Mari kita bedah realitas pahit di pasar entry-level ini. Infinix Hot 70 hadir dengan MediaTek Helio G100 (6nm), sebuah peningkatan signifikan dibandingkan Unisoc T7225 (12nm) pada vivo Y21d. Secara arsitektur, G100 dengan core A76 @2.2GHz memberikan performa komputasi yang jauh lebih responsif untuk aplikasi sehari-hari, sementara Unisoc T7225 masih berkutat dengan core A75 @1.8GHz yang terasa seperti membawa beban berat di tahun 2026. Perbedaan efisiensi fabrikasi (6nm vs 12nm) ini menjadi penentu mengapa Infinix lebih dingin dan efisien dalam manajemen daya meskipun kapasitas baterainya sedikit lebih kecil.
Di sektor visual, Infinix Hot 70 menawarkan refresh rate 120Hz yang memberikan kesan fluiditas tinggi, meski resolusi 720p pada layar 6.78 inci (256 ppi) memang bukan untuk mereka yang hobi memelototi piksel. vivo Y21d mencoba membalas dengan kecerahan puncak 1000 nits—unggul dari 700 nits milik Infinix—yang memang membantu keterbacaan di bawah terik matahari, namun itu tidak menutupi fakta bahwa vivo menghilangkan jack audio 3.5mm tanpa alasan yang masuk akal. Sebuah keputusan desain yang cukup 'berani' untuk ponsel kelas bawah.
Konektivitas adalah titik di mana vivo Y21d benar-benar tertinggal. Absennya NFC di vivo Y21d pada tahun 2026 adalah lelucon yang tidak lucu, mengingat Infinix Hot 70 sudah menyematkannya. Selain itu, Infinix menggunakan Bluetooth 5.4 yang lebih stabil dan hemat energi dibandingkan Bluetooth 5.2 pada vivo. Dalam hal software, Infinix memberikan jaminan 3 kali update major Android mulai dari Android 16, sedangkan vivo Y21d sudah 'mentok' di Android 15, menjadikannya perangkat yang lebih cepat usang secara sistem.
Terakhir, meski vivo Y21d unggul di kapasitas baterai (6500 mAh vs 6000 mAh), keuntungan ini tergerus oleh efisiensi chipset yang lebih buruk. Keduanya menawarkan pengisian daya di kisaran 44W-45W, namun kecepatan pengisian 50% dalam 25 menit pada Infinix terasa lebih praktis untuk gaya hidup cepat. Singkatnya, vivo Y21d adalah perangkat yang berusaha menjual kapasitas baterai sebagai daya tarik utama untuk menutupi kelemahan di hampir semua aspek teknis lainnya.
Kelebihan dan Kekurangan
Infinix Hot 70
✅ Kelebihan
- Chipset Helio G100 yang jauh lebih bertenaga untuk multitasking dan gaming ringan
- Layar 120Hz memberikan pengalaman scrolling yang jauh lebih mulus
- Dukungan software lebih panjang (Android 16 dengan 3 kali update major)
- Bluetooth 5.4 terbaru untuk konektivitas yang lebih stabil
- Hadir dengan NFC yang sangat krusial untuk gaya hidup urban
❌ Kekurangan
- Resolusi layar 720p pada bentang 6.78 inci menghasilkan kerapatan piksel yang rendah (256 ppi)
- Kapasitas baterai 6000 mAh sedikit di bawah vivo Y21d
- Build quality terasa sangat budget dengan penggunaan plastik yang dominan
vivo Y21d
✅ Kelebihan
- Baterai jumbo 6500 mAh untuk daya tahan ekstra panjang
- Kecerahan layar mencapai 1000 nits, lebih baik untuk penggunaan outdoor
- Pilihan warna Lavender Purple yang cukup estetis
❌ Kekurangan
- Chipset Unisoc T7225 (12nm) sudah sangat usang dan lamban untuk standar 2026
- Tidak ada NFC, fitur yang seharusnya sudah wajib ada di kelas harga ini
- Masih menggunakan Android 15, tertinggal satu generasi dari Infinix
- Tidak ada jack audio 3.5mm, memaksa pengguna membeli dongle atau TWS
- GPU Mali-G52 MP1 sangat lemah untuk kebutuhan grafis modern
Rekomendasi
Infinix Hot 70
Infinix Hot 70 menang mutlak karena relevansi teknologi. Dengan chipset Helio G100, dukungan Android 16, adanya NFC, dan layar 120Hz, ponsel ini jauh lebih fungsional dibandingkan vivo Y21d yang terjebak di spesifikasi tahun 2025 dengan chipset yang sudah ketinggalan zaman.
Skor: 82/100








