Tampilan fitur Build Roblox yang memungkinkan pengguna membuat game dari perangkat seluler dengan bantuan kecerdasan buatan

Roblox Rilis Fitur Build untuk Bikin Game Lewat HP Pakai AI

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø8 menit membaca
Bagikan:
  • Roblox mengumumkan fitur Build yang memungkinkan pengguna membuat game dari HP menggunakan AI
  • Cukup ketik teks seperti "game petualangan di hutan" untuk menghasilkan game dasar
  • Fitur menggunakan model AI open-source dan proprietary Roblox untuk gameplay, lingkungan, karakter, suara
  • Kekhawatiran muncul tentang kualitas game dan persaingan dengan konten AI
  • 52% profesional game percaya AI generatif berdampak negatif pada industri
  • Roblox akan memberi peringkat game AI berdasarkan retensi pemain
  • Alpha testing 28 Juli di Selandia Baru untuk pengguna 9+ dengan verifikasi usia
  • Pengguna 16+ bisa publikasikan game ke audiens global
  • Ada versi gratis dan berbayar
  • Roblox juga kembangkan agen AI untuk playtesting dan analitik
  • Model fondasi AI untuk aset 3D dan chatbot AI untuk developer
  • "Model pembuatan adegan baru" bisa ciptakan adegan 3D dari satu teks
  • Roblox akan hentikan fitur Roblox Connect

Telset.id – Roblox resmi mengumumkan fitur baru bernama ā€œBuildā€ yang memungkinkan pengguna merancang game langsung dari perangkat seluler mereka dengan bantuan kecerdasan buatan (AI). Fitur ini memungkinkan siapa pun mengubah perintah teks sederhana menjadi game dasar tanpa perlu pengalaman pemrograman sama sekali.

Jika seorang pengguna mengetik, ā€œMari buat game petualangan yang nyaman di hutan lebat,ā€ fitur Build akan menghasilkan versi awal game tersebut. Pengguna kemudian dapat memodifikasi dan membagikannya dengan teman-teman. ā€œDidukung oleh serangkaian model AI yang luas, termasuk model open-source dan model kepemilikan Roblox, Build menangani mekanisme gameplay, lingkungan, karakter, gaya visual, suara, dan lainnya,ā€ tulis perusahaan dalam blog resminya.

Perusahaan seperti Google, Microsoft, dan Tencent telah membangun alat serupa. Namun, pembuatan game berbasis AI telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengembang dan pemain. Kritikus berpendapat bahwa menurunkan hambatan untuk membuat game melalui perintah teks dapat menyebabkan masuknya game berkualitas rendah dan repetitif.

Hal ini juga dapat meningkatkan persaingan di platform, karena kreator harus bersaing tidak hanya dengan pengembang lain tetapi juga dengan konten buatan AI yang dapat diproduksi jauh lebih cepat. Kekhawatiran ini tercermin dalam survei Game Developers Conference State of the Game Industry tahun ini, yang menemukan bahwa 52% profesional industri game percaya AI generatif berdampak negatif pada industri.

Untuk mengatasi hal ini, Roblox berencana memberi peringkat pada game buatan AI berdasarkan retensi pemain, mirip dengan sistem yang digunakan untuk game lain di platform. Jika sebuah game tidak dimainkan, game tersebut tidak akan ditampilkan secara menonjol. ā€œSistem penemuan kami dirancang untuk menyoroti game dengan retensi jangka panjang, yang tidak termasuk AI slop. Kualitas game di beranda tidak berubah: Jika tidak ada yang memainkannya — tidak ada yang dapat menemukannya. Tujuan dari alat baru ini adalah untuk terus mempercepat kreasi di semua level pengalaman,ā€ tambah perusahaan.

Fitur Build akan memasuki pengujian alpha publik pada 28 Juli, tersedia untuk pengguna di Selandia Baru berusia sembilan tahun ke atas yang telah memverifikasi usia mereka. Pengguna berusia 16 tahun ke atas akan memiliki kesempatan untuk mempublikasikan kreasi mereka ke audiens global. Akan ada versi dasar gratis bersama dengan opsi berbayar.

Selain fitur Build, Roblox juga sedang mengembangkan agen AI yang akan membantu kreator dalam playtesting dan memberikan analitik. Fitur-fitur ini diantisipasi akan diluncurkan dalam beberapa bulan mendatang. Fitur baru ini menyoroti investasi berkelanjutan Roblox di AI, termasuk model fondasi AI untuk menghasilkan aset game 3D dan chatbot AI untuk mendukung pengembang melalui proses pembuatan game.

Selain itu, Roblox sedang mengembangkan ā€œmodel pembuatan adegan baruā€ yang mampu menciptakan adegan 3D yang dapat diedit dan dimainkan sepenuhnya dari satu perintah teks. Pengumuman ini datang tak lama setelah Roblox mengungkapkan rencana untuk menghentikan ā€œRoblox Connect,ā€ fitur panggilan video berbasis avatar yang diperkenalkan pada tahun 2023.

Perubahan signifikan dalam cara pembuatan game ini tentu akan berdampak pada ekosistem pengembang di platform. Sebelumnya, Roblox telah menerapkan Akun Berbasis Usia secara global untuk meningkatkan keamanan pengguna.

Fitur Build ini menandai langkah berani Roblox dalam mendemokratisasi pengembangan game. Dengan menurunkan hambatan teknis, siapa pun kini dapat mewujudkan ide game mereka hanya dengan mengetikkan teks. Namun, kemudahan ini juga membawa tantangan baru terkait kualitas konten dan persaingan di platform.

Roblox telah mengantisipasi kekhawatiran ini dengan sistem peringkat berbasis retensi pemain. Artinya, game yang tidak menarik minat pemain tidak akan muncul di beranda. Pendekatan ini diharapkan dapat menyaring konten berkualitas rendah yang dihasilkan AI. Perusahaan juga menekankan bahwa kualitas game di beranda tidak akan berubah karena sistem penemuan tetap memprioritaskan game dengan retensi jangka panjang.

Pengujian alpha publik yang dimulai pada 28 Juli akan menjadi ujian awal bagi fitur ini. Dengan hanya tersedia di Selandia Baru untuk pengguna berusia sembilan tahun ke atas, Roblox tampak berhati-hati dalam meluncurkan fitur ini. Pengguna berusia 16 tahun ke atas akan mendapat kesempatan mempublikasikan kreasi mereka ke audiens global, menunjukkan adanya batasan usia untuk mencegah penyalahgunaan.

Model bisnis fitur Build juga menarik untuk dicermati. Adanya versi dasar gratis dan opsi berbayar menunjukkan Roblox ingin menjangkau sebanyak mungkin pengguna sambil tetap memonetisasi fitur ini. Strategi serupa telah digunakan oleh platform lain seperti Canva dan Figma yang menawarkan versi gratis dengan fitur terbatas dan versi berbayar dengan fitur lengkap.

Pengembangan agen AI untuk playtesting dan analitik menunjukkan komitmen Roblox untuk mendukung kreator tidak hanya dalam pembuatan game tetapi juga dalam pengujian dan optimasi. Ini bisa menjadi nilai tambah signifikan bagi pengembang indie yang mungkin tidak memiliki sumber daya untuk melakukan playtesting ekstensif.

Model fondasi AI untuk menghasilkan aset game 3D dan chatbot AI untuk mendukung pengembang melalui proses pembuatan game adalah bagian dari ekosistem alat AI yang lebih luas yang sedang dibangun Roblox. Ini menunjukkan bahwa Roblox tidak hanya fokus pada pembuatan game dari teks tetapi juga pada seluruh siklus pengembangan game.

ā€œModel pembuatan adegan baruā€ yang mampu menciptakan adegan 3D yang dapat diedit dan dimainkan dari satu perintah teks adalah pengembangan paling ambisius. Jika berhasil, ini bisa mengubah cara game dibuat di Roblox secara fundamental. Kreator tidak perlu lagi membangun adegan dari awal; mereka cukup mendeskripsikan adegan yang diinginkan dan AI akan mewujudkannya.

Keputusan untuk menghentikan Roblox Connect, fitur panggilan video berbasis avatar, menunjukkan bahwa Roblox bersedia menghentikan fitur yang kurang diminati untuk fokus pada pengembangan yang lebih strategis. Ini adalah praktik umum di industri teknologi di mana perusahaan terus mengevaluasi portofolio fitur mereka.

Langkah Roblox menggunakan Video Selfie untuk Verifikasi sebelumnya menunjukkan keseriusan platform dalam menjaga keamanan pengguna, terutama anak-anak. Fitur Build yang memungkinkan publikasi game juga memerlukan sistem verifikasi yang ketat untuk mencegah konten tidak pantas.

Dari sisi industri, langkah Roblox ini sejalan dengan tren adopsi AI di sektor game. Google, Microsoft, dan Tencent telah mengembangkan alat serupa, menunjukkan bahwa AI dalam pembuatan game bukan lagi sekadar eksperimen tetapi sudah menjadi strategi bisnis. Namun, kekhawatiran tentang dampak negatif AI pada industri game tetap menjadi isu hangat.

Survei Game Developers Conference yang menemukan 52% profesional industri game percaya AI generatif berdampak negatif menunjukkan bahwa ada resistensi signifikan terhadap teknologi ini. Roblox perlu mengelola transisi ini dengan hati-hati agar tidak mengasingkan basis pengembang setianya.

Sistem peringkat berbasis retensi pemain yang dijanjikan Roblox bisa menjadi solusi untuk menjaga kualitas konten. Dengan memprioritaskan game yang dimainkan dalam jangka panjang, platform dapat memastikan bahwa hanya game berkualitas yang muncul di permukaan, terlepas dari apakah game tersebut dibuat oleh manusia atau AI.

Pernyataan Roblox bahwa ā€œkualitas game di beranda tidak berubahā€ adalah upaya untuk meyakinkan pengembang dan pemain bahwa standar kualitas tetap dijaga. Namun, efektivitas sistem ini hanya akan terbukti setelah fitur Build diluncurkan secara luas.

Untuk pengguna di Indonesia, fitur Build belum tersedia karena pengujian alpha terbatas di Selandia Baru. Namun, jika sukses, fitur ini kemungkinan akan diperluas ke negara lain termasuk Indonesia. Regulasi seperti PP Tunas yang mengatur keamanan digital anak mungkin akan mempengaruhi cara fitur ini diimplementasikan di Indonesia.

Diskusi kepatuhan Roblox terhadap PP Tunas masih berlangsung, dan fitur baru seperti Build mungkin akan menjadi bagian dari diskusi tersebut. Roblox perlu memastikan bahwa fitur ini mematuhi regulasi perlindungan anak di berbagai negara.

Fitur Build juga membuka peluang baru bagi kreator konten di Roblox. Dengan kemampuan membuat game hanya dengan mengetik teks, lebih banyak orang dapat menjadi kreator. Ini bisa meningkatkan jumlah konten di platform secara signifikan, yang pada gilirannya dapat menarik lebih banyak pemain.

Namun, banjir konten buatan AI juga bisa menyebabkan kebisingan di platform. Pemain mungkin kesulitan menemukan game berkualitas di tengah banyaknya game generik. Sistem peringkat berbasis retensi pemain diharapkan dapat mengatasi masalah ini, tetapi implementasinya harus tepat.

Roblox Australia telah mengambil langkah melindungi anak dengan Akun Berbasis Usia, dan fitur Build dengan batasan usia publikasi menunjukkan kesadaran Roblox akan pentingnya perlindungan anak. Pengguna berusia 16 tahun ke atas yang dapat mempublikasikan game adalah langkah yang masuk akal untuk mencegah anak-anak terlalu muda mempublikasikan konten tanpa pengawasan.

Kolaborasi dengan FIFA untuk membawa Piala Dunia 2026 ke Roblox dengan skor langsung dan 48 tim menunjukkan bahwa Roblox juga fokus pada konten bermerek besar. Fitur Build mungkin akan memungkinkan kreator membuat game bertema Piala Dunia, menambah semarak acara olahraga global di platform.

Secara keseluruhan, fitur Build Roblox adalah langkah berani yang bisa mengubah lanskap pengembangan game di platform. Dengan menurunkan hambatan teknis melalui AI, Roblox membuka pintu bagi lebih banyak kreator. Namun, tantangan kualitas konten dan persaingan tetap harus dikelola dengan hati-hati.

Keberhasilan fitur ini akan sangat bergantung pada implementasi sistem peringkat berbasis retensi pemain dan kemampuan Roblox untuk menjaga keseimbangan antara kuantitas dan kualitas konten. Pengujian alpha di Selandia Baru akan menjadi indikator awal apakah fitur ini siap diluncurkan secara global.

Bagi pengembang game tradisional, fitur Build mungkin terlihat sebagai ancaman. Namun, alat AI ini juga bisa menjadi peluang bagi mereka untuk mempercepat proses pengembangan dan fokus pada aspek kreatif yang lebih tinggi. Pengembang yang dapat beradaptasi dengan alat AI kemungkinan akan memiliki keunggulan kompetitif.

Dari perspektif pemain, fitur Build berarti lebih banyak game untuk dimainkan. Namun, pemain juga harus lebih selektif karena kualitas game mungkin bervariasi. Sistem peringkat Roblox diharapkan dapat membantu pemain menemukan game terbaik di antara ribuan game baru yang mungkin muncul.

Masa depan pengembangan game di Roblox dengan AI tampak cerah namun penuh tantangan. Fitur Build adalah langkah pertama dari serangkaian alat AI yang direncanakan Roblox. Jika berhasil, Roblox bisa menjadi platform paling inklusif untuk pembuatan game di dunia.

Namun, jika gagal mengelola kualitas konten, Roblox bisa kebanjiran game berkualitas rendah yang justru merusak pengalaman pengguna. Keputusan Roblox untuk menghentikan Roblox Connect menunjukkan bahwa perusahaan tidak ragu untuk mengakui kesalahan dan pivot jika diperlukan.

Dengan peluncuran alpha pada 28 Juli, dunia akan segera melihat apakah visi Roblox untuk demokratisasi pengembangan game melalui AI dapat terwujud. Sampai saat itu, pengembang dan pemain sama-sama menunggu dengan antisipasi campuran antara kegembiraan dan kekhawatiran.

Fitur Build Roblox adalah contoh sempurna bagaimana AI mengubah industri kreatif. Seperti halnya AI dalam seni dan musik, AI dalam game menimbulkan pertanyaan tentang orisinalitas, kualitas, dan peran manusia dalam proses kreatif. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini mungkin akan ditemukan dalam beberapa bulan ke depan.

Yang jelas, Roblox telah membuat langkah berani. Entah akan menjadi langkah maju yang revolusioner atau langkah yang terlalu cepat, hanya waktu yang akan menjawab. Yang pasti, industri game tidak akan pernah sama lagi setelah fitur Build diluncurkan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.