📑 Daftar Isi

Logo Capcom di depan kantor Capcom di California terkait insiden data breach Capcom ID

Capcom Konfirmasi Data Breach Capcom ID, 11,7 Juta Pengguna Terdampak

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Capcom konfirmasi data breach Capcom ID berdampak pada 11,7 juta pengguna
  • Data bocor mencakup jutaan email akun, tanggal lahir, gender, negara, nickname 43 akun
  • 196 akun mengalami perubahan password tanpa izin, kartu kredit tidak terdampak
  • Insiden terdeteksi 19 Oktober, Capcom blokir akses dan lapor polisi
  • Layanan Capcom ID tetap tersedia, pengguna diminta waspada email phishing

Telset.id – Capcom mengonfirmasi insiden data breach yang menimpa layanan keanggotaan online Capcom ID dan berdampak pada lebih dari 11,7 juta pengguna. Perusahaan video game asal Jepang itu menyatakan layanan tersebut mengalami “unauthorized access by a third party” atau akses tidak sah oleh pihak ketiga. Meski begitu, Capcom memastikan Capcom ID masih dapat digunakan, termasuk untuk kebutuhan bermain online.

Pengumuman ini menjadi perhatian besar bagi para pemain yang menggunakan Capcom ID untuk mengakses berbagai layanan game perusahaan. Pasalnya, data yang bocor mencakup jutaan alamat email akun, sehingga pengguna diminta waspada terhadap potensi email phishing yang mengatasnamakan Capcom.

Dalam pernyataannya, Capcom merinci bahwa data breach tersebut mencakup jutaan email akun. Selain itu, tanggal lahir, gender, negara atau wilayah, serta nickname dari 43 akun ikut terdampak. Perusahaan juga mencatat adanya perubahan password tanpa izin pada 196 akun.

Namun, Capcom menegaskan bahwa informasi kartu kredit pelanggan tidak termasuk dalam data breach ini. Pernyataan tersebut setidaknya meredakan kekhawatiran pengguna terkait potensi penyalahgunaan data pembayaran mereka.

Capcom logo in front of its California office.

Kronologi dan Respons Capcom

Capcom mengungkap bahwa insiden ini bermula pada 19 Oktober, ketika perusahaan “detected suspicious activity indicating potential unauthorized access” terhadap Capcom ID. Capcom langsung memblokir akses tersebut dan mulai menyelidiki penyebab serta cakupan insiden.

Meski akses berhasil diblokir, Capcom tetap mengonfirmasi bahwa akses tidak sah tersebut sudah terjadi. Setelah itu, Capcom melaporkan insiden ini kepada kepolisian setempat dan dewan penasihat eksternal perusahaan untuk pengawasan keamanan.

Capcom juga menyatakan telah “identified and addressed the attack method in this incident”. Perusahaan memastikan bahwa layanan apa pun yang menggunakan Capcom ID masih tersedia, termasuk game seperti Street Fighter 6 yang memerlukan Capcom ID untuk bermain online. Informasi seputar game tersebut dapat dilihat di artikel Capcom Umumkan Street Fighter 6.

Kendati layanan tetap berjalan, Capcom mengingatkan pengguna untuk berhati-hati terhadap email mencurigakan. Data yang bocor berpotensi digunakan untuk mengirim email scam yang mengaku sebagai Capcom atau memalsukan identitas perusahaan.

Insiden ini bukan satu-satunya yang menimpa industri game. Capcom bukan perusahaan game besar pertama yang mengalami data breach dalam periode ini. Rockstar Games sebelumnya mengonfirmasi pada April bahwa mereka terkena “third-party data breach”.

Bagi Capcom sendiri, insiden ini menjadi catatan tersendiri di tengah berbagai aktivitas perusahaan dalam mengembangkan sejumlah waralaba game. Perusahaan diketahui tengah mengerjakan sejumlah proyek, termasuk upaya pengembangan game dengan memanfaatkan teknologi AI, sebagaimana pernah diberitakan sebelumnya.

Selain itu, Capcom juga tengah menghidupkan kembali sejumlah franchise lama. Langkah tersebut salah satunya terlihat dari upaya bangkitkan franchise dorman setelah Onimusha mencatat penjualan sejuta kopi.

Dengan skala pengguna Capcom ID yang mencapai lebih dari 11,7 juta, insiden ini menegaskan pentingnya kewaspadaan pengguna terhadap keamanan akun. Pengguna disarankan memantau aktivitas akun dan berhati-hati terhadap setiap email yang mengatasnamakan Capcom, mengingat data yang bocor mencakup jutaan alamat email akun. Capcom sendiri memastikan layanan Capcom ID tetap dapat digunakan seperti biasa.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.