šŸ“‘ Daftar Isi

Zero DS motor listrik produksi menempuh 436,5 km sekali pengisian daya di Pegunungan Alpen Prancis

Zero DS Pecahkan Rekor Dunia Jarak Tempuh Motor Listrik 436,5 Km

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • Jelle Verstaen menempuh 436,5 km dengan Zero DS sekali cas, lampaui rekor lama 310,7 km
  • Motor produksi dengan Power Tank 19,2 kWh, bukan prototipe khusus
  • Rute dari Alpen Prancis ke Mediterania, kecepatan jelajah 52 km/jam, mayoritas malam hari
  • Dua pembalap lain juga lampaui rekor: SR/S 350 km, DSR/X 384 km
  • Dilacak GPS dan diverifikasi Guinness World Records, hujan deras di 100 km terakhir
  • Catatan: rute menurun dan kecepatan rendah, tidak mewakili berkendara normal

Telset.id – Rekor dunia jarak tempuh terjauh sepeda motor listrik dalam sekali pengisian daya resmi dipecahkan. Pembalap asal Belgia, Jelle Verstaen, menempuh 436,5 km (271,2 mil) menggunakan Zero DS sebelum baterainya habis. Catatan ini mengantarkannya meraih gelar Guinness World Records dan melampaui rekor sebelumnya sebesar 310,7 km (193 mil) dengan selisih lebih dari 125 km (78 mil).

Yang menarik, sepeda motor yang digunakan bukan prototipe aerodinamis khusus untuk mengejar rekor. Unit tersebut merupakan Zero DS produksi yang dilengkapi Power Tank opsional dari perusahaan, sehingga total kapasitas baterainya mencapai 19,2 kWh. Verstaen tidak berkendara sendirian. Dua pembalap lain turut serta mengendarai motor Zero, dan ketiganya sama-sama melampaui rekor sebelumnya. Pencapaian ini menegaskan bahwa motor listrik produksi mampu melaju jauh lebih efisien dibanding anggapan banyak orang, sejalan dengan perkembangan inovasi teknologi yang terus bergerak cepat belakangan ini.

Upaya pemecahan rekor dimulai dari dataran tinggi Pegunungan Alpen Prancis dan berkelok turun menuju pesisir Mediterania. Sepanjang perjalanan, Verstaen berusaha menjaga kecepatan jelajah rata-rata sekitar 52 km/jam (32 mph). Angka tersebut mungkin terdengar lambat untuk sebuah sepeda motor, namun kecepatan justru menjadi musuh utama dalam upaya ini. Hambatan udara meningkat drastis seiring bertambahnya kecepatan, sehingga berkendara relatif pelan menjadi salah satu cara terbaik untuk memperpanjang daya baterai motor listrik.

Zero DS motor listrik menempuh perjalanan panjang di Pegunungan Alpen Prancis

Hasilnya, perjalanan berlangsung hingga larut malam dan berlanjut ke pagi berikutnya. Zero menyatakan tim sengaja memilih waktu berkendara malam hari untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, sehingga Verstaen dapat menjaga ritme yang stabil dan efisien. Strategi ini menjadi semakin penting ketika rute beralih dari kawasan Alpen menuju dataran yang lebih rendah hingga akhirnya mencapai Mediterania.

Meski Verstaen akhirnya mengklaim gelar juara, ia bukan satu-satunya pembalap Zero yang menguji seberapa jauh motor listrik dapat melaju. Rekan-rekannya yang mengendarai Zero SR/S menempuh 350 km (217 mil) dalam sekali pengisian daya, sementara DSR/X mencapai 384 km (239 mil). Kedua angka tersebut sebenarnya sudah impresif, namun Zero DS terus melaju lebih jauh.

Rintangan Hujan dan Verifikasi Rekor

Bagian akhir perjalanan rekor tersebut ternyata tidak menyenangkan. Hujan deras datang sekitar 100 km (62 mil) terakhir, mengubah uji ketahanan semalam menjadi pertempuran basah menuju garis akhir. Namun Verstaen dan Zero DS terus melaju hingga akhirnya menempuh 436,5 km, melampaui rekor sebelumnya lebih dari 40%. Perjalanan ini dilacak menggunakan GPS dan disaksikan secara independen sebagai bagian dari proses verifikasi Guinness World Records.

Motor Zero melaju pada malam hari selama upaya pemecahan rekor jarak tempuh

Bagi sepeda motor listrik yang membawa baterai kurang dari 20 kWh, menempuh 271 mil dalam sekali pengisian daya menjadi demonstrasi efisiensi kendaraan listrik roda dua ketika dikendarai dengan hati-hati. Namun, ada sejumlah catatan penting yang perlu dipahami dari pencapaian ini. Rute yang dimulai dari dataran tinggi Alpen Prancis dan berakhir di Mediterania memberi keuntungan berupa penurunan elevasi secara keseluruhan. Meski bukan berarti 271 mil dilalui dengan meluncur menurun, medan tersebut tetap memberikan bantuan gravitasi sepanjang perjalanan.

Faktor yang lebih besar lagi adalah kecepatan. Target sekitar 52 km/jam (32 mph) sangat efisien untuk sepeda motor listrik, tetapi tidak mewakili cara kebanyakan orang mengendarai motor di jalan raya. Pada kecepatan tol yang umum, hambatan udara akan menguras baterai jauh lebih cepat. Kecepatan target yang rendah itu juga kemungkinan menjelaskan mengapa sebagian besar upaya dilakukan pada malam hari. Menjaga laju sekitar 32 mph di jalan yang lalu lintas siangnya bergerak jauh lebih cepat bisa jadi menjengkelkan hingga berbahaya. Melakukannya di tengah malam dengan lalu lintas yang jauh lebih lengang jauh lebih masuk akal.

Arti Pencapaian bagi Masa Depan Motor Listrik

Pencapaian ini tidak berarti pengendara bisa berharap melaju 271 mil dengan Zero DS pada kecepatan 70 mph tanpa berhenti. Namun, hal itu bukan inti dari sebuah upaya pemecahan rekor. Rekor adalah soal menemukan batas kemampuan sebuah mesin dalam kondisi yang dioptimalkan dengan cermat. Zero baru saja membuktikan bahwa sepeda motor listrik produksi yang membawa energi lebih sedikit dibanding banyak mobil hybrid plug-in mampu menempuh lebih dari 270 mil di dunia nyata dalam sekali pengisian daya.

Detail sepeda motor listrik Zero DS yang digunakan dalam pemecahan rekor

Masih ada keyakinan yang cukup kuat bahwa sepeda motor listrik identik dengan jarak tempuh pendek. Perjalanan lebih dari 270 mil dengan baterai kurang dari 20 kWh menjadi cara yang baik untuk menunjukkan seberapa sedikit energi yang sebenarnya dibutuhkan sebuah motor untuk memindahkan seseorang di jalan. Pencapaian ini sekaligus memperlihatkan arah perkembangan kendaraan listrik yang semakin efisien, seiring berbagai riset teknologi terus dikembangkan di berbagai belahan dunia, termasuk melalui ajang kompetisi dan inovasi global seperti yang terlihat pada WorldSkills Competition 2026.

Dengan baterai di bawah 20 kWh, jarak 271 mil menjadi demonstrasi nyata seberapa efisien kendaraan listrik roda dua dapat menjadi ketika dikendarai dengan cermat. Zero DS membuktikan bahwa batas jarak tempuh motor listrik masih bisa didorong lebih jauh, meski dalam kondisi yang sengaja dioptimalkan. Bagi industri, capaian ini menjadi tolok ukur baru sekaligus pengingat bahwa efisiensi energi, bukan sekadar kapasitas baterai besar, memegang peranan kunci dalam masa depan kendaraan listrik.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.