Kelebihan dan Kekurangan
realme P4x
- Layar IPS LCD 6.72 inci dengan refresh rate 144Hz, sangat mulus untuk scrolling dan gaming, plus kecerahan puncak 1000 nits (HBM) yang membuatnya tetap terbaca di bawah sinar matahari langsung.
- Baterai raksasa 7000 mAh dengan teknologi Si/C Li-Ion, menawarkan daya tahan hingga 2 hari untuk pemakaian normal, dan pengisian cepat 45W dengan fitur bypass charging yang mengurangi panas saat gaming sambil mengisi daya.
- Chipset MediaTek Dimensity 7400 Ultra (4nm) dengan skor Antutu SoC 497.213, jauh lebih bertenaga dibanding pesaingnya, mampu menjalankan game berat seperti Genshin Impact dengan frame rate stabil di setting medium.
- Dukungan jaringan 5G SA/NSA dengan spektrum band yang luas (77/78), sehingga siap untuk jaringan 5G masa depan di Indonesia.
- Pilihan storage internal hingga 512GB, memberikan ruang lega untuk menyimpan banyak aplikasi, foto, dan video tanpa khawatir kehabisan memori.
- Speaker stereo memberikan pengalaman audio yang lebih imersif untuk menonton video atau bermain game tanpa headset.
- Desain dengan bobot 208 gram terasa solid dan premium, meskipun menggunakan frame plastik.
- Kamera utama 50MP dengan PDAF mampu menghasilkan foto detail di kondisi cahaya cukup, dan mampu merekam video hingga 4K@30fps, sebuah fitur langka di kelas harga ini.
- Tidak memiliki NFC, sehingga tidak bisa digunakan untuk mobile payment (seperti Google Pay) atau isi ulang e-money, sebuah kekurangan di era serba digital.
- Tidak ada jack audio 3.5mm, memaksa pengguna untuk menggunakan headset TWS atau USB-C, yang mungkin menjadi masalah bagi yang masih setia dengan earphone kabel.
- Menggunakan layar IPS LCD, bukan AMOLED, sehingga kontras warna tidak sepekat dan konsumsi daya sedikit lebih tinggi, meski refresh rate 144Hz-nya menjadi nilai jual utama.
- Kamera selfie 8MP tergolong standar dan kurang mumpuni untuk foto selfie di kondisi minim cahaya.
- Tidak memiliki slot microSD (berdasarkan data 'Unspecified'), sehingga ekspansi storage tidak dimungkinkan jika kapasitas internal penuh.
- Tidak disebutkan dukungan update software jangka panjang, hanya berbekal Android 15 dengan Realme UI 6.0.
- Bobot 208 gram terasa cukup berat di tangan untuk penggunaan satu tangan dalam waktu lama.
Infinix Hot 70
- Harga yang sangat agresif (Rp 2.999.000) menjadikannya pilihan paling terjangkau di kelas entry-level.
- Baterai 6000 mAh dengan pengisian cepat 45W (50% dalam 25 menit) dan reverse wired charging 10W, praktis untuk mengisi daya perangkat lain.
- Dukungan NFC, fitur yang sangat berguna untuk pembayaran digital dan transfer data cepat, jarang ditemukan di harga segini.
- Jack audio 3.5mm masih tersedia, memberikan fleksibilitas bagi pengguna earphone kabel.
- Slot microSDXC dedicated, memungkinkan ekspansi storage hingga 256GB tanpa mengorbankan slot SIM.
- Desainnya sangat tipis (7.5mm) dan ringan (195 gram), nyaman digenggam dan terlihat lebih ramping dari kebanyakan pesaingnya.
- Sudah dibekali Android 16 dengan janji update hingga 3 major Android upgrades, komitmen software yang sangat baik di kelas ini.
- Kamera utama 50MP dengan dual-LED flash, mampu menghasilkan foto yang cukup baik di kondisi minim cahaya berkat bantuan flash-nya.
- Layar IPS LCD 6.78 inci hanya beresolusi HD+ (720 x 1576 piksel) dengan kerapatan 256 ppi, yang terlihat kurang tajam dan agak buram untuk membaca teks kecil atau menonton video detail.
- Chipset MediaTek Helio G100 Ultimate (6nm) dengan skor Antutu SoC 261.749, performanya jauh di bawah realme P4x, hanya cukup untuk penggunaan sehari-hari dan game ringan seperti Mobile Legends di setting rendah.
- Tidak mendukung jaringan 5G, hanya 4G LTE, yang mungkin menjadi keterbatasan di masa depan ketika 5G semakin luas.
- Kamera hanya mampu merekam video maksimal 1440p@30fps, tidak sampai 4K, dan tanpa fitur stabilisasi yang baik.
- GPU Mali-G52 MC2 yang sudah tua kurang bertenaga untuk game berat, akan terasa lag dan panas saat bermain game dengan grafis tinggi.
- Kecerahan layar puncak hanya 700 nits, kurang optimal saat digunakan di bawah sinar matahari langsung.
- Speaker stereo ada, namun kualitas suaranya cenderung datar dan kurang bass.
- GPS hanya mendukung satu satelit (GPS), sehingga akurasi navigasi mungkin kurang presisi dibanding perangkat dengan dukungan multi-band.
Rekomendasi
Jika dilihat secara objektif dari data, realme P4x adalah pemenang yang sangat jelas. Meskipun harganya mungkin sedikit lebih tinggi, peningkatan performa yang ditawarkan oleh chipset Dimensity 7400 Ultra (skor Antutu 497.213 vs 261.749) sangat signifikan, hampir dua kali lipat lebih cepat. Ini berarti pengalaman gaming yang jauh lebih mulus, multitasking yang lebih lancar, dan umur pakai perangkat yang lebih panjang sebelum terasa lambat. Layar 144Hz-nya juga jauh lebih unggul dibanding layar HD+ 120Hz milik Infinix, yang merupakan perbedaan besar dalam hal ketajaman visual. Baterai 7000 mAh lebih besar, dan dukungan 5G membuatnya lebih siap untuk masa depan. Infinix Hot 70 memang unggul di beberapa aspek penting seperti NFC, jack audio, dan komitmen update software, tetapi untuk performa dan pengalaman pengguna secara keseluruhan, realme P4x adalah investasi yang jauh lebih masuk akal.






