Telset.id – Freelander 8, SUV retro ala Jaguar Land Rover (JLR) yang baru saja debut, langsung mencatatkan awal yang kuat dengan lebih dari 10.000 pemesanan yang masuk hanya dalam 48 jam. SUV mewah ini merupakan hasil kolaborasi antara Chery dan JLR melalui brand baru Freelander di China, dan menjadi produk pertama dari kemitraan tersebut.
Model yang pertama kali diperkenalkan pada bulan Maret ini hadir dengan desain yang terinspirasi gaya retro dan proporsi layaknya mobil konsep. JLR berharap gaya khas ini mampu bersaing dengan kompetitor asal Jerman di pasar Barat. Namun, untuk pasar China yang kompetitif, Freelander 8 membawa sesuatu yang lebih: interior ultra-mewah dengan layar sentuh raksasa, kursi kapten “Zero gravity” di baris kedua yang bisa direbahkan, serta fitur pemanas, ventilasi, dan pijat pada permukaan kursi.

Kelengkapan lain termasuk meja ala pesawat, lemari pendingin (refrigerator), dan lampu suasana (LED mood lighting) yang dapat disesuaikan. Pendekatan ini terbukti membuahkan hasil, dengan lebih dari 10.000 pelanggan bersedia membayar lebih dari US$50.000 atau sekitar Rp 800 jutaan (harga awal 339.900 yuan) untuk merasakan langsung kenyamanan interior Freelander 8.
Meski angka pemesanan terbilang impresif, Freelander tidak memberikan rincian lebih lanjut selain jumlah pesanan tersebut. Perlu dicatat bahwa banyak brand China yang mengumumkan angka pra-pemesanan berdasarkan deposit yang dapat dikembalikan. Masih perlu dilihat berapa dari 10.000 pesanan tersebut yang akhirnya menjadi pengiriman nyata.
Baca Juga:
Spesifikasi dan Teknologi Freelander 8
Semua varian Freelander 8 hadir standar dengan sistem ADAS Qiankun ADS 5 dari Huawei yang ditenagai chip Snapdragon 8397 terbaru dari Qualcomm. Chip ini memproses informasi dari radar, LiDAR, dan kamera visual untuk membantu menjaga SUV besar ini tetap berada di tengah jalur. Sebelumnya, detail interior SUV ini juga sempat bocor ke publik dan mengonfirmasi penggunaan Snapdragon 8397 tersebut.
Untuk sektor dapur pacu, Freelander 8 mengandalkan mesin 1.5 liter turbocharged 4 silinder sebagai range extender (EREV). Mesin tersebut dikombinasikan dengan baterai 60,3 kWh yang mengirim daya ke sepasang motor listrik. Total output mencapai 610 kW atau sekitar 815 hp yang disalurkan ke kedua poros roda. Tenaga sebesar ini mampu melontarkan SUV bertubuh kotak ini dari posisi diam ke 60 mph dalam waktu kurang dari 4,5 detik.

Menariknya, model ini juga sempat mengalami penundaan jadwal pre-sale akibat Topan Dolphin sebelum akhirnya resmi dipasarkan. JLR belum mengumumkan pasar berikutnya untuk Freelander 8, namun Kanada atau daratan Eropa disebut-sebut sebagai kandidat kuat.
Dengan kombinasi desain retro yang mencolok, teknologi canggih dari Huawei dan Qualcomm, serta performa yang mengesankan, Freelander 8 tampaknya siap menjadi pemain baru yang serius di segmen SUV mewah global. Pertanyaannya sekarang, apakah minat awal yang tinggi ini akan bertahan hingga tahap pengiriman?
[CONTENT_END]





Komentar
Belum ada komentar.