Kelebihan dan Kekurangan
Infinix Note Edge
- Layar AMOLED 6.78 inci paling superior di kelasnya: 1B colors, refresh rate 120Hz, PWM 2160Hz (ramah mata), kecerahan puncak 4500 nits, dan densitas 429 ppi โ tajam dan terang di bawah matahari
- Bobot paling ringan (190 g) dan bodi tertipis (7.2 mm) di antara ketiga produk, nyaman digenggam lama
- Chipset MediaTek Dimensity 7100 (6 nm) dengan skor Antutu total 750.153 โ tertinggi di antara ketiga produk, unggul jauh dari Snapdragon 6s Gen 2
- Skor CPU Antutu 307.696 dan GPU 85.426, cukup untuk gaming MOBA dan daily multitasking lancar
- Dukungan software paling panjang: Android 16 + 3 major Android upgrades (hingga Android 19), XOS 16
- Punya FM Radio, NFC, Bluetooth 5.4, dan navigasi QZSS โ fitur konektivitas terlengkap
- Fast charging 45W dengan klaim 50% dalam 27 menit (tercepat di antara ketiga), plus bypass charging untuk gaming
- Kamera selfie 13 MP dengan video 1440p@30fps โ lebih tinggi dari Redmi Note 17 4G
- Baterai 6500 mAh paling kecil di antara ketiga produk โ tertinggal 700 mAh dari iQOO Z11x dan 1200 mAh dari Redmi Note 17 4G
- Tidak ada slot microSD, storage mentok di 256 GB
- Kamera utama single 50 MP tanpa ultrawide atau telephoto โ kurang fleksibel
- Video maksimal hanya 1440p@30fps, tidak bisa 4K sama sekali
- Bodi plastik di bagian belakang dan frame โ tidak ada kesan premium
- RAM hanya 8 GB, tidak ada opsi 12 GB
- Skor GPU 85.426 masih di bawah iQOO Z11x (150.197) โ gaming berat seperti Genshin Impact akan tertatih
vivo iQOO Z11x
- Baterai terbesar kedua (7200 mAh Si/C Li-Ion) dengan charging 44W dan bypass charging โ kombinasi daya tahan dan efisiensi terbaik
- Chipset MediaTek Dimensity 7400 Turbo (4 nm) dengan skor SoC 488.465 (CPU 338.268 + GPU 150.197) โ GPU paling kuat di antara ketiga produk, unggul 76% dari Infinix Note Edge
- Kamera selfie 32 MP โ tertinggi di antara ketiga produk, cocok untuk konten kreator
- Kamera utama 50 MP f/1.8 dengan PDAF dan gyro-EIS, mampu rekam video 4K@30fps โ satu-satunya di antara ketiga yang support 4K
- Chipset 4 nm TSMC (N4) โ efisiensi daya lebih baik dari 6 nm
- Dukungan 5G lengkap dengan band internasional (n1, n3, n8, n28, n38, n40, n41, n77, n78)
- Navigasi lengkap: GPS, GALILEO, GLONASS, BDS, QZSS
- Layar IPS LCD โ bukan AMOLED. Kecerahan HBM hanya 1200 nits, jauh di bawah Infinix Note Edge (1600 nits HBM / 4500 nits peak). Kontras dan warna kalah telak
- Densitas layar hanya 382 ppi โ paling rendah di antara ketiga, teks kurang tajam dibanding Infinix (429 ppi)
- Bobot paling berat: 219 g, dan bodi paling tebal 8.4 mm โ tidak nyaman untuk penggunaan lama
- Tidak ada FM Radio
- NFC market/region dependent โ belum tentu tersedia di semua unit
- Software hanya Android 16 + OriginOS 6 tanpa jaminan jumlah update major yang jelas (tidak disebutkan di spesifikasi)
- Fast charging 44W hanya 50% dalam 43 menit โ paling lambat di antara ketiga produk
- RAM base 6 GB โ varian terendah paling kecil di antara ketiga produk
Xiaomi Redmi Note 17 4G
- Baterai terbesar: 7700 mAh Si/C Li-Ion โ juara daya tahan, bisa 2 hari pemakaian normal
- Layar terluas: 6.99 inci AMOLED 120Hz dengan Gorilla Glass 7i, kecerahan puncak 1800 nits
- Harga paling terjangkau: Rp 3.699.000 (satu-satunya yang ada harga pasar jelas)
- Ada slot microSDXC (shared SIM) โ satu-satunya di antara ketiga yang bisa ekspansi storage
- Fast charging 45W PD3.0 + reverse wired 22.5W
- Dukungan software Android 16 + HyperOS 3
- Opsi RAM hingga 8 GB dan storage hingga 256 GB
- Chipset paling lemah: Snapdragon 6s 4G Gen 2 (6 nm) dengan Cortex-A73 โ arsitektur CPU lawas, GPU Adreno 610. Skor Antutu tidak tersedia tapi dipastikan jauh di bawah dua pesaing
- TIDAK ADA 5G โ hanya 4G LTE. Di 2026 ini sudah sangat ketinggalan
- Layar 6.99 inci dengan densitas hanya 375 ppi โ paling rendah, teks terlihat kurang tajam
- Bobot paling berat: 224 g, dan dimensi paling bongsor (169.7 x 79.1 x 8.5 mm) โ susah dipegang satu tangan
- Bluetooth 5.0 โ versi paling lawas di antara ketiga
- Kamera selfie hanya 16 MP, video maksimal 1080p@30fps โ paling lemah untuk video
- Kamera utama hanya single 50 MP tanpa OIS, video maksimal 1080p@30fps โ tidak bisa 4K
- Hanya ada sensor accelerometer dan compass โ TIDAK ada gyro dan proximity sensor! Ini fatal untuk gaming dan auto-rotate
- Loudspeaker hanya mono (tidak stereo)
- Wi-Fi hanya a/b/g/n/ac, tanpa Wi-Fi 6
- Tidak ada FM Radio
Rekomendasi
Infinix Note Edge menang karena kombinasi layar AMOLED terbaik di kelasnya (1B colors, 4500 nits peak, 429 ppi, PWM 2160Hz), performa Antutu tertinggi (750.153 total, CPU 307.696), bodi paling ringan dan tipis (190 g / 7.2 mm), serta dukungan software terpanjang (3 major Android upgrades hingga Android 19). Meskipun baterainya 6500 mAh (paling kecil), fast charging 45W-nya tercepat (50% dalam 27 menit) dan efisiensi chipset 6 nm Dimensity 7100 cukup baik. Untuk pengguna yang mengutamakan pengalaman visual, performa sehari-hari, dan umur pakai software, Infinix Note Edge adalah pilihan paling seimbang. iQOO Z11x unggul di GPU dan baterai, tapi layar IPS LCD-nya adalah dealbreaker di 2026. Redmi Note 17 4G hanya cocok untuk pengguna yang benar-benar butuh baterai jumbo dan tidak peduli 5G, performa, atau sensor lengkap.





