Memasuki pertengahan tahun 2026, persaingan kelas menengah menyajikan kontras yang sangat menggelitik antara inovasi fungsional dan kemalasan brand besar. Dari sektor Display & Design, Xiaomi Redmi Note 15 Pro memimpin visual dengan panel AMOLED 6.83 inci yang mendukung 68 miliar warna dan Dolby Vision, dilindungi oleh Gorilla Glass Victus 2. Di sisi lain, Motorola Edge 60 Fusion menawarkan layar P-OLED dengan klaim kecerahan puncak 4500 nits yang mungkin hanya bisa dicapai jika Anda menyenter layar tersebut langsung di bawah permukaan matahari. Samsung Galaxy A36 tampil paling tipis dengan ketebalan 7.4 mm dan perlindungan Victus+, namun sayangnya harus merusak estetika modern tersebut dengan bezel tebal yang menghasilkan screen-to-body ratio menyedihkan sebesar 86.5%.
Beralih ke sektor dapur pacu, jurang pemisah antar produk terasa sangat kejam. POCO X7 Pro berada di kasta yang berbeda berkat MediaTek Dimensity 8400 (4nm) yang dipasangkan dengan storage UFS 4.0. Kombinasi ini menghasilkan performa baca-tulis data instan dan kemampuan gaming yang membuat Snapdragon 6 Gen 3 milik Samsung Galaxy A36 terlihat seperti peninggalan purbakala dari awal dekade 2020-an. Sementara itu, Redmi Note 15 Pro dengan Dimensity 7400 Ultra dan iQOO Z10 dengan Snapdragon 7s Gen 3 berada di posisi semenjana—cukup untuk kebutuhan harian, tetapi akan mulai megap-megap saat dipaksa melakukan rendering video atau bermain game dengan grafis rata kanan.
Sektor daya menunjukkan revolusi besar berkat adopsi baterai Silicon-Carbon (Si/C). vivo iQOO Z10 menjadi juara bertahan yang tidak masuk akal dengan kapasitas baterai 7300 mAh dan pengisian daya 90W. Dengan kapasitas sebesar ini, Anda bisa melupakan charger selama tiga hari, atau bahkan menggunakannya sebagai power bank darurat berkat fitur reverse charging. Redmi Note 15 Pro mengekor dengan baterai 6580 mAh (45W), sedangkan POCO X7 Pro menawarkan titik tengah yang manis dengan kapasitas 6000 mAh dan pengisian daya 90W. Samsung lagi-lakinya memilih jalan 'konservatif' (baca: pelit) dengan tetap bertahan di kapasitas 5000 mAh dan kecepatan charging 45W yang membutuhkan waktu tunggu hingga 68 menit untuk penuh.
Untuk urusan fotografi, Redmi Note 15 Pro mencoba membius konsumen dengan angka 200 MP pada kamera utamanya. Sensor berukuran 1/1.4" ini memang andal untuk cropping, namun dalam skenario nyata di malam hari, kamera 50 MP Sony IMX882 milik POCO X7 Pro dengan aperture sangat besar f/1.5 dan OIS mampu menangkap cahaya jauh lebih efektif tanpa menghasilkan ukuran file foto yang memakan memori. Motorola Edge 60 Fusion menawarkan fungsionalitas terbaik berkat kamera ultrawide 13 MP yang dilengkapi Autofokus (bisa beralih fungsi menjadi kamera macro), sementara vivo iQOO Z10 melakukan dosa besar di tahun 2026 dengan menyematkan 'auxiliary lens' yang tidak memiliki fungsi praktis selain untuk memperbanyak jumlah lingkaran hitam di bodi belakang ponsel.
Kelebihan dan Kekurangan
Motorola Edge 60 Fusion
✅ Kelebihan
- Desain premium dengan opsi eco-leather (silicone polymer back) yang stylish dan nyaman digenggam
- Layar P-OLED sangat terang dengan peak brightness mencapai 4500 nits
- Bobot paling ringan (177.5g) sehingga sangat nyaman untuk penggunaan satu tangan
- Masih menyediakan slot microSDXC untuk ekspansi penyimpanan luar
❌ Kekurangan
- Port USB masih menggunakan standar USB Type-C 2.0 yang sangat lambat untuk transfer data
- Dukungan update OS hanya sampai 3 kali, kalah dibanding Samsung dan Xiaomi
- Chipset Dimensity 7300/7400 terasa agak underpowered untuk kelas 'Fusion' di tahun 2026
Samsung Galaxy A36
✅ Kelebihan
- Dukungan software paling superior dengan jaminan hingga 6 kali major Android upgrades
- Build quality mewah dengan kaca Gorilla Glass Victus+ di bagian depan dan belakang
- Bodi sangat tipis hanya 7.4 mm memberikan impresi genggaman yang modern
❌ Kekurangan
- Bezel layar tergolong tebal dengan screen-to-body ratio hanya ~86.5%
- Performa Snapdragon 6 Gen 3 sangat tertinggal dibanding kompetitor sekelasnya
- Pengisian daya 45W tergolong lambat, butuh waktu 68 menit untuk terisi penuh
- Tidak ada slot microSD maupun audio jack
vivo iQOO Z10
✅ Kelebihan
- Kapasitas baterai raksasa 7300 mAh berbasis Silicon-Carbon, awet hingga 2-3 hari
- Pengisian daya super cepat 90W wired lengkap dengan fitur reverse wired charging
- Sudah mendukung teknologi konektivitas masa depan Wi-Fi 7 (khusus versi Indonesia)
❌ Kekurangan
- Hanya mendapatkan jaminan 2 kali major Android upgrades
- Kamera sekunder hanya berupa 'auxiliary lens' gimmick tanpa fungsi ultrawide yang proper
- Bobot mendekati 200 gram yang terasa cukup melelahkan untuk penggunaan durasi lama
Xiaomi Redmi Note 15 Pro
✅ Kelebihan
- Kamera utama monster 200 MP dengan sensor besar 1/1.4" dan dukungan OIS yang stabil
- Layar AMOLED 6.83 inci yang sangat luas, mendukung 68 miliar warna dan Dolby Vision
- Kombinasi baterai besar 6580 mAh dengan dukungan update software hingga 4 tahun
❌ Kekurangan
- Bobot paling berat di antara semuanya (210g), siap-siap membuat pergelangan tangan pegal
- Frame masih menggunakan material plastik yang terasa kurang premium
- Dimensity 7400 Ultra memiliki efisiensi daya yang kurang optimal saat beban kerja tinggi
POCO X7 Pro
✅ Kelebihan
- Performa luar biasa dari Dimensity 8400 dengan skor Antutu v10 menembus 1.66 juta poin
- Menggunakan teknologi memori flagship: RAM LPDDR5X dan UFS 4.0 storage yang ultra cepat
- Sudah mengantongi sertifikasi IP68 (tahan air dan debu) yang jarang ada di kelas harganya
- Sistem operasi Android 16 terbaru dengan HyperOS 3.X langsung out-of-the-box
❌ Kekurangan
- Material back cover dan frame didominasi plastik/polyurethane
- Kamera selfie Omnivision 20 MP menghasilkan detail yang biasa saja di kondisi low-light
- Tidak memiliki slot kartu memori eksternal
Rekomendasi
POCO X7 Pro
POCO X7 Pro adalah monster performa mutlak di kelas menengah untuk tahun 2026. Dengan chipset MediaTek Dimensity 8400 yang menghasilkan skor Antutu v10 sebesar 1.663.422, dipadukan dengan RAM LPDDR5X dan storage UFS 4.0, ponsel ini melibas semua game berat tanpa berkeringat—meninggalkan Samsung A36 yang tampak seperti siput di sebelahnya. Tidak hanya fokus pada performa, POCO juga memberikan paket lengkap yang sangat rasional: baterai Silicon-Carbon 6000 mAh dengan fast charging 90W, sertifikasi IP68 yang membuat Anda tenang saat kehujanan, serta sistem operasi Android 16 (HyperOS 3.X) paling mutakhir. Meskipun casing belakangnya masih plastik, kompromi ini sangat layak ditebus demi spesifikasi internal kelas flagship.
Skor: 93/100





