Dalam membandingkan POCO X8 Pro dan Infinix Note 60 Pro, kita melihat dua filosofi yang sangat kontras. POCO berfokus pada 'raw power' dengan chipset MediaTek Dimensity 8500 Elite yang mencetak skor Antutu v11 sebesar 2.285.536, jauh meninggalkan Infinix Note 60 Pro dengan Snapdragon 7s Gen4 yang hanya meraih 884.000 poin. Perbedaan performa ini dipertegas dengan penggunaan storage UFS 4.1 pada POCO dibandingkan UFS 2.2 pada Infinix, yang berarti kecepatan baca-tulis POCO jauh lebih superior untuk multitasking dan gaming berat.
Dari sisi desain dan layar, Infinix mencoba menarik perhatian dengan refresh rate 144Hz dan kecerahan puncak 4500 cd/m², sedikit mengungguli 120Hz POCO. Namun, POCO memberikan panel 12-bit dengan teknologi LTPO yang lebih efisien dan durabilitas fisik yang lebih meyakinkan dengan sertifikasi IP68/IP69 dan kemampuan menahan 270 kali jatuh. Infinix memang memiliki keunggulan fitur di sektor baterai, yakni adanya wireless charging 30W dan reverse wireless charging, sebuah kemewahan yang absen di POCO, meski keduanya sama-sama dibekali kapasitas besar 6500 mAh.
Konektivitas keduanya sudah cukup modern dengan dukungan WiFi 6 dan Bluetooth 6.0 (POCO) vs 5.4 (Infinix). Namun, POCO unggul dalam komitmen jangka panjang dengan janji pembaruan OS dan keamanan hingga 5 tahun, sementara Infinix hanya memberikan 2 tahun untuk OS. Ini adalah poin krusial bagi konsumen yang tidak ingin mengganti ponsel setiap dua tahun sekali hanya karena software yang kedaluwarsa.
Di sektor kamera, keduanya menggunakan sensor utama 50MP dengan OIS. Namun, POCO menggunakan sensor Sony IMX882 yang secara reputasi lebih stabil. Infinix mencoba menutupi kekurangan hardware dengan fitur software seperti 'Cinematic Mode' dan sensor kesehatan, namun bagi pengguna yang rasional, performa chipset dan dukungan software jauh lebih menentukan nilai sebuah gadget daripada sekadar sensor detak jantung yang akurasinya sering kali dipertanyakan.
Secara objektif, Infinix Note 60 Pro terlihat seperti sebuah perangkat yang mencoba menjadi 'semua hal bagi semua orang' dengan fitur-fitur tambahan, tetapi gagal di eksekusi performa dasar. Sebaliknya, POCO X8 Pro adalah paket yang lebih solid dan efisien. Jika Anda mencari smartphone yang tetap relevan hingga tahun 2031, POCO X8 Pro adalah pemenang yang tak terbantahkan.
🏆 Pilihan Terbaik
2.3M
POCO X8 Pro
Rp 5.399.000
Launch price
⚡Antutu: 2.3M
💾12GB / 512GB
📷50 MP + 8 MP
Kelebihan dan Kekurangan
POCO X8 Pro
✅ Kelebihan
- Performa monster dengan skor Antutu 2,2 juta berkat Dimensity 8500 Elite
- Penyimpanan UFS 4.1 yang super cepat dan kapasitas lega 512GB
- Durabilitas fisik luar biasa dengan sertifikasi IP68/IP69 dan ketahanan jatuh
- Update software panjang (5 tahun OS & Security)
❌ Kekurangan
- Tidak ada slot microSD
- Absennya jack audio 3.5mm
- Teknologi kamera yang tergolong standar untuk kelas harganya
Infinix Note 60 Pro
✅ Kelebihan
- Layar 144Hz yang sangat mulus
- Fitur pengisian daya sangat lengkap: Wireless charging 30W dan Reverse wireless charging
- Sertifikasi militer MIL-STD-810H
- Banyak sensor unik (SpO2, Heart Rate)
❌ Kekurangan
- Performa tertinggal jauh dengan skor Antutu hanya 884k
- Storage masih menggunakan UFS 2.2 yang lambat
- Update software sangat minim (hanya 2 tahun OS)
Rekomendasi
POCO X8 Pro
POCO X8 Pro menang telak di sektor performa (selisih skor Antutu lebih dari 1,4 juta poin) dan dukungan jangka panjang. Infinix hanya menjual fitur 'gimmick' seperti wireless charging dan sensor detak jantung yang jarang dipakai, namun mengorbankan performa inti dan masa pakai software.
Skor: 92/100




