📑 Daftar Isi

Truk listrik Windrose R700 dengan teknologi EPTO terintegrasi e-axle

Windrose Kembangkan EPTO 70 kW untuk Truk Listrik R700

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • Windrose kembangkan EPTO 70 kW berbasis platform 800V untuk truk listrik R700
  • EPTO terintegrasi langsung ke e-axle proprietary, berukuran sebesar iPad
  • Solusi dibuat karena tidak ada EPTO komersial yang cocok untuk trailer pengangkut kendaraan
  • R700 sebelumnya teruji tarik beban 75.000 pon sejauh 578 mil di koridor I-10
  • Ken North dari NACFE apresiasi inovasi sebagai solusi fleksibel untuk truk listrik
  • Windrose awalnya sempat disebut tiruan Tesla Semi namun kini punya diferensiasi teknis

Telset.id – Windrose, produsen truk listrik asal Antwerp, mengembangkan electric power take-off (EPTO) yang menghasilkan daya hingga 70 kW tanpa mengonsumsi diesel. Inovasi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan daya tinggi pada trailer khusus pengangkut kendaraan, sekaligus memperkuat posisi kompetitif truk listrik andalannya, R700.

Keputusan Windrose untuk membangun EPTO sendiri muncul setelah perusahaan tidak menemukan solusi yang tepat di pasar. Wen Han, founder dan CEO Windrose, menjelaskan bahwa perusahaan percaya kendaraan listrik harus diangkut menggunakan truk listrik. Namun, solusi EPTO yang tersedia tidak mampu memasok daya untuk ramp dan rack pada trailer pengangkut mobil.

“Kami percaya bahwa EV (dan semua) mobil harus dipindahkan dengan truk listrik. Namun, kami tidak dapat menemukan solusi EPTO yang tepat untuk memberi daya pada ramp dan rack, jadi kami memutuskan untuk membuat sendiri,” ujar Wen Han. Modul yang dihasilkan berukuran sebesar iPad dan terintegrasi langsung ke e-axle rancangan sendiri. Berbasis platform tegangan tinggi 800V, EPTO ini menghasilkan daya 70 kW dengan nol emisi.

Apa Itu Power Take-Off?

Power take-off atau PTO pada dasarnya adalah outlet daya mekanis yang mengirim energi ke peralatan eksternal, seperti bak dump, cherry picker, atau bajak salju. Pada truk diesel konvensional, PTO memanfaatkan transmisi atau mesin yang sedang menyala untuk menyediakan daya mekanis tersebut.

Pada truk listrik, tidak ada mesin pembakaran yang menyala untuk menghasilkan daya mekanis. Truk harus menarik energi dari baterai dan mengubahnya menjadi daya mekanis untuk peralatan. Dalam praktiknya, ini berarti menambahkan motor listrik dan power electronics untuk menggerakkan pompa atau aksesori lainnya.

Perusahaan seperti Mack atau Volvo tidak menghadapi masalah ini karena VNR Electric mereka menggabungkan motor penggerak listrik dengan transmisi otomatis I-Shift. Namun, truk yang menggunakan motor listrik independen tanpa transmisi, seperti Tesla Semi, menghadapi tantangan dalam menyalurkan daya yang dibutuhkan agar kompatibel dengan ekosistem trailer, pompa hidrolik, dan aksesori lain yang dirancang untuk PTO mekanis konvensional.

EPTO by Windrose Technology = 0 emissions + 70kW + size of an iPad

Windrose menemukan solusi berbeda dengan mengintegrasikan EPTO ke dalam modul ringkas yang menyatu dengan e-axle proprietary perusahaan. Solusi ini dinilai cerdas dan menarik perhatian pelaku industri. Ken North, konsultan teknologi baru untuk North American Council for Freight Efficiency (NACFE), menyebut EPTO berpotensi mengubah truk jalan raya listrik menjadi pisau Swiss-Army untuk berbagai kemungkinan aplikasi, terutama di Kanada.

Sebelumnya, Windrose kerap disebut sebagai tiruan Tesla Semi atau sekadar gimmick pemasaran. Namun, hampir semua pihak yang menguji truk listrik besar R700 mengaku terkesan. Salah satu pengujian paling menonjol terjadi ketika R700 menarik muatan kombinasi seberat 75.000 pon sejauh lebih dari 578 mil antara Colton, California dan Buckeye, Arizona melintasi koridor kargo I-10 yang membentang dari California ke Florida.

Inovasi EPTO ini menjadi nilai tambah signifikan bagi Windrose. Kemampuan memasok daya 70 kW tanpa emisi membuka peluang aplikasi yang lebih luas, terutama untuk armada pengangkut kendaraan yang membutuhkan daya besar untuk mengoperasikan ramp dan rack pada trailer khusus mereka.

Dengan mengintegrasikan EPTO langsung ke e-axle, Windrose menghindari kebutuhan komponen tambahan yang rumit. Pendekatan ini berbeda dari solusi yang mengandalkan transmisi atau sistem terpisah, menjadikannya lebih ringkas dan efisien untuk truk listrik modern.

Langkah Windrose ini sejalan dengan tren elektrifikasi di sektor logistik dan transportasi. Adopsi kendaraan listrik untuk aplikasi khusus seperti pengangkut kendaraan membutuhkan solusi daya yang andal dan ramah lingkungan. Dengan EPTO 70 kW, Windrose menawarkan jawaban atas tantangan tersebut.

Keputusan untuk membangun sendiri komponen kunci ini menunjukkan komitmen Windrose dalam menguasai teknologi inti truk listrik. Daripada bergantung pada pemasok eksternal, perusahaan memilih mengembangkan solusi internal yang terintegrasi penuh dengan arsitektur kendaraannya.

Pengakuan dari NACFE menambah kredibilitas inovasi Windrose. Komentar positif dari konsultan industri seperti Ken North menunjukkan bahwa solusi EPTO Windrose dinilai relevan untuk kebutuhan pasar, khususnya di Amerika Utara. Hal ini juga menegaskan bahwa Windrose serius membangun ekosistem truk listrik yang aplikatif, bukan sekadar kendaraan demonstrasi.

Ke depannya, kemampuan memasok daya hingga 70 kW dari platform 800V membuka peluang bagi berbagai aplikasi trailer dan peralatan kerja lain yang selama ini mengandalkan PTO diesel. Windrose tampaknya ingin memastikan transisi ke truk listrik tidak mengorbankan fungsionalitas yang sudah ada di industri.

Inovasi ini juga berpotensi mendorong adopsi truk listrik di segmen yang selama ini dianggap sulit dielektrifikasi. Armada pengangkut kendaraan, misalnya, memiliki kebutuhan daya yang besar untuk sistem hidrolik pada trailer. Dengan EPTO internal, Windrose menghadirkan solusi yang siap pakai tanpa perlu modifikasi eksternal yang rumit.

Kinerja R700 yang sudah teruji di koridor I-10 menjadi fondasi kepercayaan pasar. Kombinasi antara performa jarak jauh dan kemampuan EPTO 70 kW menjadikan Windrose sebagai pemain yang patut diperhitungkan di segmen truk listrik kelas 8.

Bagi industri yang selama ini ragu dengan kemampuan truk listrik menangani aplikasi berat, kehadiran EPTO ini memberikan jawaban konkret. Windrose membuktikan bahwa elektrifikasi tidak harus mengorbankan produktivitas dan fleksibilitas operasional.

Pengembangan EPTO ini juga mencerminkan arah industri yang semakin matang. Produsen tidak lagi sekadar mengganti mesin diesel dengan motor listrik, tetapi mulai merancang ulang arsitektur kendaraan untuk memaksimalkan potensi elektrifikasi. Integrasi EPTO ke e-axle adalah contoh nyata dari pendekatan desain holistik tersebut.

Dengan segala capaian dan inovasi yang dipamerkan, Windrose menunjukkan bahwa label “tiruan Tesla Semi” yang sempat melekat tidak lagi relevan. Perusahaan ini kini memiliki diferensiasi teknis yang jelas, terutama melalui solusi EPTO terintegrasi yang belum banyak ditawarkan kompetitor.

Ke depannya, pasar akan melihat apakah solusi EPTO Windrose mampu diadopsi secara luas oleh operator armada. Jika berhasil, inovasi ini tidak hanya menguntungkan Windrose secara komersial, tetapi juga mempercepat elektrifikasi di segmen truk aplikasi khusus secara keseluruhan.

Keputusan Windrose membangun EPTO sendiri juga memberi pelajaran penting bagi industri: terkadang solusi terbaik datang dari kebutuhan yang tidak terpenuhi. Daripada menunggu pemasok menghadirkan produk yang sesuai, perusahaan justru mengambil inisiatif menciptakan solusi sendiri yang lebih terintegrasi dan efisien.

Sementara itu, pengembangan infrastruktur pendukung kendaraan listrik terus berlangsung di berbagai wilayah, sejalan dengan meningkatnya adopsi truk listrik untuk berbagai kebutuhan logistik.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.