
POCO F8 Pro

POCO X8 Pro Max
Kelebihan dan Kekurangan
POCO F8 Pro
- Chipset Snapdragon 8 Elite dengan skor Antutu total 3.033.306 β tertinggi di kelasnya, unggul ~15% dari rival
- Skor GPU Antutu 1.125.266 (Adreno 830) menjadikan gaming AAA paling lancar di antara keduanya
- Triple kamera lengkap: 50MP OV50 Light Fusion 800 (1/1.55") + 50MP telephoto OV50M dengan OIS 2.5x + 8MP ultrawide 120ΒΊ
- Layar AMOLED 6.59" FHD+ 1156x2510 (419 ppi) dengan Dolby Vision, HDR10+, Gorilla Glass 7i, dan peak brightness 3500 nits
- Bobot 199 gram dan ketebalan 8.0 mm β lebih ramping dan ringan dibanding X8 Pro Max
- Konektivitas lengkap: eSIM, DLNA, Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, NFC, Infrared, dan dukungan navigasi dual-band L1+L5
- Harga peluncuran β¬520 (~$597) jauh lebih kompetitif dibanding X8 Pro Max β¬430 namun dengan spesifikasi flagship penuh
- Refresh rate 1-120 Hz adaptif dengan touch sampling 480 Hz dan DC dimming β lebih nyaman untuk mata
- Dukungan update OS 5 tahun dengan Android 16 HyperOS 3.X
- Baterai 6210 mAh β kalah jauh dari 8500 mAh milik X8 Pro Max, runtime hanya ~63 jam vs ~80 jam
- Tidak ada jack audio 3.5mm dan tidak ada slot microSD
- Fast charging 100W sama dengan rival, padahal kapasitas baterai lebih kecil (tidak ada keunggulan charging)
- RAM type LPDDR5X bagus, tapi tidak ada info jelas soal UFS version di beberapa sumber (hanya UFS 4.1)
- Harga lebih mahal β¬90 dibanding X8 Pro Max, meski secara value masih masuk akal untuk Snapdragon 8 Elite
- Selfie 20MP OV20B (1/4", f/2.0) β aperture lebih sempit dan sensor lebih kecil dari ekspektasi flagship 2026
POCO X8 Pro Max
- Baterai raksasa 8500 mAh Si-Carbon β runtime ~80 jam, terbaik di kelasnya, tahan 2 hari pemakaian normal
- Layar lebih besar 6.83" QHD 1280x2772 (447 ppi) β densitas piksel lebih tinggi dari F8 Pro
- PWM dimming 3840 Hz β jauh lebih tinggi dari standar, sangat ramah mata untuk pengguna sensitif flicker
- Harga peluncuran β¬430 (~$493) β lebih murah β¬90 dari F8 Pro, value terbaik untuk baterai jumbo
- Skor Antutu total 2.635.919 dengan Dimensity 9500s β masih sangat kencang untuk flagship 2026
- Bluetooth 6.0 β versi terbaru, lebih future-proof dari Bluetooth 5.4 di F8 Pro
- Material fiberglass + aluminium alloy dengan rating IP68/IP69 dan 180 drops tanpa defect
- Update OS 5 tahun + security updates 5 tahun β dukungan software lebih eksplisit dari F8 Pro
- Chipset Dimensity 9500s kalah ~15% dari Snapdragon 8 Elite (socTotal 1.852.350 vs 1.990.417)
- GPU Mali G1 Ultra 1612 MHz β skor GPU Antutu 871.886, jauh di bawah Adreno 830 (1.125.266), kurang ideal untuk gaming berat
- Kamera hanya dual: 50MP Light Fusion 600 (1/1.95", f/1.5) + 8MP ultrawide β TIDAK ADA telephoto, kalah fleksibel dari F8 Pro
- Bobot 219 gram dan tebal 8.2 mm β lebih berat dan tebal, kurang nyaman untuk penggunaan satu tangan
- Sensor kamera utama 1/1.95" lebih kecil dari 1/1.55" milik F8 Pro β low-light performance kalah
- Tidak ada DLNA dan tidak ada VoLTE eksplisit di spesifikasi (meski kemungkinan didukung)
- Slow motion hanya 120 fps vs 960 fps di F8 Pro β fitur video kreatif lebih terbatas
Rekomendasi
POCO F8 Pro menang tipis namun meyakinkan untuk mayoritas pengguna yang mencari flagship all-rounder. Snapdragon 8 Elite dengan skor Antutu 3.03 juta dan GPU Adreno 830 (1.125.266) memberikan performa gaming dan multitasking yang jelas lebih tinggi (~15%) dibanding Dimensity 9500s. Kombinasi triple kamera (50MP utama 1/1.55" + 50MP telephoto OIS + 8MP ultrawide) jauh lebih fleksibel daripada dual kamera X8 Pro Max yang tidak punya telephoto. Layar 6.59" FHD+ dengan Gorilla Glass 7i, Dolby Vision, dan bobot 199g menawarkan keseimbangan premium yang lebih baik. Meski baterai 6210 mAh kalah dari 8500 mAh, runtime ~63 jam masih sangat cukup untuk 1.5 hari pemakaian, dan selisih harga β¬90 sebanding dengan peningkatan chipset, kamera, dan build quality. X8 Pro Max unggul hanya untuk niche pengguna yang memprioritaskan baterai ekstrem dan layar besar, namun mengorbankan performa GPU dan fleksibilitas kamera.

