📑 Daftar Isi

Paket solar kit BYD yang dijual di dealer Brasil dengan kapasitas 4,8 kWp

BYD Jual Paket PLTS Atap di 233 Dealer Brasil, Harga Rp60 Jutaan

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • BYD menjual paket PLTS atap 4,8 kWp di 233 dealer Brasil
  • Terdiri dari 8 panel 600 W, estimasi hasilkan 600 kWh per bulan
  • Harga total sekitar 19.000 BRL (3.800 USD atau Rp60 jutaan)
  • Cicilan 36 bulan tanpa bunga untuk pembeli Song Pro Flex via Banco Santander
  • Komponen diproduksi lokal di pabrik Campinas, kapasitas 0,5 GW
  • BYD Solar berdiri 2008, investasi 500 juta yuan untuk proyek sel surya
  • Song Pro Flex meluncur bersamaan, SUV PHEV dengan teknologi Flex Fuel

Telset.id – BYD resmi menjual paket pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap rumah melalui 233 jaringan dealer mobilnya di Brasil. Langkah ini menandai integrasi bisnis fotovoltaik (PV) BYD dengan jaringan ritel kendaraan listriknya, dan paket tersebut tersedia untuk seluruh konsumen, baik pemilik mobil BYD maupun bukan.

Paket PLTS standar yang ditawarkan terdiri dari delapan komponen fotovoltaik berkapasitas 600 W, sehingga total kapasitas terpasang mencapai 4,8 kWp. Paket ini sudah termasuk inverter, struktur pendukung, kabel, dan konektor. BYD memperkirakan sistem tersebut mampu menghasilkan rata-rata 600 kWh per bulan, tergantung pada kondisi operasional dan ketersediaan energi surya di lokasi masing-masing.

Menariknya, BYD menggabungkan seluruh layanan dalam satu kontrak tunggal, mulai dari peralatan, instalasi, sertifikasi jaringan dengan distributor listrik setempat, hingga polis asuransi selama satu tahun. Seluruh komponen ini diproduksi secara lokal di pabrik BYD yang berlokasi di Campinas, São Paulo, seperti dilansir dari Solarzoom.

Paket PLTS atap BYD yang dijual di dealer Brasil

Paket PLTS BYD dan Skema Pembiayaan

Peluncuran paket PLTS ini bertepatan dengan perilisan SUV plug-in hybrid terbaru BYD, yakni Song Pro Flex. Bagi konsumen yang membeli SUV tersebut secara tunai atau melalui pembiayaan dari Banco Santander, paket PLTS atap ini dapat dicicil selama 36 bulan dengan angsuran bulanan sebesar 512 BRL (sekitar 100 USD) per bulan, tanpa uang muka dan tanpa bunga.

Namun, penawaran khusus tersebut belum termasuk biaya operasional finansial atau IOF sebesar 578,62 BRL (112 USD) dan biaya registrasi sebesar 1.149 BRL (250 USD). Sementara itu, konsumen yang sudah memiliki kendaraan—baik merek BYD maupun merek lain—tetap bisa membiayai paket PLTS ini melalui Banco Santander dengan suku bunga bulanan mulai dari 1,69 persen.

Total biaya untuk satu paket PLTS atap BYD ini diperkirakan mencapai sekitar 19.000 BRL atau setara 3.800 USD. Dengan kurs saat ini, nilai tersebut kurang lebih setara dengan Rp 60 jutaan.

Langkah BYD ini menarik untuk disimak, mengingat sebelumnya kami juga pernah memberitakan soal Yangwang U8L yang harganya disebut setara tiga unit Dolphin. Kini BYD justru melebarkan sayap ke bisnis energi rumah tangga di Brasil.

Sejarah Bisnis Energi BYD dan Produksi Lokal

Langkah BYD memasarkan paket PLTS melalui jaringan dealer bukan tanpa dasar. Menurut laporan dari 36kr, BYD Solar resmi didirikan pada tahun 2008. Pada Desember tahun yang sama, BYD menginvestasikan dana sebesar 500 juta yuan (sekitar 75 juta USD) untuk proyek polisilikon dan sel surya di Shangluo, Shaanxi.

Kemudian pada 2010, pendiri BYD, Wang Chuanfu, secara resmi menetapkan tiga arah utama bisnis energi baru perusahaan, yaitu kendaraan energi baru, pembangkit listrik tenaga surya, dan stasiun penyimpanan energi. Visi jangka panjang ini kini mulai membuahkan hasil di pasar Brasil.

Saat ini, kapasitas produksi lini modul fotovoltaik di pabrik Campinas milik BYD di Brasil telah mencapai 0,5 GW. Bahkan, produksi kumulatifnya telah menembus angka 2 juta unit sejak tahun 2022. Ini menunjukkan keseriusan BYD dalam membangun ekosistem energi bersih di Brasil, tidak hanya sekadar menjual kendaraan listrik.

BYD Song Pro Flex SUV plug-in hybrid untuk pasar Brasil

Song Pro Flex: SUV PHEV Andalan BYD di Brasil

Paket PLTS atap ini diluncurkan bersamaan dengan kehadiran BYD Song Pro Flex, yang memiliki nama lengkap Song Pro Super-Híbrido Flex Fuel. Model ini merupakan SUV plug-in hybrid yang dirancang khusus untuk pasar Brasil dan diproduksi di pabrik BYD di Camaçari, Brasil.

Fitur utama dari model ini adalah teknologi Flex Fuel yang memungkinkan kendaraan beroperasi dengan tiga sumber energi: listrik, bensin, atau etanol. Menurut BYD, varian GL memiliki jarak tempuh all-electric hingga 60 kilometer, sementara varian tertinggi GS mampu mencapai 120 kilometer. Mesin 1,5 liter pada kendaraan ini kompatibel dengan berbagai campuran bensin-etanol dan bekerja bersama sistem plug-in hybrid DM-i milik BYD untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar.

Integrasi antara penjualan kendaraan listrik dan solusi energi surya ini merupakan strategi yang cukup jitu. Pemilik mobil listrik atau hybrid tentu akan diuntungkan dengan memiliki sumber listrik mandiri di rumah untuk mengisi daya kendaraannya. Apalagi, paket PLTS ini juga terbuka untuk pemilik kendaraan merek lain, sehingga pasarnya lebih luas.

Langkah BYD di Brasil ini juga menunjukkan bagaimana produsen kendaraan listrik mulai merambah ke ekosistem energi yang lebih besar. Dengan menjual paket PLTS melalui jaringan dealer yang sudah ada, BYD tidak perlu membangun kanal distribusi baru dari nol. Jaringan dealer yang tersebar di 233 titik menjadi garda depan pemasaran produk energi ini.

Keputusan untuk memproduksi komponen secara lokal di Campinas juga membantu menekan biaya dan memastikan pasokan. Kapasitas produksi 0,5 GW per tahun untuk modul fotovoltaik adalah angka yang cukup signifikan untuk memenuhi permintaan pasar rumah tangga Brasil.

Bagi konsumen Brasil, hadirnya paket PLTS atap dengan skema cicilan tanpa bunga untuk pembeli Song Pro Flex tentu menjadi nilai tambah. Mereka tidak hanya mendapatkan kendaraan ramah lingkungan, tetapi juga solusi energi bersih untuk rumah yang bisa menekan tagihan listrik bulanan dalam jangka panjang.

Dengan estimasi produksi 600 kWh per bulan, sistem ini berpotensi memenuhi sebagian besar kebutuhan listrik rumah tangga rata-rata. Ditambah lagi dengan garansi asuransi satu tahun dan proses instalasi yang sudah termasuk dalam satu kontrak, konsumen tidak perlu repot mengurus berbagai perizinan secara terpisah.

Strategi BYD ini patut diapresiasi karena menciptakan sinergi antara dua lini bisnis utamanya. Di tengah persaingan pasar kendaraan listrik yang semakin ketat, kemampuan menawarkan solusi energi terintegrasi bisa menjadi pembeda yang signifikan. Apalagi, tren penipuan digital yang marak akhir-akhir ini juga mengingatkan kita untuk selalu waspada terhadap tawaran investasi, namun penawaran resmi dari pabrikan seperti ini jelas berbeda.

Ke depannya, bukan tidak mungkin model bisnis serupa akan diterapkan BYD di negara lain, termasuk Indonesia yang memiliki potensi energi surya sangat besar. Namun, semua itu masih menunggu keputusan resmi dari BYD. Yang jelas, langkah BYD di Brasil ini menjadi contoh konkret bagaimana industri otomotif dan energi terbarukan bisa berjalan beriringan. Informasi lebih lanjut soal tren kendaraan listrik dan teknologi lainnya bisa disimak di kanal berita Gizmo kami.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.