Apple Depak Pemasok Taiwan karena Eksploitasi Karyawan Pelajar

Telset.id, Jakarta  – Apple untuk sementara memutuskan bisnis dengan pemasok Taiwan setelah ketahuan meminta karyawan pelajar untuk bekerja larut malam atau lembur yang melanggar kebijakan.

Pabrik yang berbasis di Taipei Pegatron itu memalsukan dokumen untuk menutupi kesalahan klasifikasi pekerja pelajar di China, yang terkadang juga diizinkan melakukan pekerjaan yang tidak terkait dengan jurusan.

{Baca juga: Layar Apple Watch 2020 Dibuat di Taiwan?}

“Orang-orang di Pegatron berusaha keras untuk menghindari mekanisme pengawasan kami,” kata Apple dalam sebuah pernyataan seraya menambahkan bahwa penyelidikan tidak menemukan bukti kerja paksa atau di bawah umur.

Dikutip Telset dari New York Post, Rabu (11/11/2020), Apple tidak akan memberi Pegatron bisnis apa pun sampai menyelesaikan “semua tindakan korektif “. Sayang, Apple tidak memberi detail syarat masa percobaan.

Apple juga mengatakan, Pegatron telah memecat eksekutif yang memiliki pengawasan langsung terhadap program studi kerja tersebut. Apple akan melakukan evaluasi dan koreski terkait penerapan kerja Pegatron.

Dalam pernyataan terpisah, Pegatron mengatakan, para mahasiswa pekerja di kampus Shanghai dan Kunshan yang tidak mengikuti aturan dan regulasi lokal telah ditarik dari jalur produksi dan diberi “kompensasi yang layak”.

{Baca juga: Mulai Tak Sejalan, Apple dan Foxconn Segera “Putus”?}

Pegatron adalah satu dari beberapa pemasok yang diandalkan Apple untuk memproduksi perangkat khas seperti iPhone. Apple dan pemasok sebelumnya menghadapi pengawasan atas dugaan kondisi tenaga kerja yang buruk.

Sebelumnya, Apple dikabarkan akan pecah kongsi dengan Foxconn gara-gara ada orang ketiga. Periode “bulan madu” antara Apple dan Foxconn akan segera berakhir. Alasannya, Foxconn mulai merasa dirugikan.

Laporan itu menyebutkan bahwa Foxconn tidak senang dengan margin keuntungan yang diperoleh dari hasil membantu Apple memproduksi perangkat iPhone dan iPad.

Betapa tidak, Apple menghasilkan sekitar 40 persen margin untuk setiap produk. Sementara margin keuntungan Foxconn hanyalah satu digit. [SN/HBS]

 

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -