๐Ÿ“‘ Daftar Isi

Perbandingan Xiaomi 17T vs POCO X8 Pro tampak depan dan belakang dengan spesifikasi utama

Xiaomi 17T vs POCO X8 Pro: Duel Smartphone 2026

Terbit:
โฑ๏ธ10 menit membaca
Penulis:User Generated Content
Bagikan:
Dalam perbandingan ini, kedua smartphone berbagi DNA yang sangat mirip โ€” keduanya mengusung chipset MediaTek Dimensity 8500 series (4nm), layar AMOLED 6.59 inci dengan resolusi 1268 x 2756 piksel dan refresh rate 120Hz, serta baterai 6500 mAh. Dari sisi display, keduanya hampir kembar: Xiaomi 17T menggunakan panel AMOLED dengan Dolby Vision, HDR10+, 3840Hz PWM, dan peak brightness 3500 nits, sementara POCO X8 Pro menambahkan LTPO (adaptive refresh rate), sertifikasi TรœV Rheinland Eye Comfort, dan DCI-P3. Perbedaan signifikan ada pada proteksi: Xiaomi 17T memakai Gorilla Glass 7i di depan dan belakang, sedangkan POCO X8 Pro mengandalkan rating IP68/IP69 dan sertifikasi drop resistance Class A (270 drops). Bobot keduanya mirip (200g vs 204g), tapi POCO sedikit lebih berat. Dari segi desain, Xiaomi 17T hadir dengan frame plastik dan back glass-fiber reinforced plastic, sedangkan POCO X8 Pro menggunakan material glass dan metal โ€” terasa lebih premium di tangan. Untuk performa, Xiaomi 17T sedikit unggul dengan skor Antutu 2.047.329 (CPU 608.427, GPU 627.384) dibandingkan POCO X8 Pro yang mencetak 1.982.033 (CPU 586.268, GPU 636.090). Menariknya, GPU POCO X8 Pro justru sedikit lebih tinggi (636.090 vs 627.384), tapi CPU dan UX score Xiaomi 17T lebih baik. Dalam praktiknya, perbedaan ini tidak akan terasa signifikan untuk penggunaan sehari-hari maupun gaming โ€” keduanya mampu menjalankan game berat seperti Genshin Impact atau Wuthering Waves pada setting tinggi dengan frame rate stabil. RAM dan storage keduanya 12GB, tapi POCO X8 Pro menggunakan LPDDR5X dan UFS 4.1 (lebih cepat dari standar UFS 3.1), sementara Xiaomi 17T tidak menyebutkan tipe RAM secara eksplisit. Untuk multitasking dan loading aplikasi, POCO X8 Pro sedikit lebih responsif berkat memori generasi terbaru. Sektor kamera adalah pembeda terbesar. Xiaomi 17T menawarkan triple camera dengan Leica lens: 50MP wide (f/1.7, OIS), 50MP periscope telephoto (f/3.0, OIS, 5x optical zoom), dan 12MP ultrawide (f/2.2, 120หš). Ini memberikan fleksibilitas fotografi yang jauh lebih besar โ€” zoom optik 5x, potret telephoto, dan ultrawide berkualitas. POCO X8 Pro hanya memiliki dual camera: 50MP Sony IMX882 (f/1.5, OIS) + 8MP ultrawide (f/2.2). Tidak ada telephoto, dan ultrawide 8MP resolusinya rendah untuk standar 2026. Kamera selfie juga berbeda: Xiaomi 17T 32MP (f/2.2) vs POCO X8 Pro 20MP (f/2.2). Untuk video, Xiaomi 17T mendukung 4K@60fps di kamera belakang dan 4K@30fps di depan, sementara POCO X8 Pro tidak mencantumkan detail video secara spesifik. Jika fotografi adalah prioritas, Xiaomi 17T jelas menang telak. Baterai dan charging: keduanya 6500 mAh, tapi POCO X8 Pro menang jauh dalam kecepatan pengisian โ€” 100W vs 67W. POCO X8 Pro juga mengklaim 1000 siklus pengisian dan rating efisiensi A. Xiaomi 17T mendukung 67W wired, 50W PPS, PD3.0, dan 22.5W reverse wired charging. Tidak ada wireless charging di keduanya. Dalam hal daya tahan, keduanya akan bertahan 1,5-2 hari untuk penggunaan moderat. Untuk konektivitas, Xiaomi 17T unggul dengan Wi-Fi 6E (tri-band), eSIM ganda, Bluetooth 6.0, dan navigasi multi-band (L1+L5). POCO X8 Pro hanya Wi-Fi 6 (dual-band), Bluetooth 6.0, dan navigasi multi-band juga, tapi tanpa eSIM. POCO X8 Pro memiliki infrared blaster โ€” fitur unik yang tidak dimiliki Xiaomi 17T. Keduanya tidak memiliki jack audio 3.5mm dan slot microSD. Software: Xiaomi 17T menjalankan Android 16 dengan HyperOS 3, sedangkan POCO X8 Pro juga Android 16 dengan HyperOS 3.X. POCO X8 Pro secara eksplisit menjanjikan 5 tahun update OS dan security โ€” ini keunggulan besar untuk longevity. Xiaomi 17T tidak menyebutkan durasi update secara spesifik, tapi biasanya Xiaomi memberikan 3-4 tahun update OS dan 4-5 tahun security patch. Untuk pengguna yang ingin perangkat awet jangka panjang, POCO X8 Pro lebih terjamin. Kesimpulan: Xiaomi 17T adalah smartphone yang lebih seimbang dengan kamera superior (Leica triple camera + 5x optical zoom), display setara, performa sedikit lebih tinggi, dan konektivitas lebih lengkap (Wi-Fi 6E, eSIM). POCO X8 Pro unggul dalam fast charging 100W, rating IP68/IP69, dukungan software 5 tahun, dan harga yang sangat kompetitif (Rp 5.399.000). Jika budget tidak menjadi kendala dan fotografi adalah prioritas, Xiaomi 17T adalah pilihan yang lebih baik. Namun, jika Anda mencari value terbaik dengan charging super cepat dan durabilitas tinggi, POCO X8 Pro adalah juara value. Keduanya sama-sama tidak memiliki wireless charging dan jack audio โ€” kompromi yang umum di kelas harga ini.
๐Ÿ† Pilihan Terbaik
Xiaomi 17T

Xiaomi 17T

๐Ÿ’พ[object Object] / 256GB
๐Ÿ“ท50 MP
2.3M
POCO X8 Pro

POCO X8 Pro

Rp 5.399.000
Launch price
โšกAntutu: 2.3M
๐Ÿ’พ12GB / 512GB
๐Ÿ“ท50 MP + 8 MP

Kelebihan dan Kekurangan

Xiaomi 17T

โœ… Kelebihan
  • Layar AMOLED 6.59 inci dengan refresh rate 120Hz, Dolby Vision, HDR10+, dan peak brightness 3500 nits โ€” kualitas display flagship
  • Triple camera setup dengan Leica lens: 50MP wide (OIS) + 50MP periscope telephoto 5x optical zoom (OIS) + 12MP ultrawide โ€” fleksibilitas fotografi jauh lebih tinggi
  • Baterai 6500 mAh dengan 67W wired charging dan 22.5W reverse wired charging
  • Chipset Dimensity 8500 Ultra dengan skor Antutu 2.047.329 โ€” performa kelas menengah atas yang solid
  • Dukungan eSIM ganda (2 eSIM aktif bersamaan) โ€” fitur premium yang jarang di kelasnya
  • Bluetooth 6.0, Wi-Fi 6E, dan navigasi multi-band (L1+L5) โ€” konektivitas lengkap
  • Pilihan storage hingga 512GB dengan RAM 12GB
  • Perlindungan Gorilla Glass 7i di depan dan belakang
โŒ Kekurangan
  • Harga belum tersedia (effectivePrice null) โ€” sulit menilai value for money secara pasti
  • USB Type-C 2.0 โ€” transfer data lambat, tidak ada USB 3.x
  • Tidak ada rating IP resmi (hanya disebut IP68/IP69 di varian tertentu, tidak dikonfirmasi)
  • Tidak ada jack audio 3.5mm
  • Tidak ada slot microSD
  • Bobot 200g terasa agak berat untuk ukuran 6.59 inci
  • Kamera selfie 32MP tanpa autofocus โ€” kurang ideal untuk vlog
  • Tidak ada wireless charging

POCO X8 Pro

โœ… Kelebihan
  • Harga jelas: Rp 5.399.000 untuk 12GB/512GB โ€” value for money sangat kompetitif
  • Fast charging 100W โ€” salah satu yang tercepat di kelasnya, baterai 6500 mAh terisi penuh dalam waktu singkat
  • Rating IP68/IP69 โ€” tahan air dan debu, plus sertifikasi drop resistance Class A (270 drops)
  • Layar AMOLED 6.59 inci QHD+ (1268 x 2756) dengan refresh rate 120Hz, LTPO, Dolby Vision, HDR10+, 3840Hz PWM, dan peak brightness 3500 nits
  • Chipset Dimensity 8500 Elite dengan skor Antutu 1.982.033 โ€” performa hampir setara Xiaomi 17T
  • Baterai 6500 mAh dengan efisiensi tinggi (rating A) dan 1000 siklus pengisian
  • Dukungan software 5 tahun (OS + security updates) โ€” longevity terbaik di kelasnya
  • RAM LPDDR5X dan storage UFS 4.1 โ€” spesifikasi memori tercepat
  • Infrared blaster โ€” fitur unik untuk kontrol perangkat rumah
  • Sertifikasi TรœV Rheinland Eye Comfort dan Low Blue Light
โŒ Kekurangan
  • Kamera utama hanya dual setup: 50MP (Sony IMX882, OIS) + 8MP ultrawide โ€” tidak ada telephoto, kehilangan fleksibilitas zoom
  • Kamera selfie 20MP tanpa autofocus โ€” spesifikasi medioker
  • Tidak ada eSIM โ€” hanya dual nano-SIM fisik
  • Bluetooth 6.0 ada, tapi tidak ada Wi-Fi 6E (hanya Wi-Fi 6)
  • Bobot 204g โ€” lebih berat dari Xiaomi 17T
  • Tidak ada jack audio 3.5mm
  • Tidak ada slot microSD
  • Kamera ultrawide 8MP resolusinya rendah โ€” kualitas di bawah standar 2026
  • Tidak ada wireless charging

Rekomendasi

Xiaomi 17T

Xiaomi 17T unggul tipis dalam hal performa (Antutu 2.047.329 vs 1.982.033), fleksibilitas kamera (triple camera dengan periscope 5x optical zoom + Leica tuning vs dual camera tanpa telephoto), dan konektivitas (Wi-Fi 6E, eSIM ganda, Bluetooth 6.0). Meskipun POCO X8 Pro menawarkan harga yang sangat kompetitif (Rp 5.399.000), fast charging 100W, rating IP68/IP69, dan dukungan software 5 tahun, keunggulan kamera dan display Xiaomi 17T (Dolby Vision + Gorilla Glass 7i) membuatnya lebih seimbang sebagai smartphone all-rounder. Namun, jika anggaran menjadi faktor utama dan kebutuhan utama adalah fast charging serta durabilitas, POCO X8 Pro adalah pilihan yang sangat rasional. Keputusan akhir sangat bergantung pada prioritas: fotografi dan konektivitas โ†’ Xiaomi 17T; charging speed, durabilitas, dan value โ†’ POCO X8 Pro.

Skor: 82/100

Perbandingan Spesifikasi

Spesifikasi
Xiaomi
Xiaomi 17T
POCO
POCO X8 Pro
Type
AMOLED, 68B colors, 120Hz, 3840Hz PWM, Dolby Vision, HDR10+, 3500 nits (peak)
AMOLED
Diagonal
6.59 inches, 106.4 cm2 (~89.8% screen-to-body ratio)
6.59",
Protection
Corning Gorilla Glass 7i, Mohs level 5
โ€”
Resolution
1268 x 2756 pixels, 19.5:9 ratio (~460 ppi density)
1268 x 2756 px, QHD
Build
Glass front (Gorilla Glass 7i), plastic frame, glass-fiber reinforced plastic back (Gorilla Glass 7i)
โ€”
Colors
BlackBlueVioletWhite
BlackCyanRedWhite
Weight
200 g (7.05 oz)
204 g
Dimensions
157.6 x 75.2 x 8.2 mm (6.20 x 2.96 x 0.32 in)
โ€”
Density
โ€”
460 ppi, Very high density
Aspect Ratio
โ€”
19.5:9
Size
โ€”
75.2 mm x 157.5 mm x 8.2 mm
Materials
โ€”
Glass, Metal
Repairability
โ€”
Class A B C D E
Usable surface
โ€”
89 %
Drop resistance
โ€”
Class A B C D E, 270 drops without defects
Resistance certificates
โ€”
IP68, IP69
Others
โ€”
Hole-punch Notch, TรœV Rheinland Flicker-free Certified, 3840 Hz PWM, Refresh rate 120 Hz, Touch sampling rate 480 Hz, Peak brightness - 3500 cd/mยฒ, 8000000:1 contrast ratio, TรœV Rheinland Eye Comfort Certification, HDR10+, Dolby Vision, Scratch resistant, Multi-touch, Frameless, LTPO (Low Temperature PolySilicon oxide), SGS Certified, TรœV Low Blue Light, DCI-P3, 12 Bits panel (10-bit +2-bit FRC), Capacitive