Telset.id ā Sebuah Tesla Robotaxi tanpa pengemudi menabrak dan melindas sederet bollard plastik setelah salah mengambil jalur di persimpangan jalan. Insiden ini terekam dalam video yang diunggah ke subreddit r/SelfDrivingCars pada Senin lalu dan pertama kali disorot oleh Electrek, memicu pertanyaan serius tentang proses pengambilan keputusan perangkat lunak kendaraan otonom tersebut.
Video tersebut diambil oleh penumpang yang duduk di kursi penumpang depan. Dalam rekaman, terdengar suara penumpang yang semakin cemas saat menyadari apa yang coba dilakukan Robotaxi. āIni akan menembus bollard,ā kata penumpang itu, saat mobil melaju perlahan menuju pembatas. Robotaxi Tesla tampaknya masuk ke area curb extension yang dibatasi bollard plastik, mengira itu adalah jalur belok kanan. Namun, saat mencoba berbelok ke jalan berikutnya, kendaraan menyadari bahwa ia terjebak di area tersebut.
Insiden ini menjadi sorotan karena menunjukkan kegagalan logika pengambilan keputusan pada beberapa tahap. Pertama, kesalahan awal adalah berbelok ke jalur yang tertutup. Kedua, kendaraan tidak bisa memutuskan untuk mundur keluar dari area terlarang tersebut. Ketiga, dan yang paling membingungkan, kendaraan jelas mendeteksi keberadaan bollard di depannya, tetapi tetap memilih untuk melindasnya.
Kronologi Insiden Robotaxi Tesla
Setelah menyadari bahwa kendaraan berada di area yang salah, Robotaxi berhenti sejenak selama sekitar satu menit. Stir kendaraan terlihat bergerak-gerak kecil dan rem berdenyut, menunjukkan bahwa sistem sedang mencoba mencari solusi. Namun, alih-alih memilih untuk mundur keluar dari area tersebut, kendaraan akhirnya mengambil keputusan drastis: melaju lurus menembus bollard.
Beruntung, pembatas yang dilindas adalah jenis bollard plastik yang fleksibel dan tidak kokoh. Jika pembatas tersebut terbuat dari material yang lebih keras, insiden ini bisa berakhir dengan konsekuensi yang jauh lebih serius. Penumpang yang menyaksikan kejadian itu pun tidak percaya dengan apa yang terjadi. āMobil ini menembus bollard,ā ujarnya. āAstaga.ā
Insiden ini menimbulkan pertanyaan besar tentang keandalan sistem navigasi Tesla Robotaxi. Seperti perusahaan robotaxi lainnya, Tesla memiliki teleoperator yang dapat memberikan bantuan atau mengambil alih kendaraan ketika mobil mengalami kebuntuan. Namun, belum jelas apakah petugas jarak jauh ini terlibat dalam insiden ini atau tidak.
Kejadian ini juga menjadi ironi tersendiri. Sekitar sebulan sebelum insiden ini terjadi, akun resmi Tesla di platform X membanggakan bahwa Robotaxi telah mencatatkan ā0 insiden signifikan dalam 380.000 mil perjalananā. Kata āsignifikanā tentu menjadi perhatian utama, mengingat kendaraan otonom ini juga pernah terlihat melaju melawan arah di jalan satu arah dan berkendara secara tidak menentu.

CEO Tesla, Elon Musk, sebelumnya menegaskan bahwa perusahaan sangat āparanoid tentang keselamatanā. Namun, insiden melindas bollard yang dirancang khusus untuk melindungi pejalan kaki dari pengemudi yang ceroboh ini tentu tidak membantu memperkuat klaim tersebut. Terlebih lagi, layanan robotaxi ini juga dilaporkan mengalami penurunan jumlah mil yang ditempuh oleh pelanggan berbayar dan hanya mengoperasikan armada dengan sekitar belasan mobil yang aktif memberikan layanan tanpa pengawasan.
Baca Juga:
Analisis Keputusan Kontroversial Robotaxi
Insiden ini menyoroti kelemahan mendasar dalam logika pengambilan keputusan kendaraan otonom. Sebuah sistem yang ideal seharusnya mampu mengenali bahwa ia telah masuk ke area yang salah dan mengambil langkah aman untuk keluar, seperti mundur perlahan. Namun, keputusan untuk melindas halangan yang jelas-jelas terdeteksi menunjukkan adanya celah dalam pemrograman prioritas bahaya.
Bollard adalah elemen keselamatan yang sengaja dipasang untuk mencegah kendaraan masuk ke area pejalan kaki. Keputusan untuk melindasnya bertentangan dengan fungsi dasar elemen tersebut. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah: apa yang akan terjadi jika bollard tersebut diganti dengan penghalang yang lebih keras, seperti beton atau besi? Atau lebih buruk lagi, apa yang terjadi jika ada pejalan kaki di balik bollard tersebut?
Insiden ini juga memicu diskusi tentang kesiapan teknologi otonom untuk beroperasi di jalan umum tanpa pengemudi. Meskipun Tesla telah mengklaim tingkat keamanan yang tinggi, kejadian seperti ini menunjukkan bahwa masih ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum teknologi ini bisa dipercaya sepenuhnya. Peristiwa ini juga mengingatkan publik bahwa Robotaxi Tesla masih menghadapi tantangan signifikan dalam hal keandalan dan keselamatan operasional di dunia nyata.
Meskipun klaim Musk tentang kepedulian terhadap keselamatan mungkin memiliki dasar kebenaran, insiden melindas bollard ini menunjukkan bahwa masih ada kesenjangan antara niat dan implementasi. Teknologi otonom memang berkembang pesat, tetapi insiden seperti ini menjadi pengingat bahwa keselamatan publik tidak bisa dikompromikan. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengambilan keputusan dan protokol darurat menjadi keharusan sebelum layanan robotaxi dapat dianggap benar-benar siap beroperasi secara luas.





Komentar
Belum ada komentar.