Telset.id ā GAC resmi mengumumkan rencana mengakuisisi 50% saham dalam joint venture FAW Toyota, menggantikan posisi FAW. Langkah yang diumumkan pada 28 September 2026 ini bertujuan merampingkan operasional merek Toyota di China, di tengah tekanan penjualan yang tajam pada segmen kendaraan berbahan bakar bensin.
Saham yang dibidik GAC saat ini dipegang oleh China FAW Group Corporation. Artinya, GAC akan menggantikan FAW dalam JV FAW Toyota. Perlu dicatat, GAC juga sudah menjalankan joint venture GAC Toyota di China. Selama ini, FAW Toyota dan GAC Toyota beroperasi di wilayah berbeda di seluruh China, namun lini model keduanya tampak saling tumpang tindih.
Ada banyak model kembar berlogo Toyota di daratan China. Contoh paling representatif adalah FAW Toyota Rav4 dan GAC Toyota Wildlander. Kondisi ini menjadi salah satu pemicu utama langkah konsolidasi yang kini diambil Toyota bersama mitra lokalnya.
Penjualan Dua JV Toyota di China Tertekan
Berdasarkan data China EV DataTracker, GAC Toyota mengirim 446.591 unit kendaraan sepanjang Januari hingga Agustus 2026, turun 10% secara Year-Over-Year. Sementara JV FAW Toyota mengirim 378.872 unit pada periode yang sama, dengan penjualan merosot 26,6% Y-O-Y.
Penurunan tersebut disebabkan oleh menyusutnya pangsa pasar mobil berbahan bakar bensin di China. Sebagai respons, Toyota memutuskan mengalihkan strategi untuk merampingkan operasional serta mengoordinasikan riset dan pengembangan, rantai pasok, serta pemasaran.
Dalam berkas pengajuan GAC disebutkan bahwa proyek ini dimaksudkan untuk memperdalam kerja sama strategis antara FAW dan GAC. Meski tersingkir dari joint venture, FAW akan menjadi pemegang saham terbesar kedua GAC. Sebelumnya, banyak pejabat tinggi China menyatakan bahwa konsolidasi industri otomotif tak terhindarkan akibat persaingan yang memanas dan pergeseran permintaan.
Baca Juga:
Strategi NEV dan Produksi EREV Toyota 2027
Langkah konsolidasi ini juga menjadi bagian dari pergeseran besar Toyota menuju segmen kendaraan energi baru (NEV). Toyota berencana memproduksi sekitar 200.000 unit EREV di China pada 2027, agresif memperluas segmen NEV di pasar yang paling kompetitif di dunia tersebut.
Pergeseran strategi ini mencerminkan pola yang juga muncul di sektor lain, di mana perusahaan memilih merombak teknologi lama dibanding mempertahankannya begitu saja, sebagaimana terlihat pada upgrade teknologi lama yang kini jadi prioritas banyak bisnis global.
Bagi industri otomotif China, keputusan GAC menggantikan FAW di JV FAW Toyota menandai babak baru konsolidasi. Dua entitas Toyota yang sebelumnya bersaing di wilayah berbeda kini berada dalam satu kendali operasional, membuka jalan bagi koordinasi R&D, rantai pasok, dan pemasaran yang lebih efisien.
Dampaknya tidak berhenti pada Toyota. Langkah ini menegaskan bahwa tekanan penurunan penjualan mobil bensin di China memaksa pemain besar menata ulang struktur bisnis mereka, termasuk melalui akuisisi saham dan penggabungan operasi yang sebelumnya berjalan terpisah.
Dengan FAW tetap masuk sebagai pemegang saham terbesar kedua GAC, hubungan strategis antara kedua perusahaan China tersebut justru berpotensi semakin erat, meski peran FAW dalam joint venture Toyota berakhir. Konsolidasi ini menjadi sinyal jelas bahwa efisiensi operasional dan percepatan transisi ke NEV menjadi prioritas utama di pasar otomotif terbesar dunia.
[ META_DESCRIPTION]
GAC akuisisi 50% saham FAW Toyota untuk merampingkan operasional Toyota di China, di tengah penurunan penjualan mobil bensin dan dorongan NEV.





Komentar
Belum ada komentar.