📑 Daftar Isi

Dan Hay, general manager dan creative director StarCraft, menjelaskan desain game first-person shooter StarCraft

Tension Jadi Kunci StarCraft FPS, Blizzard Rilis 2030

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • StarCraft terbaru akan hadir sebagai open-world first-person shooter, bukan RTS
  • Dan Hay sebut tension jadi kunci desain pengalaman first-person
  • Ketegangan terasa "subtly different" dari game RTS asli
  • Pemain harus melindungi diri sendiri tanpa banyak marine di sekitar
  • Sistem pertempuran harus terasa nyata, berbahaya, dan gelap
  • StarCraft masih dalam pengembangan dan dijadwalkan rilis 2030

Telset.id – Blizzard Entertainment mengungkap pendekatan desain untuk game StarCraft terbaru yang akan hadir sebagai open-world first-person shooter, bukan real-time strategy (RTS) seperti seri sebelumnya. General manager dan creative director Dan Hay menyatakan bahwa “tension” atau ketegangan menjadi elemen kunci dalam merancang pengalaman first-person tersebut, dan game ini dijadwalkan rilis pada 2030.

Dalam wawancara dengan TechRadar Gaming di BlizzCon, Dan Hay menjelaskan bahwa perubahan perspektif dari RTS ke first-person memaksa tim pengembang untuk memikirkan ulang cara mengelola sistem pertempuran, dunia, dan musuh StarCraft dengan pendekatan baru, tanpa meninggalkan identitas yang melekat pada seri aslinya.

Pergeseran ini menandai arah baru bagi waralaba StarCraft yang selama ini dikenal lewat gameplay strategi berbasis top-down. Keputusan Blizzard untuk menggarap Open-World Shooter menjadi salah satu perubahan paling signifikan dalam sejarah seri tersebut.

Ketegangan ala RTS yang Kini Terasa Berbeda

Hay menegaskan bahwa “key” dalam merancang pengalaman ini adalah tension, yang sempat diperlihatkan sekilas dalam trailer CGI. Menurutnya, ketegangan tersebut merupakan ketegangan yang sama dari game RTS, “but it’s subtly different” atau terasa sedikit berbeda.

Dalam game RTS, pemain dihadapkan pada dinding musuh Zerg, dan itulah yang menjadi sumber ketegangan. Namun di StarCraft versi first-person, perspektif top-down sudah tidak ada lagi.

“Now your boots on the ground,” ujar Hay. Ia menjelaskan bahwa tim harus memberikan ketegangan saat deployment, seperti yang diperlihatkan dalam teaser, lalu menghadirkan ketegangan karena tidak ada banyak marine di sekitar yang bisa dilewati begitu saja. “It’s you. You have to protect yourself. You have to figure out how to fix your armor. You have to figure out how to push back against it,” lanjutnya.

Hay menutup penjelasan itu dengan pernyataan bahwa setiap tembakan menjadi penting. “Every shot matters. Everything you do matters. So the tension feels even greater,” katanya.

Sistem Pertempuran Harus Terasa Nyata dan Berbahaya

Hay menjelaskan bahwa sistem pertempuran dalam game ini harus terasa “very, very clean and dangerous and mean and dark.” Menurutnya, StarCraft memang mampu menghadirkan suasana tersebut. “The mood is dark, but also, in a strange way, hopeful,” ujarnya.

Tanpa mengungkap terlalu banyak detail, pengembang menyatakan bahwa tim harus membuat musuh yang dihadapi pemain terasa nyata, sekaligus menyeimbangkan tantangan berada di dalam armor setinggi 10 kaki yang beratnya 1.000 pound.

“It’s because the thing that’s out there is going to try and shuck me like an oyster,” kata Hay. Ia menggambarkan ancaman di luar sana akan berusaha membuka dan memakan isi tubuh pemain. Karena itu, tim harus membangun game sedemikian rupa sehingga semuanya masuk akal, termasuk saat pemain bergerak, menyerang, dan menembak.

Hay juga menyebut bahwa apa pun yang menyerang pemain harus terasa seperti onslaught, di mana pemain harus membendung gelombang serangan dan mencari cara menghentikan biomass yang menyerang. Semua itu, menurutnya, harus terasa nyata.

Pendekatan desain semacam ini menunjukkan bahwa Blizzard menempatkan realisme pengalaman first-person sebagai fondasi utama, bukan sekadar memindahkan mekanik RTS ke sudut pandang baru. Bagi penggemar yang mengikuti perkembangan waralaba ini, arah baru tersebut menjadi salah satu hal yang paling dinantikan menjelang perilisan.

StarCraft saat ini masih dalam tahap pengembangan dan dijadwalkan hadir pada 2030. Informasi tersebut menegaskan bahwa proyek ini merupakan salah satu judul jangka panjang Blizzard yang akan menjadi penanda arah baru bagi seri legendaris tersebut.

[IMAGE: https://cdn.mos.cms.futurecdn.net/G5xUXWMDmH7tKyiwfURRr3.jpg]

Cuplikan dari trailer pengungkapan StarCraft yang memperlihatkan trooper Holt menembakkan senjatanya ke arah musuh yang datang.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.