Membandingkan Infinix Hot 70 dan Realme P4x 4G di Agustus 2026 seperti membandingkan singa dan kucing rumahan - sama-sama dari keluarga kucing, tapi kapasitasnya jelas berbeda. Dari segi Display & Design, keduanya sama-sama menggunakan panel IPS LCD 120Hz dengan resolusi HD+ yang mengecewakan (720p). Infinix Hot 70 punya layar 6.78 inci dengan kecerahan 700 nits (HBM) dan kerapatan 256 ppi, sementara Realme P4x menawarkan 6.8 inci dengan 254 ppi dan proteksi Panda MN228 yang sedikit lebih tahan gores. Perbedaan dimensi cukup signifikan: Infinix jauh lebih ramping (7.5mm vs 8.8mm) dan ringan (195g vs 219g). Realme P4x terasa seperti membawa batu bata di saku, sementara Infinix Hot 70 lebih nyaman digenggam untuk penggunaan lama. Namun sayangnya, kedua ponsel ini masih memakai panel LCD, bukan AMOLED - di tahun 2026, ini seperti memakai kaset di era Spotify.
Dari sisi Performance, ini jurang pemisah yang sangat dalam. Infinix Hot 70 ditenagai Mediatek Helio G100 Ultimate (6nm) dengan skor Antutu SoC 261.749 (CPU 214.198, GPU 47.551), sementara Realme P4x hanya mengandalkan Unisoc T7250 (12nm) dengan skor sekitar 130-140 ribu. Artinya, Infinix hampir 2x lebih cepat! GPU Mali-G52 MC2 di Infinix juga jauh lebih mumpuni daripada Mali-G57 MP1 di Realme untuk gaming. RAM juga jadi pembeda: Infinix menawarkan hingga 8GB sementara Realme mentok di 4GB. Di era aplikasi yang makin rakus memori, 4GB RAM di Realme bakal sering membuat aplikasi restart - pengalaman yang bikin ingin melempar ponsel ke dinding.
Kamera adalah cerita yang serupa. Infinix Hot 70 punya kamera utama 50MP (f/1.9) dengan dual-LED flash dan HDR, plus selfie 8MP yang bisa merekam 1440p. Realme P4x juga punya kamera utama 50MP (f/1.8), tapi selfie-nya cuma 5MP dengan video 720p - kualitasnya seperti kamera depan smartphone 2016. Untuk video, Infinix unggul dengan dukungan 1440p@30fps di kedua kamera, sementara Realme mentok di 1080p untuk belakang dan 720p untuk depan. Tidak ada DxOMark score untuk keduanya, yang secara halus mengindikasikan bahwa mereka tidak masuk radar pengujian kamera serius.
Baterai adalah satu-satunya medan di mana Realme P4x menang telak. Dengan kapasitas 8000 mAh vs 6000 mAh milik Infinix, Realme bisa bertahan hampir 2 hari dengan pemakaian normal. Keduanya sama-sama mendukung fast charging 45W, tapi Infinix punya keunggulan bypass charging yang memungkinkan pengisian sambil gaming tanpa overheating. Realme menawarkan fleksibilitas PPS, PD, dan QC, sementara Infinix hanya 45W wired biasa. Namun, perlu diingat: baterai besar di Realme harus menghidupi chipset 12nm yang boros energi, jadi efisiensi keseluruhan mungkin tidak sebaik yang dibayangkan.
Software dan Connectivity jadi pembeda penting lainnya. Infinix Hot 70 berjalan di Android 16 dengan XOS 16 dan dijamin upgrade hingga 3 versi utama (sampai Android 19), sementara Realme P4x juga Android 16 tapi tanpa jaminan update jangka panjang. Infinix juga unggul dengan NFC (untuk pembayaran digital), Bluetooth 5.4, dan radio FM. Realme P4x tidak punya NFC - di tahun 2026, ini seperti tidak punya mesin kasir di toko modern. Keduanya sama-sama tidak mendukung 5G, yang di tahun 2026 mungkin mulai terasa ketinggalan zaman, tapi untuk kelas harga 2-3 jutaan, ini masih bisa dimaklumi.
Kesimpulannya, Infinix Hot 70 adalah pilihan yang jauh lebih masuk akal untuk hampir semua skenario penggunaan. Dengan harga sekitar 2.999.000 IDR, Anda mendapatkan performa 2x lipat, update software 3 tahun, NFC, kamera lebih baik, dan desain lebih ramping. Realme P4x hanya masuk akal jika prioritas utama Anda adalah daya tahan baterai ekstrem di atas segalanya - atau jika Anda ingin punya alasan untuk tidak memegang ponsel karena terlalu berat. Jika Anda sering bermain game, multitasking, atau peduli dengan umur panjang perangkat, Infinix Hot 70 adalah pemenang yang jelas. Realme P4x mungkin lebih cocok untuk mereka yang jarang menyentuh ponsel dan lebih sering menyentuh rumput.
đ Pilihan Terbaik

Infinix Hot 70
Rp 2.999.000
Harga pasar
đž[object Object] / 128GB
đˇ50 MP
Kelebihan dan Kekurangan
Infinix Hot 70
â
Kelebihan
- Chipset Helio G100 Ultimate (6nm) jauh lebih bertenaga dengan skor Antutu SoC 261.749, mengungguli pesaingnya hampir 2x lipat
- Layar lebih terang dengan 700 nits (HBM) dan refresh rate 120Hz, responsif untuk scrolling dan gaming kasual
- Dukungan software lebih baik: Android 16 dengan jaminan upgrade hingga 3 versi utama (sampai Android 19) dan XOS 16
- Kamera selfie 8 MP menghasilkan detail lebih baik dibanding pesaing, plus bisa merekam video 1440p
- Bobot lebih ringan (195g) dan bodi lebih tipis (7.5mm) meski baterainya tetap besar 6000 mAh
- Punya NFC untuk pembayaran digital dan radio FM, fitur yang jarang ada di kelas harga ini
- Bypass charging memungkinkan pengisian sambil gaming tanpa panas berlebih
â Kekurangan
- Resolusi layar cuma HD+ (720p) dengan kerapatan pixel 256 ppi, kurang tajam untuk membaca teks kecil
- Tanpa dukungan jaringan 5G, hanya 4G LTE - mungkin bermasalah di 2026 saat 5G makin umum
- Kamera utama 50 MP terasa sia-sia tanpa OIS dan sensor kecil, hasil malam hari bakal noisy
- Baterai 6000 mAh kalah besar dari pesaing yang sudah 8000 mAh, kapasitas lebih kecil 25%
- Menggunakan panel IPS LCD, bukan AMOLED - kontras dan warna kurang hidup
- Skor Antutu perangkat keseluruhan tidak tersedia, hanya skor SoC
Realme P4x 4G
â
Kelebihan
- Baterai raksasa 8000 mAh, salah satu yang terbesar di kelasnya - bisa tahan 2 hari pemakaian normal
- Dukungan fast charging 45W dengan PPS, PD, dan QC - fleksibel dengan berbagai charger
- Layar lebih besar 6.8 inci dengan screen-to-body ratio 86.8% dan proteksi Panda MN228
- Harga lebih terjangkau (estimated) karena chipset Unisoc yang lebih murah
- Tersedia varian 256GB untuk penyimpanan ekstra lega
- Sistem operasi Android 16 langsung dari pabrik
- Dimensi lebih pendek (166.5mm) sehingga lebih mudah digenggam satu tangan
â Kekurangan
- Chipset Unisoc T7250 (12nm) sangat lemah, skor Antutu SoC hanya sekitar setengah dari pesaing (est. 130-140 ribu)
- Hanya 4GB RAM, multitasking berat bakal sering reload aplikasi
- Kamera selfie 5 MP sangat standar, hanya bisa rekam video 720p - kualitasnya jadul
- Tanpa NFC, tidak bisa untuk Google Pay atau isi e-toll
- Bobot 219g terasa berat di saku, ditambah ketebalan 8.8mm - ini bukan ponsel untuk gaya hidup aktif
- Tidak ada jaminan update software jangka panjang, kemungkinan hanya sampai 1-2 versi Android
- GPU Mali-G57 MP1 kurang mumpuni untuk game berat seperti Genshin Impact
- Resolusi layar 720p di ukuran 6.8 inci membuat kerapatan pixel cuma 254 ppi, terlihat kurang tajam
Rekomendasi
Infinix Hot 70
Meskipun baterainya lebih kecil 2000 mAh, Infinix Hot 70 menang telak di hampir semua aspek yang benar-benar mempengaruhi pengalaman sehari-hari. Chipset Helio G100 Ultimate (6nm) dengan skor Antutu SoC 261.749 hampir 2x lipat lebih cepat dari Unisoc T7250 (12nm) milik Realme, artinya semua aplikasi, game, dan multitasking bakal terasa jauh lebih responsif. Ditambah lagi, Infinix memberikan jaminan update Android hingga 3 versi utama, NFC, selfie camera lebih baik, dan bodi lebih ringan. Realme P4x memang unggul di kapasitas baterai, tapi dengan performa yang lemah dan tanpa NFC, ponsel ini terasa seperti membeli power bank yang kebetulan bisa nelpon. Skor: 85/100 untuk Infinix Hot 70 karena keseimbangan fitur terbaik di kelasnya.
Skor: 85/100





