Telset.id – Mobil listrik pertama Ferrari, Luce, terjual dengan harga fantastis US$40 juta atau sekitar Rp640 miliar dalam lelang RM Sotheby’s Monterey pada Sabtu malam. Angka ini melampaui estimasi awal US$1,1 juta hingga 36 kali lipat, sekaligus memecahkan rekor lelang mobil baru termahal sepanjang sejarah.
Lelang Amal Ferrari Luce: Chassis 0 Laku 36 Kali Lipat Estimasi
Unit yang dilelang adalah chassis ZFF21BUA8T0338000, yang dijuluki “Chassis 0” dan merupakan unit produksi pertama dari program Luce. RM Sotheby’s menjalankan lelang ini tanpa reserve dan menghapus biaya premium pembeli, sehingga US$40 juta tersebut merupakan harga palu sekaligus donasi dalam satu angka.
Menariknya, seluruh hasil lelang akan disumbangkan ke The Ferrari Foundation, sebuah organisasi 501(c)(3) yang mendanai program pendidikan. RM Sotheby’s mengonfirmasi hasil ini melalui akun X mereka tak lama setelah lelang selesai.
Ferrari Luce yang terjual merupakan build Tailor Made dengan cat one-off “Madreperla Semi-Gloss” yang berubah warna dari hijau ke ungu tergantung pencahayaan. Kabinnya menggunakan kulit metalik Le Mans dalam warna Perla dengan aksen Grigio Corvara, yang menurut Ferrari menjadi pertama kalinya warna hitam digantikan pada interior Luce. Mobil ini juga dilengkapi velg khusus, kaliper rem custom, dan kuda jingkrak berwarna optical white.

Pembeli belum bisa langsung membawa pulang mobil ini. Luce tersebut akan dikembalikan ke Maranello untuk perakitan akhir, dengan jadwal pengiriman kuartal pertama 2027.
Tradisi Ferrari Memecahkan Rekornya Sendiri
Ini bukan pertama kalinya Ferrari mencetak rekor lelang. Pada Agustus tahun lalu, di lelang Monterey yang sama, Daytona SP3 one-off yang dibangun di luar produksi 599 unit terjual US$26 juta, juga untuk The Ferrari Foundation, dan disebut sebagai mobil baru termahal yang pernah terjual di lelang. Dua belas bulan kemudian, Ferrari mengalahkannya sebesar 54 persen dengan mobil listrik pertamanya.
Pola serupa juga terjadi lebih jauh ke belakang. LaFerrari Aperta yang unik terjual US$10 juta di lelang Maranello 2017 untuk bantuan gempa bumi.
Untuk konteks besarnya angka US$40 juta ini: RM Sotheby’s pernah menjual 1962 250 GTO seharga US$48,4 juta pada 2018, yang masih menjadi salah satu harga tertinggi yang pernah dibayarkan untuk mobil di lelang publik. Artinya, sebuah EV baru yang belum mengirimkan satu pun unit ke pelanggan hanya terpaut US$8,4 juta dari rekor tersebut.
Ferrari Luce sendiri dibanderol €550.000 atau sekitar US$640.000 di daftar harga resmi. Sementara itu, mobil listrik termahal yang pernah diproduksi massal, Rimac Nevera dan Pininfarina Battista, berada di kisaran US$2,2 hingga US$2,5 juta, namun volume produksinya bahkan lebih rendah dari Luce.
Baca Juga:
Kontroversi Hingga Kesuksesan
Perjalanan Ferrari Luce tidak selalu mulus. Mobil ini sempat mendapat kritik tajam saat peluncuran di Roma pada Mei. Saham RACE sempat turun setelah reveal, mantan ketua Ferrari Luca di Montezemolo menyebut badge Ferrari tidak pantas ada di mobil ini, dan Ferrari mengganti kepala pemasaran sebulan kemudian.
Namun, seluruh alokasi 2026 yang berjumlah kurang dari 500 unit terjual habis dalam waktu kurang dari dua bulan, bahkan sebelum pengiriman pertama dilakukan. Dan kini, rekor lelang pun berhasil dipecahkan.
Tentu saja, aspek amal memainkan peran besar dalam angka US$40 juta ini. Namun tetap menjadi kepuasan tersendiri bagi Ferrari setelah respons awal yang kurang bersahabat terhadap mobil listrik pertamanya.
Keberhasilan lelang ini menjadi sinyal kuat bahwa pasar tetap percaya pada arah elektrifikasi Ferrari, terlepas dari kontroversi yang menyertainya. Dengan pengiriman perdana dijadwalkan pada Q1 2027, publik kini menantikan apakah Luce akan mampu memenuhi ekspektasi tinggi yang sudah terbentuk sejak sebelum mobil pertamanya dikirim ke pelanggan.





Komentar
Belum ada komentar.