šŸ“‘ Daftar Isi

Toyota bZ Woodland 2026 sedang mengisi daya di stasiun Ionna New Jersey

Harga BBM AS Melonjak, Penjualan Hybrid Toyota-Lexus Naik 28,5%

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • Penjualan elektrifikasi Toyota-Lexus Q3 2026 capai 363.367 unit, naik 28,5%
  • Bauran elektrifikasi cetak rekor 61% dari total penjualan 633.223 unit
  • Harga BBM tinggi imbas perang AS di Iran dorong konsumen ke hybrid
  • Camry terlaris, disusul RAV4 dan Sienna; RAV4 turun 29,2% YTD
  • bZ naik 103% jadi 24.994 unit, RZ Lexus berlipat dua jadi 10.214 unit

Telset.id – Penjualan kendaraan elektrifikasi Toyota dan Lexus di Amerika Serikat menembus rekor 363.367 unit pada kuartal III 2026, tumbuh 28,5% dibanding periode yang sama tahun lalu. Lonjakan ini terjadi di tengah penjualan total perusahaan yang praktis stagnan, hanya naik 0,6% secara year-over-year menjadi 633.223 unit. Pemicunya bukan tren teknologi semata, melainkan harga bahan bakar yang bertahan tinggi akibat perang AS di Iran yang dimulai pada akhir Februari.

Angka tersebut menegaskan pergeseran struktural pada komposisi penjualan Toyota di pasar Negeri Paman Sam. Model hybrid, plug-in hybrid, dan listrik murni menyumbang 61% dari total bauran penjualan perusahaan antara Juli dan September, sebuah rekor baru bagi pabrikan asal Jepang itu. Dari 363.367 unit kendaraan elektrifikasi yang terjual, mayoritas masih berupa hybrid konvensional, disusul plug-in hybrid, lalu kendaraan listrik murni di posisi paling buncit.

Perang yang menekan pasokan minyak global membuat harga bensin bertahan tinggi dalam periode yang panjang. Analis menilai kondisi ini mendorong konsumen AS beralih ke kendaraan hemat bahan bakar, sehingga menguntungkan pabrikan dengan jajaran produk berbasis hybrid seperti Toyota, Honda, Hyundai, dan Kia. Dengan kata lain, krisis energi justru menjadi katalis bagi strategi elektrifikasi bertahap Toyota.

Camry Pimpin, RAV4 Tersendat karena Ramp-up Produksi

Pada level model, Toyota tidak merilis angka penjualan kuartalan, hanya bulanan dan year-to-date. Sepanjang Januari hingga September 2026, Toyota menjual 931.434 unit hybrid. Camry menjadi model terlaris Toyota sejauh tahun ini, diikuti RAV4, lalu Sienna di posisi ketiga dengan jarak yang cukup jauh.

Menariknya, RAV4 justru mencatat penurunan. Penjualan RAV4 turun 6,6% pada September seiring pabrik meningkatkan produksi generasi keenam yang kini sepenuhnya hybrid, dan turun 29,2% secara year-to-date. Namun pertumbuhan solid dari sisa lini hybrid lain, termasuk Camry, Sienna Hybrid, dan Grand Highlander Hybrid, menutupi koreksi tersebut. Pola ini menunjukkan bahwa transisi ke lini hybrid-only memang menciptakan gejolak jangka pendek pada volume produksi.

Baca Juga:

Di sisi kendaraan listrik murni, capaian Toyota jauh lebih sederhana meski ada beberapa model yang menonjol. Penjualan bZ versi terbaru berlipat dua dari tahun lalu, tumbuh 103% menjadi 24.994 unit pada tiga kuartal pertama 2026. Secara year-to-date, bZ kini berada di depan rival utamanya seperti Chevy Equinox EV yang terjual 18.154 unit, tetapi masih tertinggal dari Hyundai Ioniq 5 dengan 31.112 unit.

Sementara itu, model baru C-HR dan bZ Woodland belum memberikan kontribusi volume yang signifikan. Penjualan keduanya pada Januari-September masing-masing hanya 7.215 unit dan 2.600 unit. Angka ini memperlihatkan bahwa ekspansi lini EV Toyota masih dalam tahap awal dan belum mampu mengimbangi dominasi hybrid.

Lexus: RX Masih Rajanya, RZ Berlipat Dua

Pada merek Lexus, crossover RX tetap menjadi produk terlaris. Dari 89.824 unit RX yang terjual year-to-date, sebanyak 37.448 unit merupakan hybrid dan 5.738 unit plug-in hybrid. Penjualan RZ listrik murni juga berlipat dua hingga September menjadi 10.214 unit.

Yang patut dicatat, generasi baru ES Hybrid tercatat menjual lebih dari dua kali lipat versi listrik murninya, dengan 5.133 unit berbanding 2.083 unit untuk versi EV. Komposisi ini kembali menegaskan bahwa konsumen Lexus pun masih menempatkan hybrid sebagai pilihan utama dibanding kendaraan listrik penuh.

Data kuartal III 2026 ini menyiratkan satu hal: di tengah gejolak harga energi global, portofolio hybrid-heavy terbukti menjadi tameng Toyota dan Lexus. Sementara lini EV mereka, meski tumbuh, belum menjadi mesin penjualan utama. Strategi elektrifikasi bertahap tampaknya masih menjadi taruhan yang paling menguntungkan bagi kedua merek tersebut.

[CONCLUSION]
Kenaikan harga bahan bakar akibat perang AS di Iran mendorong konsumen ke kendaraan hemat bahan bakar, dan Toyota-Lexus memanen manfaatnya lewat dominasi hybrid. Rekor 61% bauran penjualan elektrifikasi menunjukkan bahwa strategi bertahap mereka terbukti efektif, sementara lini EV masih berjuang mengejar rival.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.