Telset.id – Emulator PlayStation 3, RPCS3, baru saja mengumumkan pencapaian signifikan dengan 75% dari total library game PS3 yang sudah dapat dimainkan di PC. Capaian ini hadir di tengah keputusan Sony yang akan menutup PlayStation Store untuk PS3 pada Juli 2027, menciptakan kontras yang tidak nyaman antara upaya pelestarian game dan kebijakan perusahaan.
Pengumuman dari tim pengembang RPCS3 datang kurang dari dua pekan setelah Sony mengonfirmasi rencana penutupan toko digital untuk konsol legendarisnya. Meskipun RPCS3 tidak menyajikan pencapaian ini sebagai respons langsung terhadap Sony, timing-nya tetap menimbulkan perbandingan yang menarik. Di satu sisi, akses resmi ke game-game lawas PlayStation semakin menyempit, sementara di sisi lain, proyek preservasi independen berhasil membuat lebih banyak game tersebut berfungsi di perangkat keras modern.
Menurut keterangan resmi yang diunggah melalui akun Twitter/X resmi RPCS3, sebanyak 2.681 dari total 3.559 game yang terlacak kini berstatus “playable.” Status ini berarti game-game tersebut dapat diselesaikan dengan performa yang dapat diterima dan tanpa bug yang mengganggu progres pemain.

Apa Arti Status Playable?
RPCS3 tidak memberikan predikat “playable” secara sembarangan. Sebuah game harus berjalan cukup baik hingga bisa ditamatkan tanpa bug serius yang menghalangi progres. Masalah visual atau performa yang lebih kecil mungkin masih ada, sehingga tidak ada jaminan pengalaman bermain yang sempurna seperti versi remaster.
Selain game yang berstatus playable, terdapat 816 game lainnya yang sudah bisa mencapai gameplay tetapi masih memiliki masalah yang cukup parah sehingga belum memenuhi syarat untuk predikat tersebut. Hanya 62 judul game yang masih terbatas pada menu atau loading dasar. Pembagian kategori ini memberikan bobot lebih pada angka 75% yang dicapai RPCS3, karena bukan sekadar angka yang digelembungkan oleh ribuan game yang bisa booting sebentar lalu crash.
Konteks Penutupan Store Sony
Keputusan Sony untuk menutup PlayStation Store PS3 bukanlah satu-satunya langkah mundur perusahaan dari produk fisik. Sony juga akan menghentikan produksi cakram fisik untuk semua rilis PlayStation baru mulai Januari 2028, yang berarti game-game masa depan hanya akan tersedia dalam format digital.
Penutupan store akan dimulai lebih awal di wilayah tertentu, yaitu pada Agustus 2026. Sementara itu, penutupan global dijadwalkan pada Juli 2027. Konten yang sudah dibeli sebelumnya masih dapat diunduh setelah penutupan, meskipun Sony belum menjadikan akses tersebut bersifat permanen.
Ini bukan pertama kalinya Sony mencoba menutup PS3 Store. Perusahaan pernah membatalkan keputusan serupa pada tahun 2021 setelah mendapat protes keras dari para pemain. Namun, penangguhan hukuman selama lima tahun itu kini memiliki tanggal kedaluwarsa yang pasti.
Baca Juga:
Yang Dibutuhkan Pemain
Penting untuk dicatat bahwa RPCS3 tidak menyertakan game di dalamnya. Pemain harus melakukan dump sendiri dari keping disc atau kopi digital mereka menggunakan Blu-ray drive yang kompatibel atau PS3 asli. Ini bukanlah toko pengganti yang penuh dengan unduhan gratis.
Persyaratan ini memperlihatkan batasan yang janggal dari upaya pelestarian ketika penjualan resmi sudah berakhir. Emulasi memang bisa menjaga perangkat lunak lama tetap berfungsi, tetapi pemain tetap membutuhkan kopi legal di tempat pertama. Siapa pun yang ingin membangun koleksi digital PS3 yang legal harus menyelesaikannya sebelum pembelian ditutup di wilayah mereka.
RPCS3 mungkin bisa menjaga game-game tersebut tetap berjalan setelahnya, tetapi tidak bisa menjual kopi yang terlewatkan oleh para pemain. Situasi ini menempatkan para gamer pada posisi yang sulit: mereka harus segera membeli game yang diinginkan sebelum toko tutup, atau kehilangan akses legal untuk mendapatkannya.
Dampak bagi Industri Game
Pencapaian RPCS3 dan kebijakan Sony ini membuka diskusi lebih luas tentang preservasi game digital. Ketika perusahaan seperti Sony mulai menutup akses ke game-game lawas, peran emulator dan proyek preservasi independen menjadi semakin krusial.
Meskipun Sony menyatakan bahwa konten yang sudah dibeli masih bisa diunduh, ketidakpastian tentang masa depan akses tersebut membuat banyak pemain khawatir. Ditambah dengan penghentian produksi disc fisik pada 2028, masa depan koleksi game fisik dan digital semakin tidak menentu.
Di sisi lain, RPCS3 terus dikembangkan dengan fitur-fitur baru, perbaikan, dan optimasi. Tim pengembang menyatakan bahwa mereka semakin dekat untuk melestarikan seluruh library PS3. Ini menjadi angin segar bagi para penggemar yang ingin tetap memainkan game-game klasik di platform modern.
Perbandingan dengan Kebijakan Sony Lainnya
Kebijakan Sony untuk beralih ke digital sepenuhnya mendapat banyak kritik dari komunitas game. Beberapa pihak menilai langkah ini terlalu cepat dan tidak mempertimbangkan kepentingan konsumen yang masih menginginkan opsi fisik. Apalagi, game fisik seringkali menjadi pilihan bagi mereka yang memiliki keterbatasan akses internet atau ingin memiliki koleksi yang bisa diperjualbelikan kembali.
Sementara itu, keberhasilan RPCS3 menunjukkan bahwa masih ada permintaan yang tinggi untuk memainkan game-game PS3 di platform lain. Emulator ini membuktikan bahwa teknologi emulasi sudah cukup matang untuk memberikan pengalaman bermain yang memuaskan, meskipun tidak sempurna.
Bagi para pemain yang ingin menikmati game PS3 di PC, RPCS3 menjadi solusi yang paling menjanjikan. Namun, mereka tetap harus mematuhi aturan hukum dengan hanya menggunakan kopi game yang mereka miliki secara legal.





Komentar
Belum ada komentar.