Dalam perbandingan dua smartphone entry-level ini, perbedaan paling mencolok ada di sektor display. Infinix Hot 70 membawa panel IPS LCD 6.78 inci dengan resolusi 720 x 1576 piksel (256 ppi) dan refresh rate 120Hz, sementara itel Super 26 Ultra menggebrak dengan AMOLED 6.8 inci 1080 x 2436 piksel (392 ppi) yang mendukung 144Hz, kecerahan puncak 4500 nits, dan proteksi Gorilla Glass 7i. Secara praktis, perbedaan ini sangat terasa: menonton video HDR, scrolling media sosial, dan bahkan membaca teks di bawah sinar matahari akan jauh lebih nyaman di itel. Infinix hanya unggul di kecerahan HBM 700 nits yang masih kalah dari AMOLED itel. Desain juga memihak itel dengan bobot 168g dan ketebalan 6.8mm vs 195g dan 7.5mm milik Infinix â selisih 27g yang signifikan saat digenggam lama. itel juga tampil lebih premium dengan fingerprint under-display optik, sementara Infinix masih pakai side-mounted fingerprint yang terkesan generik.
Di sektor performa, keduanya sama-sama menggunakan chipset 6nm, tapi beda arsitektur. Infinix mengandalkan Helio G100 Ultimate dengan dual-core Cortex-A76 (2.2GHz) dan hexa-core Cortex-A55 (2.0GHz), GPU Mali-G52 MC2, dengan skor Antutu SoC 261,749 (CPU 214,198 + GPU 47,551). itel memakai Unisoc T7300 dengan dual-core Cortex-A78 (2.2GHz) dan hexa-core Cortex-A55 (2.0GHz), GPU Mali-G57 MP2. Cortex-A78 secara arsitektur lebih unggul dari A76 dalam hal efisiensi dan IPC, sehingga untuk tugas sehari-hari itel terasa lebih responsif. Namun untuk gaming, keduanya sama-sama tidak ideal untuk game berat seperti Genshin Impact â GPU Mali kelas menengah bawah akan struggle di setting tinggi. Infinix unggul di RAM/storage dengan opsi hingga 8GB/256GB dan slot microSD dedicated, sementara itel hanya 8GB/128GB atau 8GB/256GB tanpa microSD.
Baterai dan charging adalah cerita yang kontras. Keduanya sama-sama 6000 mAh, tapi Infinix jauh lebih unggul dengan fast charging 45W yang bisa mengisi 50% dalam 25 menit, plus reverse wired 10W dan bypass charging. itel hanya punya 18W â mengisi 6000 mAh dari kosong ke penuh bisa memakan waktu 3 jam lebih. Ini adalah kelemahan terbesar itel. Namun, layar AMOLED itel lebih efisien daya dibanding IPS LCD Infinix, sehingga dalam penggunaan normal, keduanya bisa bertahan seharian. Infinix juga unggul di fitur audio jack 3.5mm dan speaker stereo, sementara itel menghilangkan audio jack â keputusan yang aneh di segmen entry-level. Untuk konektivitas, Infinix lebih lengkap dengan Bluetooth 5.4, Wi-Fi dual-band, dan NFC yang konsisten, sedangkan itel hanya menyebut 'Bluetooth Yes' dan NFC yang bergantung region â ini ketidakjelasan yang mengganggu.
Software adalah arena di mana Infinix tampil mengejutkan. Infinix Hot 70 hadir dengan Android 16 dan dijanjikan upgrade hingga 3 versi Android utama â komitmen yang sangat jarang di kelas harga ini. Sebaliknya, itel Super 26 Ultra masih memakai Android 15 dengan itel OS 15 tanpa jaminan update apa pun. Ini berarti Infinix akan menerima Android 17, 18, dan 19, sementara itel mungkin stuck di Android 15 selamanya. Untuk pengguna yang ingin memakai HP 3-4 tahun, Infinix jelas lebih aman. Namun, pengalaman UI itel OS 15 biasanya lebih bersih dan minim bloatware dibanding XOS 16 milik Infinix yang dikenal cukup berat dengan pre-installed apps. Di sektor kamera, itel unggul di selfie dengan 32MP vs 8MP, sementara kamera utama keduanya sama-sama 50MP â meski itel punya aperture lebih besar f/1.6 vs f/1.9 yang sedikit lebih baik di kondisi low-light. Keduanya sama-sama tidak punya OIS, dan video cap di 1440p@30fps. Tidak ada skor DxOMark untuk keduanya, menandakan kualitas kamera yang pas-pasan.
Secara keseluruhan, itel Super 26 Ultra adalah pemenang untuk pengalaman harian yang lebih premium â layar AMOLED 144Hz, bobot ringan, dan performa CPU modern memberikan nilai yang lebih baik untuk konsumsi media dan multitasking. Namun, pilihan ini tidak tanpa kompromi besar: charging 18W yang menyiksa, ketiadaan audio jack, dan software tanpa jaminan update adalah harga yang harus dibayar. Infinix Hot 70 adalah pilihan rasional bagi mereka yang prioritasnya adalah charging cepat, update software jangka panjang, dan fitur konektivitas lengkap â meski harus rela dengan layar 720p yang buram dan desain yang lebih berat. Di tahun 2026, saya lebih memilih itel karena layar adalah hal yang Anda lihat setiap detik, dan kompromi charging bisa diatasi dengan mengisi daya semalaman. Tapi jika Anda tipe yang sering buru-buru dan butuh HP awet secara software, Infinix bukan pilihan yang buruk â hanya saja terasa seperti HP dari 2023 yang dipoles ulang.
Kelebihan dan Kekurangan
Infinix Hot 70
â
Kelebihan
- Baterai 6000 mAh dengan charging 45W yang mengesankan untuk kelasnya (50% dalam 25 menit), plus reverse wired charging 10W
- Dukungan software jangka panjang: Android 16 dengan upgrade hingga 3 versi Android utama â sangat langka di segmen entry-level
- Konektivitas lengkap: NFC, Bluetooth 5.4, dan USB Type-C 2.0 dengan OTG
- Desain tipis (7.5mm) dengan bobot 195g yang masih terasa solid
- Tersedia banyak pilihan RAM/storage (4/6/8GB RAM dan 128/256GB ROM) dengan slot microSD dedicated
- Bypass charging yang mengurangi panas saat gaming sambil charging
- Speaker stereo untuk pengalaman multimedia yang lebih baik
â Kekurangan
- Layar IPS LCD 720p dengan kerapatan hanya 256 ppi â tajamnya kalah jauh dari kompetitor AMOLED 1080p
- Chipset Helio G100 Ultimate (6nm) dengan GPU Mali-G52 MC2 tergolong ketinggalan zaman untuk gaming berat
- Skor Antutu SoC hanya 261,749 â jauh di bawah standar kelas menengah modern
- Kamera utama 50MP tanpa OIS dan hanya satu lensa fungsional (auxiliary lens tidak berguna)
- Tanpa dukungan 5G â hanya HSPA dan LTE
- Resolusi layar 720p di tahun 2026 terasa seperti kemunduran
- Charging 45W tapi tanpa wireless charging
itel Super 26 Ultra
â
Kelebihan
- Layar AMOLED 6.8 inci dengan refresh rate 144Hz, kecerahan puncak 4500 nits, dan proteksi Gorilla Glass 7i â spesifikasi premium di kelasnya
- Bobot sangat ringan 168g dengan ketebalan hanya 6.8mm â desain flagship yang nyaman digenggam
- Resolusi 1080 x 2436 piksel (~392 ppi) â tajam dan detail untuk konsumsi media
- Chipset Unisoc T7300 (6nm) dengan CPU Cortex-A78 dual-core 2.2GHz â performa CPU lebih modern dari Helio G100
- Kamera selfie 32MP yang lebih tinggi resolusinya dibanding Infinix Hot 70 (8MP)
- Baterai 6000 mAh dengan layar AMOLED yang lebih efisien daya
- Fingerprint under-display optik yang lebih premium daripada side-mounted
â Kekurangan
- Charging hanya 18W â sangat lambat untuk baterai 6000 mAh (butuh ~3 jam untuk penuh)
- Software Android 15 dengan itel OS 15 â tidak ada jaminan update jangka panjang
- Wi-Fi tidak dijelaskan detail (hanya 'Yes') â kemungkinan hanya single-band 2.4GHz
- Tidak ada audio jack 3.5mm â kehilangan fitur dasar yang masih dibutuhkan banyak orang
- Bluetooth tanpa versi yang jelas â bisa jadi versi lawas
- Tidak ada slot microSD (spesifikasi tidak disebutkan)
- Skor Antutu tidak tersedia â performa GPU Mali-G57 MP2 kemungkinan masih di bawah standar gaming
- NFC bergantung pada pasar/region tertentu â tidak konsisten
Rekomendasi
itel Super 26 Ultra
Meskipun charging-nya lambat (18W vs 45W), itel Super 26 Ultra menang telak di hampir semua aspek yang benar-benar terasa setiap hari. Layar AMOLED 144Hz 4500 nits dengan Gorilla Glass 7i adalah pengalaman visual yang jauh lebih superior dibanding IPS LCD 720p 120Hz milik Infinix. Bobot 168g yang ringan, ketebalan 6.8mm, dan desain yang lebih premium membuatnya terasa seperti flagship. Performa CPU Cortex-A78 juga lebih modern dan efisien. Satu-satunya alasan memilih Infinix adalah jika Anda sangat membutuhkan charging cepat dan jaminan update software jangka panjang. Namun untuk pengalaman penggunaan sehari-hari â menonton video, browsing, media sosial â itel memberikan value yang jauh lebih baik dengan skor 78/100.
Skor: 78/100






