📑 Daftar Isi

Changan dan CATL menjalin kemitraan untuk produksi baterai solid-state 1.500 km dan kapasitas 75 GWh

Changan dan CATL Perluas Baterai 75 GWh, Solid-State 1.500 Km

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Changan dan CATL memperluas kapasitas baterai JV CATL-Changan dari 50 GWh menjadi 75 GWh
  • Investasi 5 miliar yuan untuk fasilitas 700.000 m², beroperasi 2027
  • Kolaborasi mencakup baterai solid-state dan sel sodium-ion
  • Sel Golden Bell: 400 Wh/kg, jarak 1.500 km, pengisian 6C (30-80% dalam 9 menit)
  • Target uji jalan 2026 dan produksi komersial SSB pada 2027
  • Ekspansi menciptakan 2.500 lapangan kerja dan pendapatan pajak 300 juta yuan

Telset.id – Changan resmi mengumumkan rencana memperdalam kemitraan dengan raksasa baterai CATL. Kedua perusahaan berkomitmen memperluas kapasitas produksi baterai bersama hingga 75 GWh serta berkolaborasi mengembangkan baterai solid-state (SSB) dan sel sodium-ion. Pengumuman ini disampaikan Changan melalui platform interaktif yang dimiliki Bursa Efek Shenzhen, mengikuti pola pernyataan perusahaan sebelumnya soal SSB internalnya.

Changan dan CATL bukanlah mitra baru di sektor otomotif China. Keduanya telah membentuk perusahaan patungan (JV) bernama CATL-Changan (时代长安, Times Changan) sejak 2023. JV tersebut memasok sel baterai untuk merek NEV internal Changan, termasuk Avatr, Deepal, dan Nevo. Menurut laporan Libattery.net, sebuah media industri baterai China, CATL-Changan sedang dalam jalur mencapai kapasitas produksi baterai 50 GWh, sebuah rencana yang diungkap Changan pada acara hubungan investor Mei 2025.

Pengumuman di platform interaktif Bursa Efek Shenzhen itu berarti CATL-Changan akan menerima tambahan kapasitas 25 GWh beserta lini produksi baru. JV tersebut berencana membangun fasilitas seluas 700.000 meter persegi dan menginvestasikan 5 miliar yuan (sekitar 750 juta USD) untuk ekspansi ini. Menurut Changan, fasilitas baru akan mengintegrasikan “teknologi baterai CATL generasi terbaru” dan memasok sel ke merek NEV perusahaan.

Fasilitas tersebut direncanakan mulai beroperasi pada 2027 dan mencapai target 25 GWh dalam tiga tahun. Lokasinya akan berada di zona teknologi tinggi antara Kota Chongqing dan Provinsi Sichuan. Changan memperkirakan ekspansi ini akan menghasilkan pendapatan tahunan 10 miliar yuan (sekitar 1,5 miliar USD), menciptakan 2.500 lapangan kerja, dan menghasilkan pendapatan pajak 300 juta yuan (sekitar 45 juta USD) bagi masyarakat lokal.

Golden Bell dan Ambisi Solid-State Changan

Changan telah bergabung dalam perlombaan SSB di China dengan mengumumkan sel Golden Bell (Jinzhongzhao) pada November 2023. Pabrikan tersebut menyatakan menargetkan kepadatan energi 400 Wh/kg dan mengklaim sel ini akan 70 persen lebih aman dibanding pesaing karena menggunakan “teknologi diagnosis jarak jauh AI”.

Changan juga mengklaim sel Golden Bell baru akan membantu EV mencapai jarak tempuh lebih dari 1.500 km. Perusahaan menyebut degradasi sel tidak akan terlihat signifikan setidaknya hingga 600.000 km. Masa pakai sel akan melampaui 5.000 siklus, dan paket Golden Bell akan mendukung pengisian 6C, memungkinkan pengisian 30-80 persen dalam 9 menit.

Pabrikan tersebut juga menegaskan kembali jadwal pengembangan sel Golden Bell, dengan target uji jalan kendaraan pada 2026 dan peningkatan ke produksi komersial pada 2027. Jadwal ini sejalan dengan rencana operasional fasilitas ekspansi CATL-Changan yang juga dimulai pada 2027.

Changan dan CATL perluas kapasitas baterai 75 GWh

Selain baterai, Changan menyatakan komitmen terhadap industri prospektif, termasuk robot humanoid dan “ekonomi dataran rendah” China. Langkah ini menunjukkan Changan tidak hanya berfokus pada kendaraan listrik, tetapi juga pada sektor teknologi yang lebih luas.

Ekspansi kapasitas hingga 75 GWh ini menempatkan CATL-Changan sebagai salah satu pemasok baterai terbesar untuk merek NEV Changan. Dengan tambahan 25 GWh dan lini produksi baru, pasokan sel untuk Avatr, Deepal, dan Nevo diperkirakan akan semakin kuat. Changan sebelumnya juga disebut tengah mengkaji penggabungan Avatr dan Deepal untuk efisiensi biaya.

Dampak bagi Industri Baterai China

Kolaborasi Changan dan CATL memperkuat posisi China dalam rantai pasok baterai global. Dengan target produksi massal SSB pada 2027, kedua perusahaan bersiap memasuki fase komersialisasi teknologi solid-state yang selama ini masih dalam tahap pengembangan di banyak negara.

Changan juga tercatat mulai memasang baterai sodium-ion pada mobil produksi massalnya, menandakan strategi multi-jalur dalam teknologi baterai. Kombinasi SSB, sodium-ion, dan sel konvensional dari CATL memberi Changan fleksibilitas dalam menghadapi berbagai segmen pasar.

Sementara itu, model seperti Changan Nevo Q06 menjadi contoh produk yang bergantung pada pasokan sel dari JV tersebut. Ekspansi kapasitas ini secara langsung mendukung rencana produksi model-model NEV Changan ke depan.

Fasilitas produksi baterai CATL-Changan di zona teknologi tinggi Chongqing-Sichuan

Dengan investasi 5 miliar yuan dan fasilitas seluas 700.000 meter persegi, proyek ini menjadi salah satu ekspansi baterai terbesar di kawasan barat China. Dampak ekonominya pun signifikan: 2.500 lapangan kerja baru dan pendapatan pajak 300 juta yuan bagi komunitas lokal.

Bagi industri, pengumuman ini menegaskan bahwa kemitraan antara produsen mobil dan pembuat baterai semakin menjadi model standar di China. Changan tidak hanya mengandalkan pasokan eksternal, tetapi juga membangun kapasitas produksi bersama untuk mengamankan rantai pasok dan mempercepat adopsi teknologi baru.

Target 1.500 km jarak tempuh dan pengisian 30-80 persen dalam 9 menit menjadi tolok ukur baru yang kompetitif. Jika jadwal 2026-2027 terpenuhi, Changan berpotensi menjadi salah satu pemain awal dalam adopsi SSB skala massal di pasar China.

Namun, semua target ini masih bergantung pada realisasi produksi komersial yang dijadwalkan 2027. Hingga saat itu, pasar akan menantikan apakah klaim kepadatan energi 400 Wh/kg dan keamanan 70 persen lebih baik dapat dibuktikan dalam kondisi nyata.

[ META_DESCRIPTION]
Changan dan CATL memperluas kapasitas baterai hingga 75 GWh serta mengembangkan baterai solid-state 1.500 km dan sel sodium-ion, dengan produksi massal ditargetkan 2027.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.