📑 Daftar Isi

Pikap listrik Toyota Hilux BEV yang diprediksi diproduksi di pabrik Toyota Argentina

Toyota Investasi US$1,3 Miliar untuk EV Baru di Argentina

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Toyota investasi sekitar US$1,3 miliar untuk produksi EV baru di pabrik ZĂĄrate, Argentina
  • Menjadi investasi terbesar dalam sejarah industri otomotif Argentina
  • Proyek menciptakan 3.600 lapangan kerja saat konstruksi dan 2.600 setelah rampung
  • Hilux BEV disebut sebagai kandidat kuat model yang akan diproduksi
  • Pabrik diproyeksikan hasilkan ekspor tahunan sekitar US$1,28 miliar, 70% untuk pasar luar negeri
  • Langkah ini merespons dominasi merek China seperti BYD di pasar EV Amerika Latin

Telset.id – Toyota akan menggelontorkan investasi sekitar US$1,3 miliar untuk memproduksi kendaraan listrik baru di pabriknya di Zárate, Provinsi Buenos Aires, Argentina. Toyota Argentina mengumumkan bahwa pihaknya telah menerima persetujuan dari Komite Evaluasi untuk bergabung dengan RIGI (Incentive Regime for Large Investments), sebuah rezim insentif investasi besar. Nilai proyek ini menjadikannya investasi terbesar dalam sejarah industri otomotif Argentina hingga saat ini.

Pabrik Toyota di ZĂĄrate sendiri bukanlah fasilitas baru. Toyota telah memproduksi kendaraan di lokasi tersebut sejak 1997, dan saat ini lini produksinya mencakup pikap Hilux, SUV SW4, serta van komersial Hiace. Investasi baru ini akan menciptakan sekitar 3.600 lapangan kerja pada fase konstruksi awal dan sekitar 2.600 pekerjaan setelah seluruh peningkatan fasilitas rampung.

Meski demikian, Toyota belum mengungkap detail final soal model apa yang akan diproduksi. Perusahaan menyatakan akan mengumumkan informasi lebih lanjut dalam waktu dekat, termasuk rencana produksinya. Namun, laporan Automotive News menyebut bahwa pikap listrik penuh Toyota, Hilux BEV, menjadi kandidat kuat untuk diproduksi di Argentina. Spekulasi ini masuk akal mengingat Toyota saat ini sudah memproduksi Hilux EV di Thailand dan mengekspornya ke Eropa, Asia, Australia, serta sejumlah pasar luar negeri lainnya.

Toyota-new-EV-Argentina

Dari sisi dampak ekonomi, Menteri Ekonomi Argentina, Luis Caputo, menyatakan bahwa pabrik Toyota ini akan menghasilkan sekitar US$1,28 miliar dari ekspor tahunan. Sekitar 70% dari total produksi akan dialokasikan untuk pasar luar negeri. Angka ini menunjukkan bahwa proyek tersebut tidak hanya menyasar konsumen domestik Argentina, tetapi juga diposisikan sebagai basis ekspor regional.

Tekanan Kompetisi dari Merek China

Pengumuman investasi ini muncul di tengah dominasi merek-merek China seperti BYD, Geely, dan Chery di pasar kendaraan listrik Amerika Latin. Berdasarkan data MarkLines, BYD menjual 85.800 kendaraan di Amerika Latin hingga Juli. Jumlah itu setara dengan hampir 60% dari total 147.493 kendaraan listrik yang terjual di kawasan tersebut pada periode yang sama. Dominasi ini ditopang oleh kendaraan berbiaya lebih rendah yang agresif menembus pasar.

Tekanan kompetitif tersebut tampaknya memaksa Toyota menyesuaikan pendekatan globalnya. Strategi “multi-pathway” Toyota selama ini menawarkan seluruh opsi powertrain, mulai dari mesin bensin, hybrid, plug-in hybrid, battery electric, hingga fuel cell electric. Namun, ketika merek China terus menggerus pangsa pasar di kawasan kunci seperti Amerika Latin, Asia Tenggara, dan Eropa, Toyota dinilai harus beradaptasi lebih cepat. Tren ini juga terlihat dari penjualan EV global Toyota yang naik signifikan, sejalan dengan laporan bahwa Toyota Jualan EV terus menunjukkan pertumbuhan di tengah persaingan yang memanas.

Menariknya, Toyota juga semakin mengandalkan komponen dari China dalam upaya bersaing secara global. Langkah ini menandai pergeseran dari pendekatan tradisional perusahaan. Toyota disebut tengah membangun pabrik manufaktur EV Lexus baru di Shanghai yang groundbreaking-nya dilakukan musim panas lalu. Fasilitas tersebut dijadwalkan beroperasi pada 2027 dan akan bergerak dengan apa yang disebut perusahaan sebagai “Lexus speed”, menggunakan metode manufaktur canggih termasuk gigacasting untuk menekan biaya dan mempercepat output. EV terlaris Toyota di China, bZ3X, dilaporkan menggunakan hampir 90% komponen yang bersumber secara lokal.

Toyota-electric-pickup

Sepanjang tahun ini, Toyota tercatat menjual jauh lebih banyak EV secara global setelah memperkenalkan sejumlah model listrik baru maupun versi pembaruan. Hingga Agustus, Toyota menjual 267.649 unit EV di seluruh dunia, lebih dari dua kali lipat dibanding periode yang sama pada 2025. Peningkatan volume ini menjadi konteks penting mengapa ekspansi kapasitas produksi di Argentina menjadi langkah strategis, terutama untuk mengamankan posisi di pasar Amerika Latin yang sedang tumbuh cepat.

Hilux BEV dan Peta Produksi Global

Jika Hilux BEV benar-benar diproduksi di Argentina, maka pabrik ZĂĄrate akan menjadi simpul baru dalam rantai produksi kendaraan listrik Toyota di luar Asia. Saat ini Hilux EV diproduksi di Thailand dan diekspor ke berbagai pasar, termasuk Eropa, Asia, dan Australia. Penambahan kapasitas di Argentina berpotensi memperpendek jalur distribusi ke pasar Amerika Latin sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu basis produksi. Konteks ini juga relevan dengan perkembangan model tersebut di pasar lain, seperti yang terlihat pada pengujian Hilux BEV yang menunjukkan kemampuan pikap listrik Toyota dalam kondisi beban berat.

Langkah Toyota ini juga sejalan dengan strategi elektrifikasi yang lebih luas, di mana perusahaan terus menyeimbangkan berbagai opsi powertrain di berbagai pasar. Di Amerika Serikat, misalnya, kenaikan harga BBM turut mendorong penjualan model hybrid Toyota dan Lexus, sebagaimana tercermin dari laporan bahwa Penjualan Hybrid Toyota naik signifikan. Pola ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap kendaraan elektrifikasi, baik hybrid maupun battery electric, terus bergerak dinamis di berbagai kawasan.

Toyota-first-electric-pickup-prices

Investasi US$1,3 miliar di Argentina menjadi penanda bahwa Toyota mempercepat langkahnya di segmen kendaraan listrik, terutama di pasar yang selama ini dikuasai merek China dengan harga lebih kompetitif. Dengan target ekspor tahunan sekitar US$1,28 miliar dan alokasi 70% produksi untuk pasar luar negeri, pabrik ZĂĄrate diproyeksikan memainkan peran penting dalam peta produksi EV Toyota di Amerika Latin. Detail final soal model dan jadwal produksi masih ditunggu, namun arah kebijakan perusahaan sudah cukup jelas: memperluas kapasitas listrik di luar basis tradisionalnya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.