Telset.id – Steam resmi meluncurkan fitur Personal Calendar, sebuah cara baru bagi gamer untuk memantau game-game yang baru rilis sesuai preferensi mereka. Valve merilis fitur ini pada Jumat sebagai upaya “mengisi celah” antara pengguna yang mencari game trending atau niche dengan pengguna yang menginginkan rekomendasi berbasis selera bermain mereka.
Kehadiran Personal Calendar menjadi jawaban atas keluhan pengguna yang menilai Steam store terlalu penuh dan sulit dinavigasi. Fitur ini kini bisa dicoba langsung di halaman utama Steam store.
Cara Kerja Personal Calendar
Valve menjelaskan bahwa Personal Calendar menyusun saran game dengan membandingkan judul-judul yang baru dimainkan pengguna dengan pengguna lain yang memiliki profil gaming serupa. Perbandingan itu turut melihat jam bermain yang tercatat serta wishlist mereka.
Valve memastikan pengguna yang hanya mencoba game baru selama beberapa menit tidak akan terlalu mengubah algoritma mereka. Sebab, sistem ini sebagian besar mempertimbangkan game yang dimainkan dalam waktu lama.
Personal Calendar akan diperbarui setiap hari karena algoritma khusus tiap pengguna dilatih ulang secara berkala agar mencakup data terbaru. Meski demikian, perubahan harian tidak akan terlalu banyak. Pengguna lebih mungkin melihat saran baru dalam rentang delapan minggu atau saat pengembang mengonfirmasi tanggal rilis game mereka.

Fitur ini merupakan bagian dari upaya terbaru Valve menanggapi masukan pemain soal Steam store yang dinilai terlalu padat dan sulit dijelajahi. Sebelum rilis ini, Steam telah meluncurkan storefront baru pada tahun ini dengan menu pencarian dan pengenalan “Categories” agar pemain lebih mudah menemukan game baru.
Baca Juga:
Hasil Uji Coba di Steam Labs
Valve mengungkap bahwa fitur Personal Calendar telah melalui uji coba dan masukan selama beberapa bulan di Steam Labs, program mereka untuk menguji perubahan eksperimental pada fitur store dan discovery. Sejak saat itu, menurut Valve, pemain mengklik lebih dari 2.000 game berbeda di Personal Calendar dalam rata-rata periode 24 jam.
Angka tersebut menunjukkan bahwa fitur ini benar-benar dipakai untuk menemukan judul baru, bukan sekadar dipasang sebagai pelengkap tampilan. Valve juga menegaskan bahwa Personal Calendar dirancang untuk melengkapi pencarian game trending maupun niche yang sudah ada.
Langkah Valve memperbaiki sistem penemuan game di Steam store sejalan dengan sejumlah perkembangan lain di platform tersebut. Valve baru-baru ini menambah dukungan optical drive di Steam Frame setelah menerima masukan dari gamer. Di sisi perangkat keras, chip AMD Gainsborough juga sempat muncul di benchmark sebagai calon otak Steam Deck 2.
Persaingan di ranah launcher game turut memanas. Epic Games merilis launcher baru hasil vibe coding yang diklaim 46 persen lebih cepat dari Steam. Sementara itu, di sisi pengembang, biaya AI demo game di Steam dilaporkan melonjak hingga Easy Fox harus mengambil pinjaman bank.
Dengan Personal Calendar, Valve menempatkan rekomendasi berbasis kebiasaan bermain sebagai bagian tetap dari pengalaman Steam store. Pengguna yang ingin mencoba fitur ini dapat langsung membukanya di halaman utama Steam store, dan saran game akan terus diperbarui mengikuti data bermain mereka.





Komentar
Belum ada komentar.