Dalam perbandingan teknis Mei 2026 ini, Motorola Edge 60 Pro secara objektif mempermalukan Samsung Galaxy A57 5G. Sektor layar menjadi bukti nyata; Motorola menawarkan panel pOLED resolusi QHD (1220 x 2712) dengan kecerahan puncak 4500 nits, jauh melampaui Samsung yang masih bertahan di FHD+ (1080 x 2340) dengan 1900 nits. Bagi pengguna yang sering beraktivitas di bawah sinar matahari langsung, perbedaan densitas piksel 446 ppi pada Motorola memberikan kejernihan visual yang lebih superior dibandingkan 385 ppi pada Samsung.
Performa hardware adalah jurang pemisah yang paling lebar. Motorola menggunakan Dimensity 8350 dengan storage UFS 4.0 yang mencetak skor AnTuTu 1.765.937, sementara Samsung dengan Exynos 1680 dan UFS 3.1 hanya mampu meraih 1.120.000. Implikasinya jelas: Motorola jauh lebih siap menangani multitasking berat dan gaming intensif di masa depan. Samsung tampak sangat konservatif, mungkin terlalu hemat dalam memilih komponen untuk perangkat kelas menengahnya.
Pada departemen kamera, Motorola kembali unggul dengan konfigurasi triple camera yang mencakup sensor utama 50MP (Sony LYT-700C) dan lensa telephoto 10MP dengan optical zoom 3x. Samsung A57 5G, di sisi lain, masih terjebak dengan lensa makro 5MP yang seringkali hanya menjadi 'pemanis' di lembar spesifikasi tanpa fungsi krusial. Kehadiran OIS pada telephoto Motorola memberikan fleksibilitas fotografi yang tidak bisa ditandingi oleh sistem kamera Samsung yang terbatas pada lensa wide dan ultrawide standar.
Beralih ke daya tahan, Motorola menyematkan baterai 6000 mAh dengan teknologi Si-Carbon yang lebih efisien, dipadukan dengan pengisian daya 90W. Samsung hanya memberikan 5000 mAh dengan pengisian 45W yang akan membuat pengguna menunggu lebih lama di dekat stopkontak. Meskipun Samsung menawarkan ketenangan pikiran dengan komitmen update 6 tahun, hardware yang tertanam dalam A57 5G berisiko menjadi bottleneck lebih cepat dibandingkan spesifikasi masa depan yang ditawarkan Motorola.
Secara keseluruhan, Samsung Galaxy A57 5G terasa seperti produk yang mengandalkan nama besar brand, sementara Motorola Edge 60 Pro adalah produk yang benar-benar memberikan nilai (value-for-money) maksimal. Jika Anda mencari ponsel yang 'takut' untuk berinovasi namun konsisten, silakan pilih Samsung. Namun, jika Anda menginginkan spesifikasi kelas atas dengan harga yang masuk akal, Motorola adalah pemenang yang tak terbantahkan dalam perbandingan ini.
1.1M
Samsung Galaxy A57 5G
Rp 8.299.000
Harga pasar
ā”Antutu: 1.1M
š¾12GB / 256GB
š·50 MP + 8 MP + 5 MP
š Pilihan Terbaik
1.8M
Motorola Edge 60 Pro
Rp 6.499.000
Harga pasar
ā”Antutu: 1.8M
š¾12GB / 256GB
š·50 MP + 50 MP + 10 MP
Kelebihan dan Kekurangan
Samsung Galaxy A57 5G
ā
Kelebihan
- Dukungan pembaruan software jangka panjang (6 tahun OS & Security)
- Build quality solid dengan proteksi Gorilla Glass Victus+
- Layar AMOLED dengan kecerahan puncak 1900 nits yang sangat terang
- Ekosistem Samsung yang matang dan fitur keamanan Knox
ā Kekurangan
- Performa chipset Exynos 1680 tertinggal jauh dibanding kompetitor di kelas harga serupa
- Kecepatan charging 45W terasa lamban untuk standar 2026
- Absennya lensa telephoto membuat fleksibilitas kamera terbatas
- Masih menggunakan storage UFS 3.1 yang mulai terasa usang
Motorola Edge 60 Pro
ā
Kelebihan
- Performa superior dengan AnTuTu mencapai 1,76 juta poin
- Layar pOLED QHD dengan kecerahan masif 4500 nits
- Baterai 6000 mAh dengan pengisian cepat 90W
- Ketahanan ekstrem dengan sertifikasi MIL-STD-810H dan IP69
ā Kekurangan
- Desain layar lengkung (dual edge) terkadang membuat salah sentuh
- Dukungan update software hanya 6 tahun (kalah dalam ekosistem dibanding Samsung)
- Merek Motorola memiliki nilai jual kembali (resale value) yang lebih fluktuatif
Rekomendasi
Motorola Edge 60 Pro
Motorola Edge 60 Pro menang telak dalam hampir semua aspek teknis. Dengan harga yang lebih murah (6,49 juta vs 8,29 juta), Anda mendapatkan layar QHD 4500 nits, baterai 6000 mAh, serta performa chipset yang jauh lebih bertenaga. Samsung A57 5G hanya unggul di sisi dukungan software jangka panjang, namun spesifikasi hardware-nya terasa seperti produk tahun lalu yang dijual dengan harga premium.
Skor: 92/100



