
Xiaomi Redmi Note 15 Pro
Kelebihan dan Kekurangan
Samsung Galaxy A36
- Layar Super AMOLED 6.7 inci 120Hz dengan Gorilla Glass Victus+ di depan dan belakang โ build quality sekelas flagship mid-range
- Dukungan software terbaik di kelasnya: Android 15 + 6 major upgrades (hingga Android 21) dengan One UI 8.5
- Desain ramping 7.4mm dan bobot 195g, lebih nyaman digenggam dibanding rival
- Kamera selfie 12MP dengan dukungan video 4K@30fps dan 10-bit HDR โ jarang di kelas ini
- OIS pada kamera utama 50MP membantu stabilitas foto dan video malam
- Profil charging 45W yang terukur (66% dalam 30 menit, 100% dalam 68 menit)
- Dukungan eSIM ganda (hingga 2 eSIM aktif) โ fleksibel untuk traveler
- Stereo speaker dan NFC (region dependent) lengkap
- Chipset Snapdragon 6 Gen 3 hanya menghasilkan Antutu ~829.883 โ paling lemah di perbandingan ini
- GPU Adreno 710 dengan skor GPU Antutu hanya 133.928 โ gaming berat bakal ngos-ngosan
- Kamera ultrawide 8MP dan macro 5MP terasa 'seadanya' di 2026
- Baterai 5000 mAh standar, kalah jauh dari 6580 mAh milik Redmi
- Tidak ada charger in-box (kebiasaan Samsung yang bikin dompet menangis)
- Harga pasar tidak tersedia di data โ potensi 'harga kejutan' yang tidak bersahabat
- Tidak ada slot microSD dan tidak ada jack audio 3.5mm
- Refresh rate 120Hz tapi panel hanya 1200 nits HBM โ di bawah matahari terik bisa kurang nyaman
Xiaomi Redmi Note 15 Pro
- Layar AMOLED 6.83 inci 1280x2772 (~447 ppi) dengan 3200 nits peak, Dolby Vision, HDR10+, dan 3840Hz PWM โ spesifikasi layar paling agresif di kelasnya
- Baterai Si/C 6580 mAh โ kapasitas terbesar di perbandingan, plus reverse wired 22.5W
- Kamera utama 200MP f/1.7 1/1.4" dengan OIS dan multi-directional PDAF โ resolusi tertinggi di kelas mid-range
- Chipset Dimensity 7400 Ultra dengan Antutu SoC 488.465 โ CPU score 338.268 dan GPU 150.197, unggul jauh dari Snapdragon 6 Gen 3
- Harga jelas: Rp3.199.000 untuk varian 128GB โ transparan dan kompetitif
- Gorilla Glass Victus 2 di depan โ perlindungan layar generasi terbaru
- Stereo speaker dengan Dolby Atmos
- Dukungan 5G band lengkap (termasuk n71 dan n48) โ lebih future-proof untuk roaming
- Hanya 4 major Android upgrades (sampai Android 19) โ kalah 2 generasi dari Samsung
- Bobot 210g dan ketebalan 8mm โ terasa 'berisi' di kantong
- Frame masih plastik, meski back cover eco leather/plastik
- Tidak ada charger cepat 67W+ meski baterai jumbo โ 45W terasa 'pelit' untuk 6580 mAh (pengisian penuh bisa lama)
- Kamera ultrawide hanya 8MP โ downgrade dari ekspektasi kelas Pro
- Tidak ada jack audio 3.5mm dan tidak ada slot microSD
- Selfie 20MP hanya bisa 1080p video โ tidak ada 4K selfie seperti Samsung
- HyperOS 2 masih berkutat dengan bloatware dan iklan sistem (klasik Xiaomi)
- Tidak ada data Antutu device total โ hanya SoC score, jadi perbandingan real-world kurang lengkap
Rekomendasi
Untuk konteks Oktober 2026, Redmi Note 15 Pro menang telak di hampir semua parameter keras: layar AMOLED 6.83 inci dengan 3200 nits peak, Dolby Vision, dan 3840Hz PWM yang jauh lebih nyaman di mata; baterai 6580 mAh Si/C yang secara praktis menambah 1-2 jam screen-on-time dibanding 5000 mAh; kamera 200MP 1/1.4" dengan OIS yang secara hardware mengalahkan 50MP Samsung; serta chipset Dimensity 7400 Ultra dengan Antutu SoC 488.465 vs Snapdragon 6 Gen 3 389.396 โ selisih ~25% performa CPU/GPU yang terasa nyata di gaming dan multitasking. Harga Rp3.199.000 juga transparan dan kompetitif. Samsung hanya unggul di dukungan software (6 vs 4 major upgrades), build quality (Victus+ depan-belakang vs Victus 2 depan saja), bobot lebih ringan (195g vs 210g), dan selfie 4K. Namun untuk mayoritas pengguna yang mengutamakan layar, baterai, kamera, dan performa harian, Redmi Note 15 Pro adalah pilihan yang lebih rasional secara hardware-per-rupiah. Kecuali Anda tipe orang yang mengganti HP setiap 6-7 tahun dan benar-benar butuh update OS panjang โ barulah Galaxy A36 masuk akal.


