Membandingkan sektor display dan desain, Xiaomi Redmi 15 langsung memberikan pukulan telak. Layar 6.9 inci miliknya tidak hanya lebih besar dari Oppo A6c (6.75 inci), tetapi juga jauh lebih superior dengan resolusi FHD+ (1080 x 2340 piksel, 374 ppi) dan refresh rate 144Hz terlindungi Gorilla Glass 3. Sebaliknya, Oppo A6c secara berani (atau lebih tepatnya, nekat) menawarkan resolusi HD+ (720 x 1570 piksel) di tahun 2026, menghasilkan kerapatan piksel menyedihkan sebesar 256 ppi yang membuat teks terlihat bergerigi. Dari segi desain, kedua ponsel ini sama-sama menggunakan bodi plastik tebal dan berat (Redmi 217g vs Oppo 215g) demi menampung baterai raksasanya. Jika Anda mencari smartphone yang bisa berfungsi ganda sebagai alat bela diri karena bobotnya, kedua perangkat ini adalah kandidat yang sempurna.
Beralih ke sektor performa dan hardware, jurang pemisah di antara keduanya semakin melebar. Redmi 15 ditenagai oleh Qualcomm Snapdragon 6s Gen 3 (6 nm) dengan arsitektur Cortex-A78 (2.3 GHz) dan GPU Adreno 619, yang mampu melibas game kasual hingga menengah dengan lancar. Sementara itu, Oppo A6c mengandalkan UNISOC T7250 dengan inti Cortex-A75 jadul (1.8 GHz) dan GPU Mali-G57 MP1. Performa Oppo A6c ini akan membuat Anda belajar arti kesabaran yang sesungguhnya saat membuka aplikasi berat. Ditambah lagi, konfigurasi memori Oppo terbatas pada RAM 4GB dan storage internal mulai dari 64GB, sangat kontras dengan Redmi 15 yang menawarkan opsi RAM hingga 8GB dan storage hingga 256GB.
Sektor kamera mempertegas dominasi Xiaomi. Redmi 15 mengusung kamera utama 50 MP f/1.8 dengan PDAF yang mampu menangkap detail gambar dengan cukup baik di kondisi pencahayaan ideal. Sementara Oppo A6c hanya dibekali kamera tunggal 13 MP f/2.2 yang kemampuannya mengingatkan kita pada era ponsel mid-range rilisan lima tahun lalu; foto dalam kondisi low-light akan dipenuhi noise dan detail yang cat air banget. Kamera selfie pun demikian, sensor 8 MP pada Redmi jauh lebih mumpuni dibanding sensor 5 MP milik Oppo yang tampak buram saat digunakan untuk video call.
Terakhir, di sektor baterai dan konektivitas, keduanya memang sama-sama mengemas baterai berkapasitas masif 7000 mAh. Namun, Redmi 15 jauh lebih manusiawi dengan dukungan pengisian daya cepat 33W dan reverse charging 18W. Oppo A6c tidak mencantumkan dukungan fast charging yang jelas, yang berarti Anda mungkin harus mengisi daya sebelum tidur dan baru penuh keesokan paginya. Di sisi konektivitas, Redmi 15 sudah siap menyambut masa depan dengan dukungan 5G, Wi-Fi 5, dan opsi NFC. Sementara Oppo A6c masih terjebak di era 4G LTE dengan standar Wi-Fi 4 kuno dan tanpa NFC. Satu-satunya hiburan bagi pengguna Oppo adalah kehadiran headphone jack 3.5mm dan slot microSD khusus, fitur yang sayangnya harus dikorbankan di Redmi 15.
ð Pilihan Terbaik

Xiaomi Redmi 15
Rp 2.699.000
Harga pasar
ðū[object Object] / 128GB
ð·50 MP
Kelebihan dan Kekurangan
Xiaomi Redmi 15
â
Kelebihan
- Kapasitas baterai monster 7000 mAh dengan dukungan fast charging 33W dan reverse charging 18W
- Layar raksasa 6.9 inci dengan refresh rate super mulus 144Hz
- Dapur pacu Snapdragon 6s Gen 3 (6 nm) yang sudah mendukung konektivitas 5G
- Resolusi layar tajam FHD+ (1080 x 2340 pixels) dengan proteksi Gorilla Glass 3
- Kamera utama 50 MP f/1.8 yang cukup andal untuk kelas harganya
â Kekurangan
- Bobot sangat berat (217 gram) dan dimensi bongsor, kurang nyaman digenggam satu tangan
- Tidak memiliki audio jack 3.5mm, memaksa pengguna memakai dongle atau TWS
- Slot SIM bersifat hybrid, harus memilih antara dual SIM atau ekspansi microSD
Oppo A6c
â
Kelebihan
- Kapasitas baterai raksasa 7000 mAh yang menjamin daya tahan luar biasa
- Masih mempertahankan audio jack 3.5mm untuk pencinta earphone kabel
- Slot microSD dedikasi, tidak perlu mengorbankan SIM kedua
- Refresh rate layar sudah 120Hz, navigasi terasa cukup mulus
â Kekurangan
- Resolusi layar sangat rendah untuk ukuran 6.75 inci, hanya HD+ (720 x 1570 pixels) dengan densitas 256 ppi yang terlihat buram
- Chipset UNISOC T7250 yang sangat lambat dengan arsitektur CPU lawas
- Belum mendukung jaringan 5G dan Wi-Fi masih standar Wi-Fi 4 (802.11n) di tahun 2026
- Kamera utama 13 MP f/2.2 yang sangat minimalis, menghasilkan foto minim detail
- Tidak ada kejelasan fitur fast charging, pengisian daya baterai 7000 mAh akan memakan waktu sangat lama
Rekomendasi
Xiaomi Redmi 15
Xiaomi Redmi 15 adalah pemenang mutlak tanpa perlu perdebatan panjang. Dengan selisih spesifikasi yang masif, Redmi 15 menawarkan layar FHD+ 144Hz yang jauh lebih tajam, chipset Snapdragon 6s Gen 3 yang bertenaga dan mendukung 5G, kamera 50 MP yang layak, serta pengisian daya 33W untuk baterai raksasanya. Oppo A6c terasa seperti smartphone dari masa lalu yang tersesat di tahun 2026 dengan layar HD+ buram, performa Unisoc yang loyo, kamera 13 MP ala kadarnya, serta konektivitas 4G kuno tanpa fast charging yang memadai.
Skor: 88/100







