Telset.id – Entertainment Software Association (ESA) menyatakan bahwa server private dan komunitas untuk game seperti Minecraft adalah ilegal dan setara dengan pembajakan. Pernyataan ini disampaikan saat ESA menentang RUU perlindungan game California, AB 1921, yang justru bertujuan menyelamatkan game-game lawas.
Klaim ESA ini kontras dengan kenyataan bahwa Mojang, pengembang Minecraft, secara resmi menyediakan file server untuk diunduh gratis di situs resminya. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Presiden Urusan Pemerintah Negara Bagian ESA, Jennifer Gibbons, dalam sidang komite Senat California.
RUU AB 1921, yang dikenal sebagai Protect Our Games Act, mewajibkan penerbit game yang bergantung pada server untuk memberikan pemberitahuan 60 hari sebelum menutup server. Setelah itu, penerbit harus menyediakan versi game yang bisa dimainkan, patch, atau memberikan refund kepada pemain.
Anggota Majelis Chris Ward, yang mengajukan RUU tersebut, mengangkat isu server komunitas sebagai salah satu cara untuk menjaga game tetap berjalan setelah dukungan resmi berakhir. Namun, ESA memiliki pandangan berbeda.
“Mereka ilegal. Mereka sama sekali tidak berafiliasi dengan Microsoft. Microsoft, untuk Minecraft, mendapat banyak kritik karena server komunitas tersebut tidak menerapkan standar keamanan yang sama seperti yang dilakukan Microsoft di server Minecraft mereka,” kata Gibbons menanggapi komentar Ward.
RUU AB 1921 sendiri akhirnya gagal di komite dengan suara empat menolak dan tiga mendukung, serta empat abstain. Meski demikian, RUU tersebut diberikan kesempatan untuk dipertimbangkan kembali.
Baca Juga:
## Argumen ESA dan Kontradiksinya
Gibbons menyebut server private sebagai “pembajakan” dan berargumen bahwa server komunitas tidak terafiliasi dengan penerbit dan tidak menjunjung standar kepercayaan dan keamanan yang sama. Namun, argumen ini memiliki kelemahan signifikan.
Mojang, pengembang Minecraft, justru menerbitkan server Minecraft khusus sebagai file Java dan mendokumentasikan cara menjalankannya. Valve juga mendistribusikan SteamCMD dan alat server khusus untuk ratusan judul game, memungkinkan pemain menjalankan server pertandingan mereka sendiri di sistem mereka.
Menjalankan server untuk game yang sudah dibeli jelas berada dalam izin yang diberikan penerbit tersebut. Untuk Minecraft, ini bahkan merupakan pengaturan yang direkomendasikan Mojang sendiri untuk multiplayer gratis.
Minecraft bukan satu-satunya game dengan situasi ini. Palworld, Valheim, ARK: Survival Ascended, dan Counter-Strike 2 semuanya mengirimkan perangkat lunak server khusus resmi yang dapat dijalankan di PC cadangan atau VPS sewaan.
Garis yang dilewati ESA bersifat teknis. Menjalankan biner server milik penerbit sendiri adalah aktivitas berlisensi, bukan salinan tidak sah yang disiratkan oleh perbandingan pembajakan.
Gibbons mengutip laporan Notorious Markets dari Perwakilan Perdagangan AS sebagai preseden untuk klaim pembajakan. Laporan tersebut memang menyebut server private sebagai pusat pelanggaran, seperti Warmane dan Firestorm dalam laporan 2018.
Namun, server-server World of Warcraft tersebut memungkinkan pemain menghindari langganan Blizzard, skenario yang sangat berbeda dari menjalankan server multiplayer gratis untuk game yang sudah dibayar. Server WoW itu ada hanya karena Blizzard tidak pernah merilis servernya sendiri, sehingga operator harus membangun ulang backend dari awal melalui rekayasa balik, yang justru memicu klaim hak cipta tersebut.
AB 1921 tidak mewajibkan hal semacam itu. Solusinya memungkinkan penerbit mematuhi aturan dengan merilis alat server resmi — persis seperti yang sudah dilakukan Mojang dengan Minecraft. Sebuah perusahaan yang mendistribusikan perangkat lunak servernya sendiri jelas tidak bisa melanggar IP-nya sendiri.
## Dampak pada Pemain dan Industri
RUU AB 1921 dibangun di atas AB 2426 California sebelumnya, yang mewajibkan penjual untuk mengungkapkan bahwa pembelian digital adalah lisensi, bukan salinan yang dimiliki. Sebelumnya, pemeriksaan DRM singkat selama 30 hari pada bulan April menyebabkan beberapa pembeli PlayStation kehilangan akses ke game yang telah mereka bayar.
Gibbons juga merujuk pada dua gugatan yang tertunda terhadap server private, tetapi tidak menyebutkan namanya. ESA juga tidak mengidentifikasi kasus-kasus tersebut dalam pernyataan tertulisnya, yang mengatakan server private melanggar hak kekayaan intelektual penerbit dan mereka berhak untuk bertindak terhadapnya.
Pernyataan ESA ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan gamer dan pengamat industri. Jika pandangan ESA diterima secara hukum, maka ribuan server komunitas untuk berbagai game populer bisa dianggap ilegal. Ini akan mengancam ekosistem game multiplayer yang selama ini dinikmati pemain.
Bagi pemain yang ingin menjaga privasi data dan pengalaman bermain, penting untuk memahami implikasi dari kebijakan ini. Beberapa platform menawarkan pengaturan private untuk melindungi data pengguna.
## Masa Depan Server Private
Situasi ini menyoroti ketegangan antara hak penerbit untuk mengontrol IP mereka dan keinginan pemain untuk menjaga game tetap hidup setelah dukungan resmi berakhir. Server komunitas telah menjadi tulang punggung banyak game lawas yang masih dimainkan hingga saat ini.
RUU AB 1921, jika akhirnya disahkan, bisa menjadi preseden penting bagi hak pemain untuk melanjutkan game yang mereka cintai. Namun, oposisi keras dari ESA menunjukkan bahwa jalan menuju perlindungan game masih panjang.
Bagi pengguna yang peduli dengan privasi dan keamanan data saat bermain game online, memahami perbedaan antara server resmi dan komunitas menjadi krusial. Beberapa browser juga menawarkan fitur private browsing untuk melindungi aktivitas online.
Dengan California Assembly yang telah menyetujui AB 1921 pada bulan Mei dengan suara 43 berbanding 16, perdebatan ini kemungkinan akan berlanjut. Keputusan akhir akan menentukan apakah pemain bisa terus menjalankan server komunitas atau harus tunduk pada kebijakan penerbit.






Komentar
Belum ada komentar.