📑 Daftar Isi

Pabrik CATL di Debrecen Hungaria yang menjadi pusat produksi baterai Eropa

CATL dan BYD Hadapi Pengawasan Ketat di Hungaria, Produksi Terhambat

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • Produksi sel baterai CATL di Hungaria dihentikan sementara akibat kegagalan keselamatan kerja terkait paparan nikel
  • Sembilan karyawan ditemukan memiliki indikator nikel tinggi setelah pemantauan biologis rutin
  • Investasi CATL di Debrecen mencapai 7,34 miliar euro dengan kapasitas terencana 100 GWh
  • CATL didenda 10 juta forint (31.000 USD) atas pelanggaran izin lingkungan terintegrasi
  • BYD juga didenda 10 juta forint atas dugaan pembuangan tanah terkontaminasi ke lahan pertanian
  • Produksi pabrik BYD diundur dari Q4 2025 menjadi Q4 2026
  • Pemerintah baru Hungaria memberlakukan aturan lebih ketat untuk proyek investasi utama
  • Pabrik Hungaria melayani Mercedes-Benz dan BMW, CATL mencari sumber baterai alternatif

Telset.id – Proyek produksi sel baterai di pabrik CATL di Hungaria diperintahkan untuk menghentikan sementara operasinya karena kegagalan keselamatan kerja terkait paparan nikel. Pemerintah kabupaten Hajdú-Bihar, seperti dikutip Caixin, menyatakan CATL harus menyelesaikan semua perbaikan terkait defisiensi keselamatan kerja sebelum produksi resmi dimulai. Saat ini, otoritas regulasi hanya mengizinkan perusahaan untuk melakukan debugging peralatan.

Fasilitas di Debrecen ini merupakan bagian dari investasi besar senilai 7,34 miliar euro yang bertujuan menciptakan hub baterai dengan total kapasitas terencana 100 GWh untuk modul dan sel baterai. Pabrik modul dengan kapasitas tahunan 5 GWh memang telah memulai produksi pada Mei 2026, namun lini produksi sel belum memasuki produksi massal formal. Penghentian ini menyusul insiden “paparan nikel” selama fase debugging dan uji produksi, di mana pekerja menghirup atau melakukan kontak dengan debu nikel yang melebihi batas okupasi.

CATL melaporkan bahwa setelah menerapkan pemantauan paparan biologis rutin pada awal Juni 2026, sembilan karyawan ditemukan memiliki indikator nikel tinggi pada Agustus. Inspeksi lanjutan oleh regulator Hungaria antara 11-25 Agustus mengungkapkan perlengkapan pelindung yang tidak memadai di beberapa area. Akibatnya, pada 25 Agustus, otoritas memerintahkan penghentian segera pekerjaan di bengkel pemotongan laser untuk foil positif dan negatif, bengkel winding, dan bengkel pengeringan sel.

Krisis keselamatan ini datang di saat yang krusial. Meskipun fase pertama pabrik sel telah menerima lisensi produksi pada 25 Agustus, operasi aktual diperkirakan akan tertunda. Lebih lanjut, aplikasi lisensi produksi untuk fase kedua ditolak pada 19 Agustus karena pelabelan yang salah pada bangunan yang telah selesai di denah lokasi umum.

Pabrik CATL di Debrecen Hungaria

Gangguan Rantai Pasok dan Dampak ke Mercedes-Benz

Gangguan ini juga berdampak pada rantai pasokan. Pabrik Hungaria terutama melayani pabrik lokal untuk Mercedes-Benz dan BMW. Laporan menunjukkan bahwa CATL saat ini mencari baterai dari pabrik lain untuk mempertahankan pasokan ke Mercedes-Benz, dengan menyerap biaya tambahan. Sementara itu, produksi terkait BMW belum dimulai dan tetap tidak terpengaruh.

Di luar masalah keselamatan, CATL menghadapi pengawasan lingkungan yang semakin ketat. Seorang anggota parlemen Hungaria mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut didenda 10 juta forint (31.000 USD) karena berbagai pelanggaran izin lingkungan terintegrasi. Pelanggaran tersebut mencakup kurangnya label limbah yang tepat, gagalnya penandaan limbah berbahaya, dan kontrol keamanan yang tidak memadai yang memungkinkan akses tidak sah ke pabrik.

Pengetatan regulasi ini merupakan bagian dari pergeseran kebijakan yang lebih luas. Kementerian Transportasi dan Investasi Hungaria mengumumkan pada 16 Agustus bahwa “proyek investasi utama” tidak akan lagi menikmati pengecualian dari regulasi lingkungan, konservasi alam, dan perencanaan kota. Proyek yang terbukti melanggar dapat dilarang menerima izin konstruksi baru setidaknya selama enam bulan. CATL, Samsung, dan SK-On termasuk yang pertama menjadi sasaran aturan yang lebih ketat ini.

Pergeseran pengawasan ini menyusul transisi politik pada April 2026, ketika partai oposisi mengalahkan pemerintahan lama Viktor Orban. Administrasi baru telah mulai meninjau proyek investasi besar yang ditandatangani di bawah pemerintahan sebelumnya. BYD juga memiliki kantor pusat Eropa di Hungaria.

Pabrik Semcorp di Hungaria

BYD dan Semcorp Juga Terkena Dampak

CATL bukan satu-satunya perusahaan China yang berada di bawah tekanan. Pada bulan Juni, pemerintah menghentikan operasi di pabrik milik produsen separator baterai lithium-ion, Semcorp, setelah mendeteksi kebocoran elemen logam di air tanah lokal. Demikian pula, BYD telah didenda 10 juta forint (31.000 USD) atas dugaan pembuangan tanah terkontaminasi ke lahan pertanian. Produksi pabrik BYD, yang semula dijadwalkan pada Q4 2025, dilaporkan telah diundur ke Q4 2026.

Pengawasan ketat terhadap investasi asing, khususnya dari perusahaan China, menjadi sinyal perubahan iklim bisnis di Hungaria. Meskipun investasi besar seperti CATL dan BYD sebelumnya disambut hangat dengan berbagai kemudahan, kini mereka harus beroperasi di bawah aturan yang lebih ketat. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah baru Hungaria lebih memprioritaskan kepatuhan lingkungan dan keselamatan kerja dibandingkan kecepatan realisasi investasi.

Bagi CATL, tantangan ini datang di saat perusahaan sedang berupaya memperluas jejak manufakturnya di Eropa. Pabrik Debrecen merupakan salah satu investasi terbesar perusahaan di luar China. Dengan kapasitas terencana 100 GWh, pabrik ini diharapkan menjadi pemasok utama baterai untuk Mercedes-Benz dan BMW di Eropa. Namun, dengan adanya penghentian operasi ini, timeline produksi yang semula direncanakan menjadi tidak pasti.

Dari sisi regulator, langkah tegas ini menunjukkan komitmen pemerintah baru Hungaria untuk menegakkan standar lingkungan dan keselamatan kerja. Sebelumnya, proyek-proyek investasi besar sering kali mendapatkan kelonggaran regulasi demi mempercepat realisasi investasi. Kini, pendekatan tersebut berubah. Perusahaan yang ingin beroperasi di Hungaria harus siap mematuhi standar yang ketat.

Denda sebesar 10 juta forint atau sekitar 31.000 USD untuk CATL dan BYD mungkin terbilang kecil dibandingkan skala investasi mereka. Namun, konsekuensi yang lebih besar adalah potensi penundaan izin konstruksi baru hingga enam bulan bagi proyek yang terbukti melanggar. Ini bisa memperlambat ekspansi lebih lanjut dari perusahaan-perusahaan baterai di Hungaria.

Sementara itu, industri otomotif Eropa yang sedang bertransisi ke kendaraan listrik sangat bergantung pada pasokan baterai yang stabil. Gangguan di pabrik CATL Hungaria bisa berdampak pada jadwal produksi Mercedes-Benz yang mengandalkan pasokan dari pabrik tersebut. Meskipun CATL berupaya mencari sumber alternatif dari pabrik lain, biaya tambahan yang harus ditanggung perusahaan bisa mempengaruhi margin keuntungan.

Bagi BMW, dampaknya mungkin belum terasa karena produksi terkait belum dimulai. Namun, jika penundaan berlanjut, BMW juga berpotensi mengalami keterlambatan dalam rencana produksi kendaraan listriknya di Hungaria. Situasi ini menunjukkan betapa rapuhnya rantai pasokan baterai Eropa yang masih sangat bergantung pada produsen Asia.

Dokumentasi kegiatan produksi baterai

Pergeseran politik di Hungaria menjadi faktor penting dalam perubahan kebijakan ini. Pemerintahan baru yang dipimpin partai oposisi mulai meninjau ulang berbagai kesepakatan investasi yang ditandatangani era Viktor Orban. Pendekatan yang lebih ketat terhadap kepatuhan lingkungan dan keselamatan kerja menjadi pembeda utama dari kebijakan sebelumnya yang lebih longgar.

Bagi investor China seperti CATL dan BYD, situasi ini menjadi pelajaran bahwa berinvestasi di luar negeri tidak hanya soal besaran insentif yang ditawarkan, tetapi juga kepatuhan terhadap regulasi lokal. Perusahaan harus siap menghadapi pengawasan yang lebih ketat dan konsekuensi hukum jika terjadi pelanggaran.

Ke depannya, industri baterai di Hungaria akan menghadapi masa transisi yang menantang. Di satu sisi, pemerintah baru ingin menjaga iklim investasi tetap menarik. Di sisi lain, ada tekanan untuk menegakkan standar lingkungan dan keselamatan yang lebih tinggi. Keseimbangan antara kedua kepentingan ini akan menentukan masa depan industri baterai di Hungaria dan posisinya sebagai hub manufaktur baterai Eropa.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.