Dampak Virus Corona, Pengiriman Smartphone Turun 10,6%

Telset.id, Jakarta – Mewabahnya Virus Corona turut memberi dampak pada industri smartphone. IDC memprediksi jika pengiriman smartphone turun 10,6% diparuh pertama 2020, sebagai akibat dari penyebaran virus tersebut.

Wabah virus Corona membuat pengiriman smartphone turun 14,5% di kuartal pertama 2020, namun semakin pulih di kuartal selanjutnya.

Secara keseluruhan pasar smartphone 2020, seperti dikutip Telset.id dari GSM Arena pada Rabu (04/03/2020), akan mengalami penurunan 2,3% akibat Covid-19.

Smartphone Corona

Perlu diketahui bahwa Virus Corona berdampak pada rantai pasokan dan logistik yang terganggu di tengah penghentian kerja di pabrik-pabrik China selama beberapa minggu terakhir.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Terbaru}

Dampaknya produksi smartphone terhambat karena komponen ataupun pabrik di China tidak beroperasi akibat Virus Corona.

Di negeri tirai bambu tersebut sudah ada setidaknya 2.788 orang meninggal dunia akiba terinfeksi virus tersebut.

Namun IDC menaruh harapan di tahun 2021. Proyeksi mereka menyebut jika pasar smartphone akan kembali tumbuh sekitar 6% karena permintaan smartphone 5G yang meningkat.

“Skenario keseluruhan diharapkan akan stabil dari kuartal ketiga tahun ini karena situasi penyebaran Virus Covid-19 diharapkan membaik dan rencana 5G mengambil langkah secara global,” tulis peneliti IDC, Sangeetika Srivastava.

Memang sudah banyak prediksi jika Virus Corona dapat mengguncang industri smartphone.

Sebelumnya laporan dari TrendForce mencatat bahwa produksi smartphone diprediksi mengalami penurunan sebesar 12 persen secara year-on-year (YoY) akibat wabah virus Corona.

{Baca juga: Produksi Smartphone Turun Drastis Akibat Virus Corona}

TrendForce mengatakan, penurunan produksi smartphone akibat virus Corona menjadi paling rendah dalam 5 tahun terakhir.

Dikutip Telset.id dari The Verge pada Rabu (19/02/2020), China menjadi negara yang menyumbang 25% dari produksi smartphone secara global.

Namun, semenjak wabah virus Corona menyebar, produksi pun terhambat. Parahnya lagi, beberapa produksi serat optik pun berada di Wuhan, lokasi pertama virus ini berasal. [NM/IF]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here