Telset.id â Buick resmi meluncurkan Electra L7 versi full listrik di China pada hari ini, 19 Agustus 2026. Model ini ditawarkan dalam tiga varian dengan banderol harga resmi mulai dari 179.900 yuan (sekitar 26.500 dolar AS) hingga 209.900 yuan (sekitar 30.900 dolar AS), atau setara dengan Rp400 jutaan hingga Rp500 jutaan untuk pasar China.
Peluncuran ini menandai langkah agresif Buick di segmen SUV listrik premium dengan harga yang kompetitif. Electra L7 hadir dengan klaim performa tinggi berkat arsitektur 800V yang menjadi tulang punggung utama kendaraan ini.
Motor listriknya dipasang di bagian belakang (rear-mounted) dengan output maksimum 282 kW (378 hp) dan torsi puncak 382 Nm. Akselerasi 0-100 km/jam mampu ditempuh dalam 5,6 detik, angka yang cukup impresif untuk SUV keluarga.

Salah satu daya tarik utama Electra L7 adalah baterai LFP (lithium iron phosphate) berkapasitas 80,6 kWh yang dipasok oleh CATL. Dengan baterai tersebut, mobil ini diklaim mampu menempuh jarak maksimal 702 km berdasarkan standar CLTC. Yang lebih menarik, teknologi fast charging 6C memungkinkan kendaraan menambah jarak tempuh 450 km hanya dalam 10 menit pengisian daya.
Buick juga membekali Electra L7 dengan sistem sasis bernama âPre-view Floating Magic Carpetâ yang memanfaatkan multi-sensor fusion untuk menyesuaikan redaman suspensi dalam hitungan milidetik. Fitur ini diharapkan memberikan kenyamanan berkendara yang lebih baik di berbagai kondisi jalan.
Desain dan Dimensi Buick Electra L7
Secara eksterior, Electra L7 versi listrik murni ini sebagian besar konsisten dengan versi extended-range yang sudah lebih dulu hadir. Dimensinya tercatat panjang 5.032 mm, lebar 1.952 mm, dan tinggi 1.499 mm (atau 1.507 mm untuk varian tertentu), dengan jarak sumbu roda 3.000 mm.
Mobil ini dilengkapi gagang pintu semi-tersembunyi (semi-hidden door handles) dan velg 19 inci sebagai standar. Untuk varian tertinggi, tersedia opsi velg 20 inci. Buick juga memperkenalkan dua warna eksterior baru, yaitu Stardust Green dan Cherry Blossom Pink.
Masuk ke kabin, Electra L7 ditenagai chip Qualcomm SA8775P yang menawarkan daya komputasi neural (NPU) sebesar 72 TOPS. Layar yang tersedia meliputi instrumen cluster LCD 10,25 inci, layar sentuh multimedia 15,6 inci di tengah, dan sistem AR-HUD panorama 50 inci.

Untuk urusan audio, Buick menyematkan sistem suara theater-grade dengan 27 speaker. Ada pula fitur kontrol gestur udara (air-gesture control) untuk jendela dan kursi baris depan. Kabinnya tersedia dalam enam pilihan warna, termasuk dua warna baru: âDistant Mountain Emeraldâ dan âDanxia Night Cruise.â
Semua varian Electra L7 dilengkapi kursi penumpang depan zero-gravity dengan sudut 120 derajat, serta kursi belakang dengan lapisan âcloud-senseâ floating. Kursi-kursi ini sudah termasuk ventilasi, pemanas, dan fungsi pijat.
Fitur Keselamatan dan Harga
Untuk sistem bantuan mengemudi, Electra L7 memperkenalkan sistem âXiaoyao Zhixingâ yang ditenagai oleh model pembelajaran besar reinforcement learning Momenta R6. Buick juga mengonfirmasi bahwa pembaruan ke versi model R7 akan dikirim melalui pembaruan over-the-air (OTA) di kemudian hari.
Berikut rincian harga resmi ketiga varian Buick Electra L7 EV:
- 702 Luxury: 179.900 yuan (sekitar 26.500 dolar AS)
- 702 Luxury Smart: 199.900 yuan (sekitar 29.400 dolar AS)
- 702 Avenir: 209.900 yuan (sekitar 30.900 dolar AS)
Dengan harga tersebut, Buick Electra L7 bersaing langsung dengan SUV listrik premium lain di pasar China. Kehadirannya juga menjadi sinyal penting bagi strategi elektrifikasi Buick di bawah naungan SAIC-GM, yang sebelumnya juga sudah meluncurkan model lain seperti GL8 Encasa.
Menariknya, langkah Buick ini terjadi di tengah dinamika pasar otomotif China yang terus berubah. Sebelumnya, Chevrolet memilih ekspor global setelah menghentikan penjualan mobil baru di China. Sementara itu, kemitraan GM dan SAIC diperpanjang dengan rencana ekspor Buick EV ke luar China, termasuk kemungkinan ke pasar Indonesia.
Baca Juga:
Strategi Buick menghadirkan Electra L7 dengan harga agresif dan spesifikasi tinggi menunjukkan keseriusan merek ini dalam merebut pangsa pasar kendaraan listrik di China. Dengan jarak tempuh hingga 702 km dan kemampuan fast charging yang luar biasa, model ini menjadi salah satu opsi paling menarik di kelasnya.
Pasar China memang menjadi medan pertempuran utama bagi produsen EV global. Buick tampaknya tidak ingin ketinggalan dengan menghadirkan produk yang kompetitif baik dari segi teknologi maupun harga. Apakah model ini akan diekspor ke pasar lain seperti Indonesia? Waktu yang akan menjawab, mengingat Buick Electra L7 di China baru saja memulai perjalanannya.
Yang jelas, kehadiran Electra L7 EV menambah daftar panjang persaingan di segmen SUV listrik premium yang semakin ketat. Konsumen kini punya lebih banyak pilihan dengan teknologi mutakhir seperti arsitektur 800V, fast charging 6C, dan sistem bantuan mengemudi canggih berbasis AI.





Komentar
Belum ada komentar.