๐Ÿ“‘ Daftar Isi

Perbandingan Samsung Galaxy A36 dan Xiaomi Redmi Note 15 Pro tampak depan dan belakang

Samsung Galaxy A36 vs Redmi Note 15 Pro: Adu Mid-Range 2026

Terbit:
โฑ๏ธ10 menit membaca
Penulis:User Generated Content
Bagikan:
Dari sisi Display & Design, kedua ponsel sama-sama memakai panel AMOLED 120Hz, tapi eksekusinya berbeda kelas. Galaxy A36 membawa layar 6.7 inci 1080x2340 (~385 ppi) dengan 1200 nits HBM / 1900 nits peak dan proteksi Gorilla Glass Victus+ di depan maupun belakang โ€” kombinasi build paling premium di segmen ini, dengan bobot 195g dan ketebalan hanya 7.4mm. Redmi Note 15 Pro melawan dengan layar 6.83 inci 1280x2772 (~447 ppi) yang jauh lebih tajam, 1800 nits HBM / 3200 nits peak, Dolby Vision, HDR10+, dan 3840Hz PWM dimming โ€” spesifikasi yang biasanya muncul di flagship. Trade-off-nya: bobot 210g dan frame plastik. Secara praktis, layar Redmi lebih nyaman untuk konten HDR dan mata sensitif PWM, sementara Samsung lebih nyaman digenggam dan terasa lebih 'mahal' di tangan. Poin untuk Samsung di build, poin besar untuk Redmi di kualitas panel. Performance adalah medan pertempuran yang tidak seimbang. Galaxy A36 memakai Snapdragon 6 Gen 3 (4nm) dengan Adreno 710, mencetak Antutu device total 829.883 (CPU 305.337, GPU 133.928, MEM 154.583, UX 236.035) dan Antutu SoC 389.396. Redmi Note 15 Pro memakai Dimensity 7400 Ultra (4nm TSMC) dengan Mali-G615 MC2, mencetak Antutu SoC 488.465 (CPU 338.268, GPU 150.197) โ€” sekitar 25% lebih tinggi secara SoC, dengan GPU ~66% lebih kencang. Implikasi praktis: Redmi lebih lancar di gaming berat (Genshin/CODM high setting), multitasking, dan rendering video; Samsung cukup untuk penggunaan harian dan game casual. RAM juga lebih fleksibel di Samsung (hingga 12GB/256GB) vs Redmi (hingga 12GB/512GB) โ€” Redmi menang di opsi storage maksimal. Kamera adalah kategori di mana Redmi unggul secara hardware mentah. Galaxy A36: 50MP f/1.8 1/1.96" OIS + 8MP ultrawide + 5MP macro, selfie 12MP dengan video 4K@30fps dan 10-bit HDR. Redmi Note 15 Pro: 200MP f/1.7 1/1.4" OIS multi-directional PDAF + 8MP ultrawide, selfie 20MP (hanya 1080p video). Secara sensor, 200MP 1/1.4" Redmi jauh lebih besar dan menang di detail serta low-light; tapi ultrawide keduanya sama-sama 8MP (Redmi menang sedikit karena 120ยฐ vs 123ยฐ โ€” praktis imbang), dan Samsung menang di selfie video 4K + 10-bit HDR yang penting untuk content creator. Tidak ada skor DxOMark tersedia untuk keduanya, jadi penilaian berbasis spesifikasi: Redmi unggul di main camera, Samsung unggul di selfie video. Untuk fotografer mobile, Redmi lebih menarik; untuk vlogger selfie, Samsung lebih relevan. Baterai adalah kemenangan telak Redmi: 6580 mAh Si/C vs 5000 mAh Li-ion โ€” selisih 1580 mAh atau ~32% kapasitas lebih besar. Keduanya mengisi 45W wired, tapi Redmi menambah reverse wired 22.5W (bisa jadi power bank darurat). Ironisnya, dengan baterai 32% lebih besar, Redmi justru butuh waktu charging penuh lebih lama โ€” 45W terasa 'pelit' untuk 6580 mAh. Samsung tercatat 66% dalam 30 menit dan 100% dalam 68 menit, sementara Redmi tidak mencantumkan waktu penuh (kemungkinan 80-90 menit). Untuk pengguna berat, baterai Redmi adalah alasan utama membeli; untuk pengguna yang sering mepet colokan, Samsung lebih praktis. Connectivity dan Software nyaris imbang dengan keunggulan tipis masing-masing. Keduanya: 5G, Wi-Fi 6, Bluetooth 5.4, NFC (region dependent), USB-C 2.0, OTG, tanpa jack 3.5mm dan tanpa microSD. Redmi punya band 5G lebih lengkap (n48, n71) โ€” berguna untuk roaming AS; Samsung punya opsi eSIM ganda (2 eSIM aktif) yang lebih fleksibel untuk traveler. Di software, Samsung menang telak: Android 15 + 6 major upgrades (hingga Android 21) + One UI 8.5 yang matang, vs Redmi Android 15 + 4 major upgrades (hingga Android 19) + HyperOS 2 yang masih bergulat dengan bloatware. Untuk umur pakai 6-7 tahun, Samsung adalah investasi jangka panjang; untuk siklus ganti 3-4 tahun, Redmi lebih dari cukup. Kesimpulan objektif: Redmi Note 15 Pro adalah pemenang hardware-per-rupiah dengan keunggulan di layar (447 ppi, 3200 nits, Dolby Vision, 3840Hz PWM), baterai (6580 mAh), kamera utama (200MP 1/1.4"), dan performa (Antutu SoC +25%). Galaxy A36 adalah pemenang untuk pengguna yang memprioritaskan build premium (Victus+ depan-belakang, 195g, 7.4mm), dukungan software 6 tahun, selfie 4K HDR, dan eSIM ganda. Dengan harga Redmi yang jelas Rp3.199.000 dan harga Samsung yang tidak tersedia di data (red flag untuk transparansi), rekomendasi default jatuh ke Redmi Note 15 Pro โ€” kecuali Anda benar-benar butuh umur software panjang atau build kelas flagship. Sedikit sarkasme: Samsung tampaknya masih percaya bahwa 'nama besar' bisa menutupi chipset yang kalah 25% dan baterai yang kalah 32% โ€” strategi yang makin sulit dipertahankan di 2026.
Samsung Galaxy A36

Samsung Galaxy A36

๐Ÿ’พ[object Object] / 128GB
๐Ÿ“ท50 MP
๐Ÿ† Pilihan Terbaik
Xiaomi Redmi Note 15 Pro

Xiaomi Redmi Note 15 Pro

Rp 3.199.000
Harga pasar
๐Ÿ’พ[object Object] / 128GB
๐Ÿ“ท200 MP

Kelebihan dan Kekurangan

Samsung Galaxy A36

โœ… Kelebihan
  • Layar Super AMOLED 6.7 inci 120Hz dengan Gorilla Glass Victus+ di depan dan belakang โ€” build quality sekelas flagship mid-range
  • Dukungan software terbaik di kelasnya: Android 15 + 6 major upgrades (hingga Android 21) dengan One UI 8.5
  • Desain ramping 7.4mm dan bobot 195g, lebih nyaman digenggam dibanding rival
  • Kamera selfie 12MP dengan dukungan video 4K@30fps dan 10-bit HDR โ€” jarang di kelas ini
  • OIS pada kamera utama 50MP membantu stabilitas foto dan video malam
  • Profil charging 45W yang terukur (66% dalam 30 menit, 100% dalam 68 menit)
  • Dukungan eSIM ganda (hingga 2 eSIM aktif) โ€” fleksibel untuk traveler
  • Stereo speaker dan NFC (region dependent) lengkap
โŒ Kekurangan
  • Chipset Snapdragon 6 Gen 3 hanya menghasilkan Antutu ~829.883 โ€” paling lemah di perbandingan ini
  • GPU Adreno 710 dengan skor GPU Antutu hanya 133.928 โ€” gaming berat bakal ngos-ngosan
  • Kamera ultrawide 8MP dan macro 5MP terasa 'seadanya' di 2026
  • Baterai 5000 mAh standar, kalah jauh dari 6580 mAh milik Redmi
  • Tidak ada charger in-box (kebiasaan Samsung yang bikin dompet menangis)
  • Harga pasar tidak tersedia di data โ€” potensi 'harga kejutan' yang tidak bersahabat
  • Tidak ada slot microSD dan tidak ada jack audio 3.5mm
  • Refresh rate 120Hz tapi panel hanya 1200 nits HBM โ€” di bawah matahari terik bisa kurang nyaman

Xiaomi Redmi Note 15 Pro

โœ… Kelebihan
  • Layar AMOLED 6.83 inci 1280x2772 (~447 ppi) dengan 3200 nits peak, Dolby Vision, HDR10+, dan 3840Hz PWM โ€” spesifikasi layar paling agresif di kelasnya
  • Baterai Si/C 6580 mAh โ€” kapasitas terbesar di perbandingan, plus reverse wired 22.5W
  • Kamera utama 200MP f/1.7 1/1.4" dengan OIS dan multi-directional PDAF โ€” resolusi tertinggi di kelas mid-range
  • Chipset Dimensity 7400 Ultra dengan Antutu SoC 488.465 โ€” CPU score 338.268 dan GPU 150.197, unggul jauh dari Snapdragon 6 Gen 3
  • Harga jelas: Rp3.199.000 untuk varian 128GB โ€” transparan dan kompetitif
  • Gorilla Glass Victus 2 di depan โ€” perlindungan layar generasi terbaru
  • Stereo speaker dengan Dolby Atmos
  • Dukungan 5G band lengkap (termasuk n71 dan n48) โ€” lebih future-proof untuk roaming
โŒ Kekurangan
  • Hanya 4 major Android upgrades (sampai Android 19) โ€” kalah 2 generasi dari Samsung
  • Bobot 210g dan ketebalan 8mm โ€” terasa 'berisi' di kantong
  • Frame masih plastik, meski back cover eco leather/plastik
  • Tidak ada charger cepat 67W+ meski baterai jumbo โ€” 45W terasa 'pelit' untuk 6580 mAh (pengisian penuh bisa lama)
  • Kamera ultrawide hanya 8MP โ€” downgrade dari ekspektasi kelas Pro
  • Tidak ada jack audio 3.5mm dan tidak ada slot microSD
  • Selfie 20MP hanya bisa 1080p video โ€” tidak ada 4K selfie seperti Samsung
  • HyperOS 2 masih berkutat dengan bloatware dan iklan sistem (klasik Xiaomi)
  • Tidak ada data Antutu device total โ€” hanya SoC score, jadi perbandingan real-world kurang lengkap

Rekomendasi

Xiaomi Redmi Note 15 Pro

Untuk konteks Oktober 2026, Redmi Note 15 Pro menang telak di hampir semua parameter keras: layar AMOLED 6.83 inci dengan 3200 nits peak, Dolby Vision, dan 3840Hz PWM yang jauh lebih nyaman di mata; baterai 6580 mAh Si/C yang secara praktis menambah 1-2 jam screen-on-time dibanding 5000 mAh; kamera 200MP 1/1.4" dengan OIS yang secara hardware mengalahkan 50MP Samsung; serta chipset Dimensity 7400 Ultra dengan Antutu SoC 488.465 vs Snapdragon 6 Gen 3 389.396 โ€” selisih ~25% performa CPU/GPU yang terasa nyata di gaming dan multitasking. Harga Rp3.199.000 juga transparan dan kompetitif. Samsung hanya unggul di dukungan software (6 vs 4 major upgrades), build quality (Victus+ depan-belakang vs Victus 2 depan saja), bobot lebih ringan (195g vs 210g), dan selfie 4K. Namun untuk mayoritas pengguna yang mengutamakan layar, baterai, kamera, dan performa harian, Redmi Note 15 Pro adalah pilihan yang lebih rasional secara hardware-per-rupiah. Kecuali Anda tipe orang yang mengganti HP setiap 6-7 tahun dan benar-benar butuh update OS panjang โ€” barulah Galaxy A36 masuk akal.

Skor: 82/100

Perbandingan Spesifikasi

Spesifikasi
Samsung
Samsung Galaxy A36
Xiaomi
Xiaomi Redmi Note 15 Pro
Type
Super AMOLED, 120Hz, 1200 nits (HBM), 1900 nits (peak)
AMOLED, 68B colors, 120Hz, 3840Hz PWM, HDR10+, Dolby Vision, 1800 nits (HBM), 3200 nits (peak)
Diagonal
6.7 inches, 110.2 cm2 (~86.5% screen-to-body ratio)
6.83 inches, 114.5 cm2 (~89.7% screen-to-body ratio)
Protection
Corning Gorilla Glass Victus+, Mohs level 5
Corning Gorilla Glass Victus 2, Mohs level 5
Resolution
1080 x 2340 pixels, 19.5:9 ratio (~385 ppi density)
1280 x 2772 pixels, 19.5:9 ratio (~447 ppi density)
Build
Glass front (Gorilla Glass Victus+), plastic frame, glass back (Gorilla Glass Victus+)
Glass front (Gorilla Glass Victus 2), plastic back or silicone polymer back (eco leather), plastic frame
Colors
BlackLavenderLimeWhite
BlackBluePurpleTitanium
Weight
195 g (6.88 oz)
210 g (7.41 oz)
Dimensions
162.9 x 78.2 x 7.4 mm (6.41 x 3.08 x 0.29 in)
163.6 x 78.1 x 8 mm (6.44 x 3.07 x 0.31 in)