Alasan Asus “Berani” Gabungkan AMD dan Nvidia

VivoBook Pro F570
Foto: Muhammad Faisal/Telset.id

Telset.id, Jakarta – Asus telah merilis laptop mainstream terbarunya, Asus VivoBook Pro F570. Laptop tersebut dinilai mengubah image VivoBook menjadi terlihat stylish dan juga powerful, berkat menggabungkan pengalaman dan performa ala laptop gaming dan desain khas laptop mainstream.

Diluncurkannya VivoBook Pro F570 juga menjadi “langkah yang berani” dari Asus. Sebab, mereka menjadi brand pertama yang menggabungkan dua perusahaan yang bersaing di industri kartu grafis, yakni AMD dan Nvidia.

“Ini satu-satunya model laptop saat ini dengan perpaduan AMD dan Nvidia,” kata Jonas Chen, Notebook Country Product Manager Asus Indonesia, di acara launching Asus VivoBook F570 di Jakarta, Kamis (14/02/2019).

{Baca juga: Asus Rilis Laptop Mainstream Rasa Gaming, VivoBook Pro F570}

Lantas, apa alasan Asus sampai “berani” menggabungkan AMD dan Nvidia dalam satu laptop, yakni VivoBook Pro F570?

Diungkapkan Head of Public Relations and e-Marketing Asus Indonesia, Muhammad Firman, mereka ingin meningkatkan marketshare produk laptop berbasis AMD di Indonesia yang tergolong rendah daripada kompetitor lainnya.

Berdasarkan data GFK sampai tahun 2018, marketshare Asus di pasar ini berada di bawah 20% dari total marketshare laptop Asus sebesar 40,8%.

Selain itu, pihaknya juga melihat marketshare dari laptop dengan layar 15 inci dan laptop dengan GPU Nvidia GTX 1050 di Indonesia yang mencapai masing-masing 51% dan 47,4%. Sehingga, dengan merilis VivoBook Pro F570 dengan layar berukuran 15,6 inci dan ditopang oleh AMD dan Nvidia, bisa meningkatkan marketshare laptop berbasis AMD dari Asus.

“Di pasar ini memang kita rendah. Harapannya, ketertinggalan kita di pasar ini bisa mengejar kompetitor kita. Kita berharap bisa growth sampai 50% dari sebelumnya,” jelas Firman.

{Baca juga: Pakai GeForce RTX, Segini Harga Trio Laptop Gaming Asus}

Sekadar informasi, VivoBook Pro F750 didesain dengan layar besar berukuran 15,6 inci beresolusi Full HD dengan body yang tipis dan ringan, karena bobotnya hanya sekitar 1,9 kg.

Foto: Muhammad Faisal/Telset.id

Ada dua model yang dibawa Asus. Kedua model ini, dibedakan dari jenis prosesor, GPU, dan juga konfigurasi dari memori penyimpanannya.

Model paling standar, diperkuat oleh prosesor AMD Ryzen 5 2500U (4C/8T, 6MP cacheup to 3,6 GHz), RAM 8 GB DDR4, ROM SATA 1 TB HDD, GPU AMD Radeon Vega 8 dan Nvidia GTX 1050 4GB GDDR5 VRAM, dan sistem operasi Windows 10 Home 64-bit.

Sedangkan model tertinggi,  punya prosesor AMD Ryzen 7 2700U (4C/8T, 6MP cacheup to 3,6 GHz), ROM SATA 1 TB HDD + SATA 3 256 GB SSD, dan GPU AMD Radeon RX Vega 10 dan Nvidia GTX 1050 4GB GDDR5 VRAM. (FHP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here