Kontroler Xbox dengan latar belakang gelap

Xbox PHK Massal 2026: Arkane Ditutup, Game Blade Dibatalkan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • Microsoft PHK massal divisi Xbox mulai 6 Juli 2026
  • Arkane Studios ditutup, game Marvel's Blade dibatalkan
  • Lima studio akan ditutup atau dijual: Compulsion Games, Double Fine, Ninja Theory, Undead Labs, Arkane
  • Proyek Blade alami pembengkakan anggaran dan penundaan
  • CEO baru Asha Sharma peringatkan divisi over-extended
  • 14.600 pekerja game di-PHK pada 2024, 10.500 pada 2023
  • Akuisisi Activision Blizzard King senilai $69 miliar selesai 2023
  • IO Interactive terdampak, Kojima Productions' OD tidak terkena dampak

Telset.id – Microsoft dikabarkan akan melakukan PHK massal di divisi Xbox mulai 6 Juli 2026, termasuk menutup Arkane Studios dan membatalkan pengembangan game Marvel’s Blade. Langkah ini menjadi babak baru dalam rangkaian restrukturisasi besar-besaran yang telah berlangsung sejak 2024.

Menurut laporan Tom Warren dari The Verge, Microsoft tengah mempertimbangkan untuk menutup Arkane Studios dan menghentikan proyek Blade yang telah dikerjakan sejak akhir 2023. Keputusan ini merupakan bagian dari gelombang PHK yang lebih luas di divisi Xbox.

Kombinasi laporan dari Bloomberg dan GamesBeat mengindikasikan bahwa Microsoft bersiap untuk menutup atau menjual lima studio game minggu depan: Compulsion Games, Double Fine, Ninja Theory, Undead Labs, dan Arkane. Langkah ini menunjukkan skala restrukturisasi yang belum pernah terjadi sebelumnya di ekosistem Xbox.

Game Marvel’s Blade sendiri tidak mendapatkan pembaruan selama lebih dari dua tahun. The Verge melaporkan bahwa proyek tersebut mengalami pembengkakan anggaran dan menghadapi berbagai penundaan. Xbox kini sedang menjajaki opsi untuk menjual Arkane, pendekatan serupa yang dilaporkan juga diterapkan pada Compulsion, Double Fine, Ninja Theory, dan Undead Labs.

Seluruh divisi Xbox bersiap menghadapi PHK setelah memo dari CEO baru Asha Sharma dan Chief Content Officer Matt Booty yang memperingatkan, ā€œKami menemukan diri kami terlalu melebar… Ke depannya, ini tidak bisa berlanjut.ā€ Pernyataan ini menjadi indikasi kuat bahwa Microsoft menyadari adanya masalah struktural dalam operasional divisi gamenya.

Anggota serikat pekerja Xbox yang diwakili oleh CWA telah menyatakan kekecewaan dan frustrasi mereka terhadap kepemimpinan Microsoft menjelang pemutusan hubungan kerja ini. Mereka menyerukan negosiasi itikad baik dan transparansi dari pihak manajemen.

Arkane Studios lebih dikenal sebagai Arkane Lyon, pengembang seri Dishonored dan Deathloop. Tim ini terkenal karena kemampuannya menciptakan pengalaman first-person stealth yang halus di lingkungan bergaya. Sebelumnya, Microsoft telah menutup studio saudara Arkane Austin pada 2024, yang bertanggung jawab atas Prey dan Redfall.

Dinga Bakaba, co-creative director Arkane Lyon, sebelumnya menyampaikan pesan pedas kepada para eksekutif setelah penutupan Arkane Austin. ā€œIni benar-benar mengerikan. Izin untuk menjadi manusia: Kepada eksekutif mana pun yang membaca ini, ingatlah bahwa video game adalah industri hiburan/budaya, dan bisnis Anda sebagai perusahaan adalah merawat seniman/hiburan Anda dan membantu mereka menciptakan nilai untuk Anda,ā€ tulisnya.

Pasar video game kehilangan sekitar 14.600 karyawan akibat PHK massal pada 2024, setelah sebelumnya kehilangan sekitar 10.500 pekerja pada 2023, menurut Game Industry Layoffs tracker. Angka ini menunjukkan tren pemutusan hubungan kerja yang mengkhawatirkan di industri hiburan digital.

Akuisisi Activision Blizzard King senilai $69 miliar oleh Microsoft—pembelian terbesar dalam sejarah industri—selesai pada 2023, menyusul pembelian ZeniMax senilai $7,5 miliar pada 2021. Pada Januari 2024, Microsoft memangkas 1.900 pekerja di Xbox, Activision, Blizzard, dan ZeniMax.

Xbox kemudian menutup Arkane Austin dan Alpha Dog Games, menjual Tango Gameworks, serta memberhentikan 650 karyawan tambahan pada 2024. Divisi Xbox kembali diguncang PHK dan penutupan studio pada musim panas 2025, ketika Microsoft memberhentikan 9.000 karyawan di seluruh perusahaan.

PHK Xbox 2026 dilaporkan telah memengaruhi pengembang Hitman dan 007 First Light, IO Interactive, yang sebelumnya sedang mengerjakan game fantasi dengan Xbox sebagai penerbitnya. IOI mengumumkan bahwa hubungannya dengan ā€œmitra eksternalā€ baru saja berakhir dan harus mengurangi staf sebagai akibatnya.

Di sisi lain, game OD milik Kojima Productions yang diterbitkan oleh Xbox dilaporkan tidak akan terkena dampak PHK ini, menurut IGN. Hal ini menunjukkan bahwa beberapa proyek prioritas tetap dipertahankan meskipun restrukturisasi besar-besaran sedang berlangsung.

Keputusan Microsoft untuk menutup Arkane dan membatalkan Blade menimbulkan pertanyaan besar tentang masa depan portofolio game eksklusif Xbox. Arkane dikenal sebagai salah satu studio dengan reputasi terbaik dalam genre immersive sim, dan kehilangan studio ini berarti kehilangan kapabilitas pengembangan yang unik.

Bagi para penggemar, kabar ini tentu mengecewakan. Marvel’s Blade adalah salah satu proyek yang paling dinantikan, mengingat kesuksesan karakter Blade di dunia film dan komik. Pembatalan proyek ini menunjukkan bahwa Microsoft sedang melakukan evaluasi ulang portofolio gamenya secara fundamental.

Dari sisi bisnis, langkah Microsoft ini dapat dipahami sebagai upaya untuk merampingkan operasional dan fokus pada proyek-proyek yang lebih menguntungkan. Namun, dampaknya terhadap moral karyawan dan reputasi Xbox sebagai tempat berkembang bagi kreativitas game patut dipertanyakan.

Industri game global saat ini sedang menghadapi tantangan besar. PHK massal yang terjadi secara beruntun sejak 2023 menunjukkan bahwa model bisnis industri ini sedang mengalami perubahan struktural. Perusahaan game besar seperti Microsoft, Sony, dan lainnya harus beradaptasi dengan realitas pasar yang baru.

Kondisi ini juga berdampak pada konsumen. Ketidakpastian masa depan studio game favorit mereka dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsol dan layanan berlangganan seperti Xbox Game Pass. Penggemar mungkin akan lebih berhati-hati dalam berinvestasi pada ekosistem yang sedang mengalami gejolak.

Microsoft perlu mengomunikasikan strategi jangka panjangnya dengan lebih jelas kepada publik. Tanpa visi yang jelas, langkah-langkah restrukturisasi ini hanya akan dilihat sebagai tindakan reaktif yang merusak kepercayaan pengembang dan pemain.

Para pengamat industri memprediksi bahwa konsolidasi di sektor game akan terus berlanjut. Studio-studio kecil dan menengah mungkin akan semakin sulit bertahan tanpa dukungan penerbit besar. Di sisi lain, perusahaan besar seperti Microsoft harus menemukan keseimbangan antara efisiensi bisnis dan investasi kreatif.

Dengan PHK yang dijadwalkan mulai minggu depan, perhatian kini tertuju pada bagaimana Microsoft akan mengelola transisi ini. Komunikasi yang transparan dengan karyawan, mitra, dan komunitas gamer akan menjadi kunci untuk meminimalkan dampak negatif dari restrukturisasi ini.

Bagi Arkane dan game Blade, babak baru yang menyedihkan tampaknya akan segera berakhir. Namun, warisan kreatif studio ini melalui seri Dishonored dan Deathloop akan terus dikenang oleh para penggemar game di seluruh dunia.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.