Belajar Online Dorong Pasar Smartphone Harga Murah di Indonesia

Smartphone murah belajar Online
Redmi 8A (Foto: Mirza Garibaldi/Telset.id)

Telset.id, Jakarta Belajar online selama pandemi Covid-19 rupanya mendorong pangsa pasar ponsel low-end di Indonesia. Pasalnya, smartphone kelas menengah dengan harga murah banyak dicari untuk kegiatan belajar online.

Dilaporkan IDC, terjadi peningkatan pangsa pasar smartphone low-end atau ponsel pintar dengan harga antara Rp 1,4 jutaan sampai Rp 2,9 jutaan sebesar 75%.

“Adanya permintaan yang tinggi untuk smartphone dengan harga terjangkau guna mendukung kegiatan pembelajaran dirumah, mendorong pangsa pasar ponsel kelas low-end mencapai lebih dari 75%, meningkat dari pangsa 48% tahun lalu,” tulis IDC.

{Baca juga: 7 Berita Smartphone Paling Hot dan Menarik Minggu Ini}

Pada rilis yang sama, IDC merangkum kinerja bisnis dari masing-masing pabrikan ponsel pintar di pasar Indonesia.

Vivo misalnya, dianggap berhasil merengkuh pangsa pasar di segmen low-end dan bergantung pada distribusi ke unorganized retail channel untuk penjualan pada kuartal kedua (Q2) tahun 2020.

Alasannya, toko-toko Vivo masih beroperasi selama masa pandemi Covid-19. Lalu ada Oppo yang sukses mempertahankan eksistensinya yang kuat di kategori smartphone mid-range karena model terbarunya, A52, A92, dan A91 yang populer di pasar.

Sedangkan Samsung mengubah strateginya dengan menjadikan Galaxy M Series untuk tersedia secara eksklusif untuk pasar online pada Q2 tahun ini.

“Namun, jajaran produk lain tampak kesulitan untuk bersaing dengan merek berbasis China di segmen midrange, hingga low-end,” jelas IDC.

{Baca juga: IDC: Vivo Kuasai Pasar Smartphone Indonesia di Q1 2020}

Selanjutnya, Xiaomi diuntungkan dari permintaan besar terhadap smartphone harga murah untuk belajar online. Seri terpopuler mereka di pasaran adalah Redmi 8A Pro.

“Hal ini menempatkan Xiaomi sebagai pemimpin pangsa di segmen ultra low-end,” tutur IDC.

Bagaimana dengan realme? IDC mengatakan bahwa pengiriman realme cenderung menurun pada dua kuartal berturut-turut karena terbatasnya pasokan.

Meski demikian, pabrikan asal China ini tetap konsisten merilis produk terbaru dan kelas menengah dengan harga terjangkau, seperti realme 7, realme 7i, sampai realme C17.

Walaupun pangsa pasar smartphone low-end naik, tetap saja dampak ekonomi dan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) selama pandemi Covid-19 mengakibatkan pengiriman smartphone perkuartal di Indonesia mencatatkan rekor terendah sejak 2016.

Total 7.1 juta ponsel dikirimkan di Q2 tahun 2020, atau turun 26% secara year-on-year (YoY) dan 3% quarter-on-quarter (QoQ).

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Terbaru}

IDC memperkirakan, pemulihan terhadap pasar smartphone diprediksi akan terjadi dengan lambat. Ada dua penyebabnya, yakni angka positif Covid-19 terus bertambah dan kebijakan PSBB yang masih diterapkan.

“Diperkirakan pemulihan terhadap pasar smartphone akan lebih lambat sebagaimana pemerintah yang kembali menerapkan kebijakan karantina di daerah dengan tingkat penularan virus yang tinggi,” tutup IDC. (NM/MF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here