahasa dan berguna bagi penyandang tuna rungu atau gangguan pendengaran.

Fokus utama G2 adalah pada ruang meeting. Layanan AI bernama Meeting Flow menjadi otak di balik perangkat ini. Microphone pada kacamata mendengarkan jalannya meeting, lalu AI membantu mengatur dan merangkum apa yang dibicarakan peserta. Beberapa insight muncul di layar agar pengguna dapat melihatnya saat meeting berlangsung. Setelah meeting selesai, Meeting Flow merangkum, mentranskripsikan, dan mengekstrak topik-topik paling relevan dari percakapan.

Fitur-fitur khusus seperti Thread Tracker, Decision Confirmation, dan Commitment Check bertujuan menyortir informasi penting menjadi tampilan menyeluruh tentang apa yang dibahas. Transkrip lengkap dan ringkasan pasca-meeting tersedia di aplikasi pendamping.

Halliday juga membekali G2 dengan mode “Stealth” yang secara otomatis mengurangi kecerahan layar di ruangan gelap agar tidak mengganggu pengguna atau orang lain. Mode teleprompter bernama Cheatsheet menampilkan pengingat berbasis poin-poin tentang detail penting hari itu di layar untuk akses mudah.

Menariknya, pendiri Anduril, Palmer Luckey, diketahui telah menggunakan fungsi serupa pada Even Realities G2 untuk membantunya tetap pada jalur saat memberikan TED Talk. Hal ini menunjukkan bahwa fitur semacam ini mulai diadopsi oleh kalangan profesional.

Harga, Ketersediaan, dan Persaingan Pasar

Halliday G2 dibanderol dengan harga USD 599, dengan pengiriman pertama dijadwalkan pada September 2026. Untuk layanan AI, tersedia langganan berbayar mulai dari USD 10 hingga USD 99 per bulan, namun pengguna juga bisa memilih tingkat gratis yang menawarkan 120 menit waktu perekaman.

Menariknya, Halliday G2 menggunakan nama yang sama dengan smart glasses dari Even Realities yang juga bernama G2. Dalam kedua kasus, G2 adalah kependekan dari Generation 2, yang menunjukkan tahap perangkat, bukan nama merek tertentu. Even Realities meluncurkan G2-nya pada akhir tahun lalu dengan bangga fokus pada ketiadaan kamera, dan Halliday G2 memiliki kemiripan yang mencolok dengan produk pesaingnya tersebut.

Tren membangun smart glasses tanpa kamera tampaknya semakin populer. Pasar masih didominasi oleh Meta’s Ray-Ban, meskipun perangkat tersebut mendapat stigma negatif. Beberapa perusahaan telah mengirimkan cara untuk menutupi kamera mereka, atau seperti Even Realities dan Halliday, melewatkannya sama sekali. Namun, semua kacamata tersebut tetap fokus pada perekaman audio di sekitar pengguna.

Halliday sebelumnya telah memperkenalkan pasangan pertama kacamata pintarnya di CES 2025, yang mendapat ulasan beragam dan masuk dalam kategori “Don’t Bother” dalam panduan smart glasses WIRED. Perangkat tersebut juga mendapat kritik di Reddit dan harus menghadapi banyak frustrasi dari versi yang didanai melalui Kickstarter. Kini Halliday kembali untuk putaran kedua dengan meningkatkan spesifikasi dan harga penawaran sebelumnya.

Pasar smart glasses semakin matang, dengan perusahaan-perusahaan kecil memasuki siklus hidup produk iterasi kedua. Mereka berusaha membangun pijakan sebelum perusahaan teknologi raksasa seperti Samsung, Google, dan Apple masuk dan menguasai sebagian besar pasar. Halliday G2 menjadi salah satu pemain yang mencoba mengukir ceruk khusus untuk profesional yang membutuhkan alat produktivitas tanpa kamera.

Kacamata ini juga bisa menjadi alternatif menarik bagi pengguna yang khawatir dengan privasi, terutama di lingkungan kerja yang sensitif. Dengan tidak adanya kamera, risiko penyalahgunaan untuk merekam gambar diam atau video orang lain tanpa izin dapat diminimalkan. Namun, ketiadaan lampu indikator perekaman audio tetap menjadi catatan penting yang perlu diperhatikan pengguna.

Bagi pengguna yang tertarik dengan Fitur Terbaru dari Halliday G2, Meeting Flow menjadi andalan utama. Layanan AI ini dirancang khusus untuk membantu profesional melacak detail meeting tanpa harus mencatat manual. Fitur Thread Tracker, Decision Confirmation, dan Commitment Check bekerja bersama untuk menyajikan informasi penting dalam satu tampilan.

Halliday menyatakan bahwa AI pada G2 secara khusus fokus pada bagian-bagian penting dari sebuah meeting, melacak topik bahkan jika peserta mulai melenceng dari topik utama. Fitur ini sangat berguna bagi para profesional yang sering menghadiri meeting panjang dengan banyak agenda.

Untuk urusan daya tahan, Halliday belum memberikan spesifikasi detail mengenai kapasitas baterai atau waktu penggunaan. Namun, dengan adanya layar kecil dan microphone yang aktif, konsumsi daya diperkirakan cukup efisien untuk penggunaan seharian penuh dalam meeting.

Kehadiran Halliday G2 di pasar smart glasses menunjukkan bahwa segmen tanpa kamera mulai mendapatkan perhatian serius. Dengan harga USD 599, kacamata ini berada di segmen premium yang menargetkan pengguna korporat dan profesional. Meskipun demikian, popularitasnya akan sangat tergantung pada seberapa baik Meeting Flow bekerja dalam skenario dunia nyata.

Perusahaan rintisan seperti Halliday dan Even Realities kini berlomba untuk membangun ekosistem smart glasses yang tidak hanya fungsional tetapi juga dapat diterima secara sosial. Dengan menghilangkan kamera, mereka berharap dapat menghindari kontroversi privasi yang menghantui produk sejenis dari Meta.

Bagi pengguna yang ingin membandingkan dengan Spesifikasi Lengkap perangkat wearable lain, Halliday G2 menawarkan pendekatan yang unik dengan fokus pada produktivitas meeting. Tidak seperti smart glasses lain yang mencoba menjadi pusat hiburan, G2 lebih menyerupai alat bantu kerja digital yang ditempelkan di wajah.

Halliday G2 juga membuka kemungkinan baru bagi penyandang tuna rungu untuk berpartisipasi dalam meeting secara lebih inklusif. Fitur transkripsi real-time dan penerjemahan 45 bahasa membuat kacamata ini menjadi alat bantu yang potensial untuk mengatasi hambatan komunikasi di tempat kerja.

Dengan pengiriman perdana pada September 2026, Halliday masih memiliki waktu untuk menyempurnakan perangkat lunak dan pengalaman pengguna. Respons pasar terhadap G2 akan menjadi indikator penting apakah segmen smart glasses tanpa kamera benar-benar memiliki masa depan yang cerah di industri wearable.

Bagi pengguna yang peduli dengan Risiko Data Smart Home, Halliday G2 menawarkan pendekatan privasi yang lebih sederhana dengan tidak merekam video. Namun, pengguna tetap harus waspada terhadap data audio yang direkam dan disimpan melalui layanan Meeting Flow.

Ke depannya, Halliday perlu memastikan bahwa platform Meeting Flow aman dan tidak membocorkan data meeting sensitif pengguna. Kepercayaan akan menjadi faktor kunci dalam adopsi perangkat ini di kalangan profesional dan perusahaan.

Halliday G2 menjadi bukti bahwa inovasi smart glasses tidak selalu harus mengarah pada penambahan kamera. Dengan fokus pada audio AI dan produktivitas, Halliday mencoba menawarkan solusi yang lebih dapat diterima secara sosial tanpa mengorbankan fungsionalitas.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.