Satelit Rassvet Rusia mengorbit Bumi untuk keperluan militer

Rusia Percepat Konstelasi Satelit Rassvet, Ukraina Siapkan Respons

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Rusia menempatkan 16 satelit Rassvet di orbit rendah Bumi per Maret 2026
  • Target penambahan 292 satelit pada 2027 dan 924 satelit pada 2035
  • Rassvet saat ini beroperasi intermiten, belum selevel Starlink
  • Ukraina mengakui kecepatan pengembangan melampaui proyeksi intelijen
  • Diskusi respons militer Ukraina terhadap Rassvet sedang berlangsung
  • Jamming tidak efektif untuk satelit, butuh pendekatan berbeda
  • Rusia juga kembangkan drone Geran-4/5 dan mesh networking
  • Belum ada verifikasi independen atas angka intelijen Ukraina

Telset.id – Rusia tengah mempercepat pembangunan konstelasi satelit bernama Rassvet dengan kecepatan yang melampaui proyeksi intelijen Ukraina. Program ini dirancang untuk memberikan Moskow kemampuan cakupan real-time yang selama ini dimiliki Starlink untuk Ukraina selama lebih dari tiga tahun. Pergeseran kapabilitas ini membuat konfrontasi di orbit tampak sulit dihindari.

Menurut Mayor Jenderal Vadym Skibitskyi, wakil kepala direktorat intelijen pertahanan Ukraina, Rusia telah menempatkan 16 satelit ke orbit rendah Bumi per Maret 2026. Moskow berencana menambah 292 satelit lagi pada 2027, dan memperluas hingga 924 satelit pada 2035.

“Untuk saat ini, sistem ini hanya dapat beroperasi secara intermiten, ketika satelit melintasi wilayah kami,” kata Skibitskyi. Keterbatasan ini berarti Rassvet saat ini berfungsi sebagai proof of concept, bukan pesaing operasional Starlink.

Setelah konstelasi selesai, Rusia dapat mengoordinasikan serangan drone dan berbagi data penargetan tanpa bergantung pada infrastruktur darat. Koneksi satelit yang andal adalah kunci yang memungkinkan drone Ukraina diterbangkan secara real-time di medan yang diperebutkan. Jika Rusia memiliki kemampuan setara, keunggulan konektivitas yang selama ini menguntungkan Ukraina akan hilang.

A satellite in orbit around the earth

Karena peperangan elektronik tidak mudah mengganggu satelit seperti halnya mengganggu sinyal berbasis darat, melawan Rassvet membutuhkan pendekatan yang berbeda. Skibitskyi mengonfirmasi bahwa diskusi sedang berlangsung di tubuh pertahanan Ukraina tentang cara merespons setelah Rassvet matang, namun tidak memberikan spesifikasi mengenai bentuk respons terhadap jaringan satelit tersebut.

Menghilangkan ancaman Rassvet kemungkinan besar membutuhkan penonaktifan satelit secara langsung, karena jamming saja tidak dapat menjangkaunya. Namun, tindakan semacam itu akan memperluas konflik ke orbit, sebuah domain yang belum pernah diperangi langsung oleh kedua belah pihak.

Perluasan satelit Rusia tumpang tindih dengan peningkatan lain yang dilaporkan, termasuk drone serang Geran-4 dan Geran-5 bertenaga turbojet. Drone-drone ini mencakup sekitar 50% dari drone yang digunakan dalam satu serangan terbaru yang dilaporkan, menurut intelijen Ukraina. Moskow berencana memproduksi 11.000 drone serang pada Agustus 2026 saja, sambil mengalihkan produksi ke model-model baru ini.

Rusia juga telah mulai menerapkan mesh networking, sebuah metode yang memungkinkan kontrol real-time terkoordinasi untuk kawanan drone. Kedua peningkatan ini sangat bergantung pada jenis cakupan persisten yang dirancang untuk disediakan Rassvet.

Saat ini, tidak ada verifikasi independen terhadap angka satelit spesifik yang diberikan intelijen Ukraina. Pemerintah atau militer Rusia juga belum berkomentar publik mengenai perkembangan terbaru ini.

Tinjauan berkelanjutan Ukraina terhadap opsi-opsinya menunjukkan bahwa respons terhadap Rassvet tidak akan terbatas pada wilayah konvensional. Apakah respons itu berbentuk di orbit, di darat, atau melalui cara lain, tetap menjadi pertanyaan terbuka untuk saat ini.

Perkembangan ini juga beriringan dengan berbagai upaya Rusia di ranah teknologi lainnya. Sebelumnya, Rusia juga diketahui telah memblokir lebih dari 20 layanan VPN dalam serangan sensor internet terbesar. Upaya militer Rusia juga mencakup pengembangan drone induk yang mampu mengendalikan enam kopter sekaligus.

Dalam konteks perang elektronik, pasukan Rusia juga dilaporkan memasang kompas murah pada drone Molniya untuk melawan GPS jamming. Sementara itu, serangan siber terhadap Ukraina dan NATO juga terus berlanjut, termasuk eksploitasi Zimbra zero-day oleh kelompok TA488.

Pengembangan Rassvet menunjukkan bahwa Rusia serius mengejar kemandirian satelit militer. Kecepatan peluncuran yang melampaui proyeksi intelijen Ukraina menandakan prioritas tinggi program ini dalam strategi pertahanan Moskow.

Implikasi dari percepatan ini tidak hanya militer, tetapi juga geostrategis. Jika Rusia berhasil membangun konstelasi 924 satelit pada 2035, keseimbangan kemampuan intelijen dan komunikasi di kawasan akan berubah signifikan.

Ukraina, yang selama ini mengandalkan keunggulan konektivitas Starlink, kini harus mempertimbangkan skenario di mana keunggulan tersebut berkurang. Diskusi internal di tubuh pertahanan Ukraina menunjukkan kesadaran akan urgensi situasi ini.

Belum ada kepastian kapan Rassvet akan mencapai kapasitas operasional penuh. Namun, dengan 16 satelit sudah di orbit dan rencana penambahan 292 satelit dalam waktu dekat, arah perkembangannya sudah jelas.

Konfrontasi di orbit, yang sebelumnya dianggap tabu, kini menjadi kemungkinan nyata. Kedua belah pihak tampaknya bersiap menghadapi skenario tersebut, meskipun detail respons Ukraina belum diungkapkan ke publik.

Yang jelas, perlombaan satelit militer di kawasan Eropa Timur telah memasuki babak baru. Kecepatan Rusia dalam membangun Rassvet menjadi sinyal bahwa Moskow tidak ingin tertinggal dalam aspek teknologi militer yang krusial ini.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.