Dari sisi Display & Design, perbandingan ini nyaris seperti membandingkan kuda poni dengan kuda pacu. Spark 50 4G membawa panel IPS LCD 6.78 inci beresolusi 720 x 1600 dengan densitas hanya ~259 ppi dan refresh rate 120Hz โ angka ppi itu sudah masuk kategori 'bisa lihat pixel kalau dipelototin'. Spark 40 Pro+ justru menawarkan AMOLED 6.78 inci beresolusi 1224 x 2720 (~440 ppi), refresh rate 144Hz, kecerahan 1600 nits HBM (4500 nits peak), plus proteksi Gorilla Glass 7i. Secara fisik, Spark 40 Pro+ hanya 6.5mm tebal dan 160.4 gram, sementara Spark 50 4G 8.2mm dan 210 gram โ selisih 50 gram itu terasa nyata saat dipakai lama. Untuk menonton video atau main game, AMOLED 440ppi jelas menang tanpa debat.
Di sektor Performance, Spark 50 4G memakai Helio G81 (12nm) dengan skor Antutu SoC hanya 161.568 (CPU 137.849 + GPU 23.719). Spark 40 Pro+ memakai Helio G200 (6nm) dengan skor 259.315 (CPU 211.137 + GPU 48.178) โ artinya CPU ~53% lebih cepat dan GPU ~103% lebih kencang. Implikasi praktisnya: Spark 40 Pro+ jauh lebih mulus untuk gaming ringan-menengah dan multitasking, sementara Spark 50 4G akan tersendat di game 3D modern meski layarnya 120Hz (refresh rate tinggi percuma kalau GPU-nya kewalahan). RAM keduanya 8GB di varian atas, tapi Spark 50 4G punya opsi 4GB/6GB yang lebih rendah โ hindari varian itu kalau tidak mau frustrasi.
Baterai adalah satu-satunya medan di mana Spark 50 4G menang telak: 7000 mAh vs 5200 mAh. Tapi ada twist โ Spark 50 4G hanya 18W wired, jadi mengisi 7000 mAh butuh waktu lama (bisa 2+ jam). Spark 40 Pro+ punya 45W wired (100% dalam 55 menit), 30W wireless, 5W reverse wireless, 10W reverse wired, dan bypass charging โ paket charging yang bahkan banyak flagship 2026 tidak punya wireless 30W. Jadi kalau prioritas Anda adalah 'cas seminggu sekali', Spark 50 4G juara; kalau prioritas adalah 'cas cepat dan praktis', Spark 40 Pro+ menang mutlak.
Kamera: keduanya sama-sama single lensa utama 50MP, tapi Spark 40 Pro+ punya aperture lebih terang f/1.6 (vs f/1.9), sensor 1/2.8" 0.64ยตm, PDAF, gyro-EIS, dan video 1440p@30fps. Spark 50 4G hanya 50MP f/1.9 PDAF tanpa EIS dan tanpa detail video yang jelas. Selfie: 13MP f/2.2 dengan dual-LED flash (Spark 40 Pro+) vs 8MP f/2.0 tanpa flash (Spark 50 4G). Tidak ada skor DxOMark untuk keduanya, tapi secara spesifikasi Spark 40 Pro+ jelas lebih kredibel untuk foto low-light dan video stabil.
Connectivity & Software: keduanya 4G-only (tidak ada 5G โ wajar di harga ini), WiFi 5 dual-band, Bluetooth 5.3, NFC. Spark 50 4G unggul di jack 3.5mm dan microSD dedicated; Spark 40 Pro+ unggul di USB OTG dan Gorilla Glass. Software: Spark 50 4G sudah Android 16 + HIOS 16, Spark 40 Pro+ Android 15 + HIOS 15 dengan janji 3 update major โ jadi jangka panjang keduanya oke, tapi Spark 50 4G start lebih baru. Namun kombinasi layar 720p + Helio G81 membuat 'Android 16' terasa seperti cat baru di rumah yang fondasinya retak.
Kesimpulan: kecuali Anda benar-benar butuh baterai 7000 mAh atau colokan headphone, Spark 40 Pro+ adalah pembelian yang jauh lebih masuk akal โ bahkan lebih murah Rp 350.000. Ini kasus langka di mana produk yang lebih murah dan lebih baru (rilis 2025 vs 2026) justru lebih unggul di hampir semua lini. Spark 50 4G terasa seperti Tecno mencoba menambal kelemahan dengan angka baterai besar, sementara Spark 40 Pro+ adalah paket yang lebih seimbang dan dewasa.
๐ Pilihan Terbaik

Tecno Spark 40 Pro+
Rp 2.649.000
Harga pasar
๐พ[object Object] / 128GB
๐ท50 MP
Kelebihan dan Kekurangan
Tecno Spark 50 4G
โ
Kelebihan
- Baterai jumbo 7000 mAh โ kapasitas terbesar di kelasnya, bisa bertahan 2-3 hari pemakaian normal
- Layar 6.78 inci dengan refresh rate 120Hz, lancar untuk scroll media sosial
- Harga lebih murah (Rp 2.999.000) dan sudah Android 16 + HIOS 16 (versi OS terbaru)
- Ada jack audio 3.5mm dan slot microSD dedicated โ kombinasi langka di 2026
- Speaker stereo dan NFC tersedia
- Tersedia varian RAM hingga 8GB/256GB
โ Kekurangan
- Layar IPS LCD resolusi 720p dengan densitas hanya ~259 ppi โ tajam-tajam tidak, pecah di mata
- Chipset Helio G81 (12nm) dengan skor Antutu SoC hanya 161.568 โ paling lemah di perbandingan ini
- Hanya 18W charging untuk baterai 7000 mAh โ butuh waktu lama untuk penuh (bisa 2+ jam)
- Bobot 210 gram dan tebal 8.2mm โ berat dan bongsor
- Kamera selfie 8MP dan tidak ada gyro-EIS pada video โ kualitas video goyang
- Tidak ada wireless charging, tidak ada Gorilla Glass, build full plastik
Tecno Spark 40 Pro+
โ
Kelebihan
- Layar AMOLED 6.78 inci, resolusi 1224 x 2720 (~440 ppi), 144Hz, 4500 nits peak โ jauh lebih superior
- Chipset Helio G200 (6nm) dengan skor Antutu SoC 259.315 โ 60% lebih tinggi dari Spark 50
- Desain super tipis 6.5mm dan ringan 160.4 gram โ nyaman digenggam
- Fast charging 45W + wireless charging 30W + reverse wireless 5W โ fitur flagship di harga menengah
- Kamera utama 50MP f/1.6 dengan gyro-EIS dan video 1440p@30fps
- Selfie 13MP dengan dual-LED flash
- Gorilla Glass 7i, fingerprint under-display, dan update OS hingga 3 versi major
โ Kekurangan
- Baterai 5200 mAh โ kapasitas lebih kecil dari Spark 50 (7000 mAh)
- Tidak ada jack audio 3.5mm dan tidak ada slot microSD
- Masih Android 15 (bukan 16) saat peluncuran, meski dijanjikan 3 update major
- Harga lebih murah (Rp 2.649.000) tapi RAM hanya 8GB tanpa opsi lain
- NFC market/region dependent โ tidak semua unit dapat NFC
- Kamera utama masih single lensa (plus auxiliary) โ tidak ada ultrawide atau telephoto
Rekomendasi
Tecno Spark 40 Pro+
Meski harganya justru lebih murah (Rp 2.649.000 vs Rp 2.999.000), Spark 40 Pro+ menang telak di hampir semua parameter penting: layar AMOLED 144Hz 440ppi vs IPS LCD 120Hz 259ppi, chipset Helio G200 6nm dengan skor Antutu SoC 60% lebih tinggi, desain 6.5mm/160g vs 8.2mm/210g, serta paket charging lengkap 45W wired + 30W wireless. Satu-satunya keunggulan Spark 50 adalah baterai 7000 mAh dan jack 3.5mm โ tapi itu tidak cukup menutupi gap performa dan kualitas layar yang sangat jauh. Kecuali Anda benar-benar butuh baterai 2-3 hari atau colokan headphone, Spark 40 Pro+ adalah pilihan yang jauh lebih rasional.
Skor: 82/100







