Dua tentara NFT dari game Champions Tactics: Grimoria Chronicles sedang bertarung di arena.

Ubisoft Tutup Game NFT Champions Tactics, Server Mati 30 Oktober

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Ubisoft secara resmi menutup game NFT Champions Tactics: Grimoria Chronicles
  • Server game akan dimatikan pada 30 Oktober
  • Game dirilis pada 2024, hampir tiga tahun setelah puncak tren NFT pada 2021
  • Ubisoft mengalihkan pemain ke game Might and Magic Fates dengan hadiah dalam game
  • Might and Magic Fates adalah deckbuilder mirip Hearthstone dengan transaksi kartu via uang tunai atau kripto
  • Ubisoft sudah mengumumkan transisi dari Web3 pada Mei
  • Game memiliki basis penggemar kecil namun nyata

Telset.id – Ubisoft secara resmi menutup game strategi NFT berbasis Web3 miliknya, Champions Tactics: Grimoria Chronicles. Penutupan ini mengonfirmasi spekulasi yang sudah lama beredar di kalangan pemain, di mana server game tersebut akan resmi dimatikan pada 30 Oktober.

Kabar penutupan ini pertama kali terungkap melalui kunjungan ke Discord resmi game tersebut, seperti dilaporkan oleh Kotaku. Dalam pengumuman tersebut, Ubisoft menyatakan, “Setelah pertimbangan matang, kami telah membuat keputusan untuk menghentikan game ini. Server Champions Tactics akan resmi ditutup pada 30 Oktober.”

Keputusan ini sebenarnya tidak mengejutkan. Meski game ini memiliki basis penggemar yang kecil namun nyata, para pemainnya pun sudah lama menduga bahwa akhir dari game ini akan segera tiba. Ubisoft sendiri sebelumnya sudah mengumumkan pada bulan Mei bahwa mereka sedang dalam proses transisi game ini menjauh dari fungsionalitas Web3.

Salah satu daya tarik utama Champions Tactics adalah unit pertempurannya yang bisa dicetak (minted) dan diperdagangkan di marketplace blockchain menggunakan mata uang digital. Namun, fitur yang dulu dianggap revolusioner ini justru menjadi salah satu alasan mengapa game ini terasa aneh.

Yang paling janggal dari seluruh saga ini adalah waktu rilisnya. Champions Tactics dirilis pada tahun 2024, sementara puncak tren NFT sendiri terjadi pada 2021 sebelum akhirnya meredup pada 2022. Artinya, Ubisoft merilis game ini hampir tiga tahun penuh setelah tren NFT mulai meredup.

Meski menutup Champions Tactics, Ubisoft ternyata masih mencoba untuk terus mengembangkan ekosistem Web3-nya. Perusahaan tersebut berupaya mengalihkan pemain Champions Tactics yang masih aktif ke game lain bernama Might and Magic Fates dengan menawarkan hadiah dalam game. Game ini merupakan deckbuilder yang mirip dengan Hearthstone, di mana pemain bisa membeli dan menjual kartu menggunakan uang tunai atau kripto.

Dua tentara NFT Champions Tactics sedang bertarung.

Keputusan Ubisoft untuk menutup Champions Tactics ini menjadi catatan penting bagi industri game, khususnya dalam upaya perusahaan-perusahaan besar mengadopsi teknologi blockchain. Meski sempat menjadi tren yang sangat populer, game NFT kini menghadapi kenyataan pahit di mana minat pemain tidak sebanding dengan hype yang pernah ada.

Bagi para pemain Champions Tactics yang masih setia, penutupan ini tentu menjadi kabar buruk. Namun, tawaran untuk pindah ke Might and Magic Fates dengan hadiah dalam game setidaknya menjadi kompensasi kecil dari Ubisoft.

Perlu dicatat juga bahwa ini bukan pertama kalinya Ubisoft menghadapi tantangan besar. Sebelumnya, perusahaan ini juga telah mengambil berbagai keputusan strategis, termasuk konfirmasi kabar Ghost Recon pada Agustus 2025. Industri game memang sedang berada dalam masa transisi yang penuh ketidakpastian.

Penutupan server pada 30 Oktober menandai akhir resmi dari percobaan Ubisoft di ranah game NFT. Meski perusahaan masih mencoba peruntungannya dengan Might and Magic Fates, masa depan game Web3 di bawah naungan Ubisoft masih menjadi tanda tanya besar.

Keputusan ini juga menjadi pelajaran berharga bagi industri game secara keseluruhan. Rilis yang terlambat, tren yang sudah meredup, dan kurangnya inovasi yang signifikan menjadi kombinasi yang sulit untuk menghasilkan game yang sukses.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.