Game PS5 dan kontroler DualSense di atas permukaan

Sony Tetap Lanjutkan Penghentian Cakram PS5 Meski Ada Reaksi Keras

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Sony konfirmasi tetap lanjutkan penghentian cakram PS5 untuk game baru mulai 2028
  • CFO Lin Tao tegaskan keputusan dalam laporan pendapatan dan sesi Q&A investor
  • Alasan utama: digitalisasi konten secara menyeluruh, bukan hanya game
  • Sony akui paham emosi gamer dan akan pertimbangkan pelestarian fisik di masa depan
  • Tokoh industri seperti Hideo Kojima dan Yoko Taro kritik keputusan ini
  • Sony tetap produksi cakram untuk game rilis sebelum 2028 setelah tanggal tersebut
  • Kritik terus berlanjut sejak pengumuman awal Juli 2026, termasuk usulan boikot

Telset.id – Sony tetap melanjutkan rencana penghentian produksi cakram fisik untuk game PS5 baru mulai 2028, meskipun menghadapi reaksi keras dari para gamer dan tokoh industri. Keputusan ini ditegaskan kembali oleh Chief Financial Officer (CFO) Sony, Lin Tao, dalam sesi tanya jawab dengan investor pada laporan pendapatan terbaru perusahaan pekan ini.

Lin Tao mengakui adanya ketidakpuasan luas dari para gamer yang enggan menerima masa depan all-digital. Namun, ia menegaskan bahwa perusahaan akan “cautiously move this forward” atau melanjutkan rencana tersebut secara hati-hati. Pernyataan ini disampaikan melalui penerjemah dalam sesi Q&A investor, sebagaimana dilaporkan oleh Kotaku.

Keputusan kontroversial Sony untuk menghentikan cakram fisik game PS5 baru mulai 2028 ini pertama kali diumumkan pada awal Juli 2026. Sejak pengumuman tersebut, kritik terus berdatangan tanpa henti dari berbagai kalangan, termasuk membanjiri kolom komentar media sosial dengan sentimen kemarahan. Bahkan, muncul usulan boikot yang dipimpin oleh para pemain.

## Alasan di Balik Keputusan Sony

Dalam sesi tanya jawab tersebut, Lin Tao menjelaskan bahwa sejumlah faktor berkontribusi pada keputusan ini. Faktor utama yang disebutkan adalah meningkatnya “digitalization of contents overall,” atau digitalisasi konten secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa hal ini tidak hanya merujuk pada game, tetapi juga konten digital secara umum.

Meskipun Sony menerima apa yang ia sebut sebagai “various opinions” dan “strong views” dari konsumen, serta mengakui bahwa game—terutama dalam bentuk fisik—sering kali “connected to people’s fond memories” atau terhubung dengan kenangan indah seseorang, perusahaan tetap berkomitmen pada rencana tersebut.

Yang menarik, komentar penutup Lin Tao mungkin bisa dibaca sebagai petunjuk adanya kompromi pelestarian fisik di masa depan. “Dan kami memahami emosi tersebut. Kami ingin mempertimbangkannya,” ujarnya. “Dan dalam ekosistem digital masa depan, bagaimana kami melibatkan para gamer adalah sesuatu yang ingin terus kami eksplorasi.”

Game PS5 dan kontroler DualSense

## Reaksi Industri dan Tokoh Game

Kritik terhadap keputusan Sony tidak hanya datang dari para pemain biasa. Tokoh industri terkemuka seperti Hideo Kojima dan kreator Nier Automata, Yoko Taro, juga menyatakan kesedihan mereka atas pergeseran menuju all-digital ini. Perasaan serupa juga diungkapkan oleh beberapa pengembang dari Clair Obscur: Expedition 33, game yang memenangkan penghargaan Game of the Year.

Meskipun Sony telah mengklarifikasi bahwa mereka akan tetap memproduksi cakram untuk game yang dirilis sebelum batas waktu 2028 setelah tanggal tersebut berlalu, kritik terhadap keputusan ini tetap berlanjut. Para gamer dan pengamat industri menilai langkah ini sebagai akhir dari era fisik dalam industri game.

## Dampak bagi Gamer dan Industri

Keputusan ini memiliki implikasi signifikan bagi para gamer yang masih mengandalkan media fisik. Mereka yang memiliki koleksi game fisik tidak akan bisa membeli judul baru dalam format cakram setelah 2028. Sementara itu, para kolektor dan penggemar yang menghargai aspek fisik dari game akan kehilangan opsi tersebut untuk judul-judul baru.

Bagi industri, langkah ini menandai percepatan transisi menuju distribusi digital sepenuhnya. Hal ini sejalan dengan tren yang sudah berjalan di berbagai sektor konten digital lainnya. Namun, kecepatan dan cara Sony mengimplementasikan perubahan ini menjadi sorotan utama.

Sony tampaknya tidak bergeming dengan kritik yang ada. Penegasan kembali rencana ini dalam laporan pendapatan menunjukkan bahwa keputusan tersebut telah melalui pertimbangan matang dari sisi bisnis. Perusahaan tampaknya lebih memprioritaskan arah strategis jangka panjang dibandingkan tekanan sesaat dari konsumen.

Kekhawatiran tentang masa depan game fisik juga muncul di tengah persiapan menuju peluncuran PS6 dalam beberapa tahun ke depan. Keputusan untuk menghentikan cakram PS5 mulai 2028 kemungkinan menjadi bagian dari transisi menuju era konsol yang sepenuhnya digital. Hal ini sejalan dengan bocoran paten PS6 yang beredar sebelumnya.

Sementara itu, Sony juga terus mengembangkan berbagai lini produk lainnya. Perusahaan baru-baru ini meluncurkan kamera sinema FX5 dengan kemampuan rekaman RAW 5K. Di sisi lain, mereka juga menyiapkan headphone entry-level terbaru untuk pasar audio konsumen.

## Masa Depan Distribusi Game

Pernyataan Lin Tao tentang keinginan untuk terus mengeksplorasi cara melibatkan gamer dalam ekosistem digital masa depan membuka ruang interpretasi. Beberapa pihak optimistis bahwa Sony mungkin akan menawarkan solusi pelestarian fisik dalam bentuk tertentu, meskipun belum ada detail konkret yang diumumkan.

Yang jelas, keputusan ini telah menjadi salah satu topik paling hangat dalam industri game tahun ini. Dengan konfirmasi resmi dari pihak Sony, para gamer kini harus bersiap menghadapi kenyataan bahwa era cakram fisik untuk game baru akan segera berakhir.

Bagi mereka yang masih ingin menikmati game dalam bentuk fisik, jendela waktu hingga 2028 masih tersedia. Namun, keputusan Sony ini menegaskan arah industri yang semakin digital, terlepas dari seberapa kuat reaksi dari para penggemar setianya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.