šŸ“‘ Daftar Isi

Volkswagen ID. Buzz Cargo LWB dengan bodi panjang dan pintu geser lebar

VW ID. Buzz Cargo LWB Meluncur, Harga Mulai Rp 900 Jutaan

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø5 menit membaca
Bagikan:
  • Volkswagen ID. Buzz Cargo LWB resmi dibuka pre-order 23 September
  • Wheelbase 3.239 mm, panjang 4.962 mm, ruang muat bertambah 0,5 m3
  • Baterai 86 kWh, jarak tempuh WLTP mendekati 300 mil
  • Tenaga hingga 250 kW (335 hp) dengan 4MOTION AWD
  • Harga mulai €50.630 (sekitar $58.000) untuk versi AWD
  • Versi RWD dijual mulai €48.490 (sekitar $55.000)
  • Pesanan Inggris dibuka awal 2027, peluncuran musim semi

Telset.id – Volkswagen Commercial Vehicles resmi membuka pre-order untuk ID. Buzz Cargo LWB (long wheelbase) dengan penggerak 4MOTION AWD pada Rabu, 23 September. Langkah ini diambil hanya beberapa waktu setelah Kia memperkenalkan PV7, menandai babak baru persaingan van listrik komersial di segmen wheelbase panjang. Versi standar ID. Buzz memang dirancang untuk kebutuhan personal sehari-hari, sedangkan varian Cargo ditujukan untuk kebutuhan bisnis — pola yang serupa dengan Kia PV5 Passenger dan Cargo.

Varian LWB ini memiliki panjang 4.962 mm dengan wheelbase 3.239 mm. Dibandingkan ID. Buzz standar, panjang interiornya bertambah 250 mm, dan ruang penyimpanan di kompartemen muat ikut membengkak 0,5 m3. Untuk memudahkan proses bongkar-muat, Volkswagen menyematkan lantai kayu dan pintu geser kedua sebagai standar. Pintunya juga lebih lebar 19 cm, sehingga Euro pallet kini bisa masuk melalui sisi samping. Pembeli dapat memilih opsi pintu sayap belakang.

Dari sisi kapasitas angkut, payload maksimum mencapai 700 kg untuk model rear-wheel drive (RWD) dan 606 kg untuk versi all-wheel drive (AWD), bergantung pada konfigurasi. Seperti model standar, ID. Buzz LWB tersedia dalam opsi dua atau tiga kursi. Kombinasi antara dimensi kabin yang lebih panjang dan payload besar ini menempatkan varian Cargo LWB sebagai jawaban langsung atas kebutuhan armada niaga yang menuntut ruang ekstra tanpa mengorbankan fleksibilitas.

Baterai 86 kWh dan Tenaga 250 kW

ID. Buzz LWB mengandalkan baterai 86 kWh yang diperkirakan memberikan jarak tempuh WLTP mendekati 300 mil. Sebagai pembanding, versi standar memakai baterai 79 kWh dengan jarak tempuh hingga 277 mil. Dengan 4MOTION all-wheel drive, ID. Buzz Cargo LWB menghasilkan tenaga gabungan hingga 250 kW (335 hp) — naik dari 210 kW (281 hp) pada versi standar.

Seperti semua model ID. Buzz terbaru, varian Cargo yang lebih panjang ini dilengkapi software ID. terbaru Volkswagen, termasuk Travel Assist opsional dan one-pedal driving. Software anyar tersebut juga menghadirkan kemampuan vehicle-to-load (V2L) untuk ID. Buzz Cargo, sehingga van listrik ini bisa difungsikan sebagai sumber daya listrik bergerak. Fitur ini relevan bagi pelaku usaha yang membutuhkan pasokan listrik di lokasi kerja tanpa generator tambahan.

Volkswagen-ID-Buzz-Cargo-longer

Harga dan Jadwal Pasar

Pre-order ID. Buzz Cargo LWB dengan 250 kW dan 4MOTION AWD dibuka mulai €50.630 atau sekitar $58.000. Model RWD akan mulai dijual pada pekan berikutnya dengan harga awal €48.490 atau sekitar $55.000. Angka-angka ini menegaskan posisi varian LWB sebagai opsi kelas atas di jajaran van listrik Volkswagen, dengan selisih harga yang mencerminkan tambahan kapasitas baterai, tenaga, dan ruang muat.

Untuk pasar Inggris, pesanan baru akan dibuka pada awal 2027 dengan peluncuran resmi yang direncanakan pada musim semi. Jadwal ini menunjukkan bahwa ekspansi ID. Buzz Cargo LWB ke pasar Eropa berlangsung bertahap, mengikuti kesiapan jaringan distribusi di masing-masing negara. Bagi pasar di luar Eropa, termasuk Indonesia, belum ada keterangan resmi mengenai jadwal maupun harga.

Volkswagen-ID-Buzz-Cargo-longer-interior

Langkah Volkswagen memperluas jajaran ID. Buzz sejalan dengan dinamika bisnis perusahaan yang tengah berbenah. Perusahaan induknya bahkan tercatat melakukan efisiensi besar-besaran, seperti tergambar dalam langkah PHK 50.000 Karyawan sebagai bagian dari rencana bertahan hidup hingga 2030. Di sisi lain, lini produk listrik Volkswagen terus berkembang, termasuk kehadiran model seperti Volkswagen ID. Cross yang menyasar segmen SUV listrik terjangkau.

Perubahan nama produk juga menjadi bagian dari strategi Volkswagen tahun ini. Model ID.4 dikabarkan akan berganti identitas, sebagaimana diulas dalam artikel Volkswagen ID.4 Resmi Jadi ID. Tiguan. Pergantian nama ini menunjukkan upaya pabrikan Jerman tersebut merapikan portofolio kendaraan listriknya di tengah persaingan yang semakin ketat.

Persaingan di segmen van listrik komersial sendiri kian menghangat. Kehadiran Kia PV7 memicu Volkswagen untuk bergerak cepat menghadirkan versi LWB dari ID. Buzz Cargo. Pola ini mencerminkan bahwa segmen kendaraan niaga listrik kini menjadi medan tempur baru, bukan lagi sekadar pelengkap lini passenger car. Keputusan Volkswagen menambah varian wheelbase panjang menunjukkan bahwa permintaan terhadap van listrik berkapasitas besar dianggap cukup signifikan untuk direspons dengan produk khusus.

Volkswagen-ID-Buzz-Cargo-longer

Dari sisi spesifikasi, kombinasi baterai 86 kWh, tenaga hingga 250 kW, dan kemampuan V2L menempatkan ID. Buzz Cargo LWB pada posisi yang berbeda dari versi standar. Varian standar tetap relevan untuk kebutuhan harian dengan baterai 79 kWh dan jarak tempuh hingga 277 mil, sementara varian LWB menyasar operasional bisnis yang menuntut jangkauan lebih jauh dan kapasitas angkut lebih besar. Payload hingga 700 kg pada model RWD menjadi angka yang menentukan bagi pelaku usaha dalam menghitung efisiensi operasional armadanya.

Dengan pintu geser yang lebih lebar 19 cm dan lantai kayu sebagai standar, ID. Buzz Cargo LWB memang dirancang untuk mempercepat siklus bongkar-muat. Detail seperti ini terlihat sederhana, tetapi berdampak langsung pada produktivitas harian armada niaga. Ditambah opsi pintu sayap belakang, fleksibilitas konfigurasi muat menjadi salah satu nilai jual utama varian ini.

Yang perlu dicatat, seluruh angka jarak tempuh yang disebutkan masih berbasis perkiraan WLTP, bukan hasil pengujian independen. Begitu pula dengan harga yang disebut dalam euro dan dolar, yang bisa berbeda di tiap pasar akibat pajak, subsidi, dan biaya distribusi. Bagi konsumen maupun pelaku bisnis yang menantikan kehadiran van listrik ini, jadwal pembukaan pesanan di Inggris pada awal 2027 menjadi penanda bahwa ekspansi penuh ke pasar global masih membutuhkan waktu.

Pada akhirnya, peluncuran ID. Buzz Cargo LWB menegaskan bahwa Volkswagen tidak hanya bersaing di segmen mobil listrik penumpang, tetapi juga memperkuat posisinya di kendaraan niaga listrik. Dengan kapasitas baterai lebih besar, tenaga lebih tinggi, dan ruang muat yang bertambah, varian ini menjadi jawaban langsung atas kebutuhan armada bisnis yang mulai beralih ke tenaga listrik. Seberapa besar pasar merespons, akan terlihat dari laju pemesanan di Eropa dan Inggris dalam beberapa bulan mendatang.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.