📑 Daftar Isi

Herindra Pimpin PB ESI 2026-2030, Targetkan Indonesia Pusat Esports Asia

Herindra Pimpin PB ESI 2026-2030, Targetkan Indonesia Pusat Esports Asia

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) masa bakti 2026-2030. Kepemimpinan baru ini membawa target meningkatkan prestasi internasional sekaligus menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat kekuatan esports Asia.

Herindra yang saat ini menjabat Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) memandang kepemimpinan PB ESI sebagai amanah strategis untuk membangun prestasi sekaligus memperkuat posisi generasi muda Indonesia dalam transformasi digital. Pengukuhan tersebut berlangsung di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

“Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar atau penonton. Talenta lokal harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan pemain kunci di pasar global,” kata Herindra di Jakarta, Selasa (15/9).

Menurutnya, prestasi pada SEA Games, Asian Games hingga World Esports Championship membuktikan esports telah berkembang menjadi profesi yang menuntut disiplin, dedikasi dan intelektualitas. PB ESI akan memperkuat jalur prestasi atlet, standardisasi pembinaan, perlindungan pemain serta ekosistem industri yang sehat.

“Prestasi internasional bukan hanya soal medali, tetapi juga bentuk diplomasi digital yang memperkuat citra Indonesia,” ujarnya.

Sejalan dengan agenda transformasi digital nasional, penguatan ekosistem esports dinilai membutuhkan dukungan teknologi yang mumpuni, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan. Perkembangan ini juga tercermin dari sejumlah inovasi, seperti langkah Meta AI Gandeng sejumlah media Eropa untuk memperkuat akurasi informasi.

KONI Optimistis Esports Indonesia Berlari Lebih Kencang

Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman optimistis kepengurusan PB ESI masa bakti 2026-2030 di bawah kepemimpinan Herindra mampu membawa esports Indonesia berlari lebih kencang mengejar prestasi dunia.

Hal tersebut disampaikan Marciano usai melantik dan mengukuhkan kepengurusan PB ESI 2026-2030 di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

“PB Esports Indonesia ini telah melahirkan atlet-atlet yang berprestasi dan membanggakan kita semua. Mereka telah berhasil meraih juara, baik di tingkat ASEAN, di tingkat Asia, maupun di tingkat dunia,” kata Marciano.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan prestasi Indonesia, termasuk menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya. Ia pun memberikan dukungan penuh kepada Herindra dan jajaran pengurus baru agar pembinaan atlet dan tata kelola organisasi semakin kuat.

Marciano juga menekankan pentingnya menjadikan Indonesia sebagai “tuan rumah” dalam industri esports dengan memperbesar ruang bagi game karya anak bangsa.

“Esports ini juga harus menjadi tuan rumah di negara kita sendiri. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas dan menyosialisasikan game-game yang merupakan produk dalam negeri,” ujarnya.

Dukungan terhadap pengembangan ekosistem digital dan penyebaran informasi yang kredibel juga menjadi perhatian sejumlah platform. Langkah YouTube Hadirkan Hub khusus berita terpercaya menjadi salah satu contoh bagaimana industri teknologi turut menjaga kualitas konten di ruang digital.

Sementara itu, Ketua Umum PB ESI Muhammad Herindra menyebut kepemimpinan PB ESI sebagai pekerjaan besar untuk membawa esports Indonesia semakin maju. Ia optimistis besarnya potensi talenta muda dapat menjadi kekuatan Indonesia di panggung internasional.

“Saya yakin bahwa ke depan kita akan dapat banyak berprestasi. Karena saya melihat banyak talenta-talenta muda Indonesia yang mempunyai bakat untuk membawa Indonesia lebih berbicara di tingkat internasional,” tegas Herindra.

PB ESI, lanjutnya, akan menyusun program untuk meningkatkan prestasi sekaligus memperkuat ekosistem esports nasional. Target besarnya adalah menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat kekuatan esports Asia, dengan dukungan terhadap atlet serta pengembangan ekosistem lokal.

Pemerintah Dukung Pembinaan Jangka Panjang

Dukungan juga disampaikan Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat. Menurutnya, esports kini telah berkembang setara dengan cabang olahraga lain dan membutuhkan pola pembinaan jangka panjang.

“Jangan orang berasumsi bahwa esports ini hanya main game, tapi mereka butuh latihan itu juga,” ungkap Taufik.

Taufik menegaskan pemerintah mendukung kepengurusan PB ESI 2026-2030. Menurutnya, pembinaan atlet tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan harus dimulai sejak usia dini dan dilakukan secara berkelanjutan.

“Saya rasa esports ini sekarang sudah sama dengan olahraga-olahraga yang lain yang perlu kita kembangkan lagi. Dan kita juga harus tahu bahwa ke depannya esports ini akan lebih besar lagi,” pungkasnya.

Dengan susunan kepengurusan baru yang resmi dikukuhkan, PB ESI masa bakti 2026-2030 memikul tanggung jawab memperkuat jalur prestasi atlet, standardisasi pembinaan, perlindungan pemain, serta pengembangan ekosistem industri yang sehat. Target menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat kekuatan esports Asia menjadi arah utama kepemimpinan Herindra, sejalan dengan upaya memperkuat posisi generasi muda dalam transformasi digital.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.